Jimmy Greaves: Jebolan Chelsea yang Menjadi Superstar di Tottenham

Football5star.com, Indonesia – Jimmy Greaves mungkin pantas mendapatkan predikat sebagai superstar pertama yang bermain untuk Tottenham Hotspur. Pasalnya, Greaves merupakan sosok yang membuat Tottenham disegani di Inggris maupun Eropa pada era 1960-an.

Meski sukses menjadi legenda, Greaves bukanlah produk asli akademi Tottenham. Greaves mengawali karriernya bersama Chelsea. Tak hanya itu, Greaves bahkan sempat menjadi bomber utama Chelsea pada periode 1957 hingga 1961.

Selama empat musim bermain di Chelsea, Greaves mampu menunjukkan penampilan yang apik. Total, ia berhasil menyumbang 132 gol dari total 169 penampilannya di semua kompetisi. Greaves bahkan sempat menjadi top skorer Liga Inggris di musim 1960-61 dengan torehan 41 gol dari 40 penampilan.

Jimmy Greaves - Chelsea - Tottenham - chelseafc. com
chelseafc.com

Selepas empat musim berseragam Chelsea, Greaves memutuskan untuk merantau ke Italia bersama AC Milan. Akan tetapi, karier Greaves di Italia tak bertahan lama dan diwarnai beberapa kontroversi.

Greaves sempat terlibat konflik dengan pelatih Nereo Rocco. Koflik ini muncul akibat metode latihan Rocco yang terlalu kaku dan tak memberikan kebebasan kepada para pemainnya. Pada akhirnya, Greaves dijual AC Milan ke Tottenham Hotspur pada musim panas 1961.

MENJADI SUPERSTAR BERSAMA TOTTENHAM

Keputusan Jimmy Greaves untuk hengkang dari AC Milan dan memperkuat Tottenham Hotspur berbuah manis. Pasalnya, Greaves sukses mengembalikan performanya di atas lapangan dan sukses mencetak 30 gol dari 31 pertandingan di musim 1961-62.

Tak hanya sukses mencetak banyak gol, Greaves juga berhasil mempersembahkan gelar bergengsi untuk The Lilywhites. Di musim 1961-62, Tottenham sukses meraih gelar juara Piala FA dan Community Shield.

Semusim berselang, Greaves kembali berhasil menorehkan prestasi gemilang. Pasalnya, ia sukses mencetak 44 gol dari 49 penampilannya di semua kompetisi dan mempersembahkan Piala Winners untuk The Lilywhites.

.Pencapaian ini pun membuat Tottenham menjadi klub Inggris pertama yang sukses menjadi juara di Eropa. Tak hanya itu, pencapaian ini juga membuat The Lilywhites menjadi tim yang disegani di Eropa.

Jimmy Greaves - Chelsea - Tottenham - The Times
The Times

Total, Greaves sukses membawa Tottenham meraih dua gelar Piala FA, dua Community Shield, serta satu Piala Winners. Selain itu, Greaves juga berhasil menjadi top skorer sepanjang masa The Lilywhites dengan catatan 266 gol dari 381 penampilan di semua kompetisi.

MENJADI ALKOHOLIK DI AKHIR KARIERNYA

Setelah meraih kesuksesan selama sembilan tahun bersama Tottenham Hotspur, Jimmy Greaves mulai kehilangan semangat bermain sepak bola. Ia pun sempat menjadikan alkohol sebagai tempat mengadu.

Kecintaan Greaves pada alkohol pun sempat membuat pernikahannya dengan Irene Barden. Barden sempat berusaha menceraikan Greaves sebelum akhirnya rujuk setelah sempat berpisah selama tiga bulan.

Awalnya, kecintaan Greaves pada alkohol tak diketahui publik. Ia akhirnya mengaku sebagai alkoholik pada 1978. Greaves pun mengaku sangat menyesal karena sempat menjadi pecandu alkohol.

“Jika saya terus minul alkohol, mungkin saya sudah meninggal. Saya biasanya minum satu botol vodka sebelum pergi ke bar. Di bar, saya biasa minum 12 gelas bir,” kata Greaves pada 2015.

“Setelah bar tutup, saya biasa pulang ke rumah dan minum satu botol vodka sebelum tidur. Mungkin, saya per hari minum 12 gelas bir dan satu setengah botol vodka,” sambung Greaves.

Kebiasaan buruk ini pun akhirnya memiliki dampak luar biasa pada kesehatan Greaves. Pasalnya, ia sempat dua kali terserang stroke. Tak hanya itu, Greaves kini juga sudah tak bisa lagi berjalan dan harus menggunakan kursi roda.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More