Joao Pedro Lebih Tajam dari Neymar dan Roberto Firmino

Football5Star.com, Indonesia – Perburuan gelar pencetak gol terbanyak Serie A selalu menarik untuk diikuti. Selalu ada nama-nama “asing” nan penuh daya tarik. Jika musim lalu ada Krzysztof Piatek, Duvan Zapata, dan Fabio Quagliarella, kini ada Joao Pedro.

Hingga pekan ke-20 Serie A musim ini, Joao Pedro telah membuat 13 gol bagi Cagliari. Pada daftar pencetak gol terbanyak, dia kini berada di posisi ke-4 dengan hanya tertinggal 1 gol dari Romelu Lukaku dan 3 gol dari Cristiano Ronaldo. Adapun sosok yang berada di posisi teratas adalah Ciro Immobile dengan 23 gol.

Getty Images

Meskipun terpaut jauh dari Ciro Immobile, Joao Pedro tetap bangga. Apalagi, di antara para pemain Brasil yang beredar di lima liga besar Eropa (Inggris, Spanyol, Jerman, Italia, Prancis), dialah yang tersubur. Bahkan Neymar yang bermain untuk Paris Saint-Germain saja baru mengemas 11 gol.

“Ini momen luar biasa bagiku, juga bagi tim. Jika tidak demikian, semuanya percuma saja,” kata Joao Pedro seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb. “Mencetak 13 gol dalam 20 pertandingan adalah angka yang penting. Aku sungguh bangga telah melakukan sesuatu lebih baik dari para juara macam Neymar dan Firmino.”

Tentu saja, pemain berumur 27 tahun itu tak mau berhenti di situ. Mengingat masih banyak pertandingan yang harus dilakoni Cagliari di Serie A musim ini, dia punya ambisi besar. “Aku masih punya 18 pertandingan dan sangat menantikan semuanya,” kata dia.

Secara khusus, pemain yang telah berkiprah di Italia sejak 2014 itu kini telah menyamai musim terbaiknya. Torehan 13 gol saat ini sama dengan yang dibuat pada musim 2015-16. Bedanya, kala itu Cagliari berada di Serie B.

Tak Mau Jemawa

Soal kesuburannya musim ini, Joao Pedro tak mau menepuk dada. Dia menilai hal itu tak terlepas dari manajemen Cagliari yang membangun tim dengan lebih baik.

tuttomercatoweb.com

“Aku menemukan kontinuitas dan naluri mencetak gol berkat peningkatan level tim. Inilah yang membuat kami menjalani musim dengan luar biasa. Manajemen telah membangun skuat untuk bermain apik pada perayaan ultah ke-100. Kami sekarang ada di sana dan terus percaya bisa meraih posisi penting,” kata Joao Pedro.

Secara khusus dia menyebut tiga nama yang berpengaruh pada musim ini. Mereka adalah Leonardo Pavoletti, Giovanni Simeone, dan Radja Nainggolan. Menurut dia, ketiga pemain itu membuat permainannya makin baik.

“Musim lalu, aku hampir sepanjang musim bermain di lini kedua. Tahun ini agak berubah dengan Giovanni jadi striker utama dan Radja di belakangnya. Aku juga meningkatkan kemampuan duel udara, terutama karena Pavoletti,” urai eks pemain Penarol tersebut.

Kubur Memori Kelam

Musim indah dengan torehan banyak gol kali ini juga punya arti tersendiri bagi Joao Pedro. Musim seperti ini penting untuk mengubur memori buruk yang dialami dua tahun lalu. Pada 2018, dia dijatuhi skors enam bulan karena doping.

corrieredellosport.it

Awalnya, hukuman lebih besar mengintainya. Dia dituntut hukuman 4 tahun tak boleh bermain. Namun, pada akhirnya, pengadilan memutuskan dia hanya diskors enam bulan dari Maret hingga September 2018.

Itu menambah coreng hitam di muka Joao Pedro. Pada musim yang sama, tepatnya Desember 2017, dia dijatuhi larangan tampil dalam empat pertandingan oleh Komisi Disiplin FIGC. Itu gara-gara dua insiden pada laga Cagliari versus Fiorentina.

Pada pertandingan itu, Joao Pedro diganjar kartu kuning gara-gara diving. Lalu, pada injury time, dia diusir wasit karena dinilai sengaja menginjak kaki Federico Chiesa.

CagliariJoao PedroLiga ItaliaNeymarRoberto Firminoserie a