Juara Liga Champions, Alphonso Davies Buat Bangga PM Kanada

  • Alphonso Davies membawa Bayern Munich juara Liga Champions 2019-20 dengan mengalahkan PSG pada final
  • Davies takjub dapat meraih impian masa kecilnya dengan relatif cepat
  • Kesuksesan sang pemain muda Bayern dipuji PM Kanada Justin Trudeau

Football5Star.com, Indonesia – Alphonso Davies mendapatkan kejutan istimewa setelah menjuarai Liga Champions. Bek kiri Bayern Munich itu mendapatkan ucapan selamat penuh kebanggaan dari Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

Sebagai perdana menteri, Justin Trudeau tak lupa mengamati kiprah warga Kanada di negeri orang. Dia pun menyempatkan diri menyambar cuitan Alphonso Davies yang menggambarkan sukacita menjadi juara Liga Champions.

“Siapa sangka seorang anak dari Kanda, Edmonton Alberta. Kebanyakan orang bahkan tak tahu di mana itu berada. Di sana bersalju, aku bicara soal suhu -40 derajat. Dia kini juara Liga Champions,” ucap Davies seperti dikutip Football5Star.com dari akun Twitter-nya.

Ungkapan kebanggaan pria berdarah Liberia yang lahir di Ghana sebagai warga Kanada itu rupanya menyentuh Justin Trudeau. Perdana Menteri Kanada itu pun mengungkapkan, Davies telah membuat seluruh Kanada berbangga hati atas prestasinya.

“Momen bersejarah. Kamu membuat semua orang Kanada bangga. Selamat atas kemenangan besar yang telah diraih, Alphonso!” tulis Trudeau membalas cuitan sang pemain.

Perhatian dari sang perdana menteri lantas dimanfaatkan Davies untuk meminta izin pulang. Pasalnya, dia tak dapat pulang karena Kanada masih menerapkan karantina wilayah.

“Terima kasih, Perdana Menteri Justin Trudeau! Dapatkah aku pulang seminggu saja?” tulis Alphonso Davies dengan menyertakan emoji memohon.

Davies Dinilai Lupa Asal-usulnya

Bukan hanya mendapatkan respons dari PM Kanada Jutin Trudeau, cuitan Alphonso Davies juga mengundang hujatan. Beberapa orang menilai pemain berumur 19 tahun itu lupa asal-usulnya dengan mengidentifikasikan dirinya sebagai orang Edmonton, Kanada.

Banyak reply yang mengingatkan Davies lahir di tempat pengungsian di Ghana. Ada orang Ghana yang meminta dia berterima kasih dan pulang ke Ghana. Hal itu menimbulkan perdebatan karena sang pemain hanya numpang lahir di sana.

Ada pula orang Liberia yang tersinggung oleh cuitan Davies. Orang itu meminta sang bek kiri Bayern Munich setidaknya menyebutkan negeri asal ibunya sebagai bentuk penghormatan.

Tentu saja Alphonso Davies tak meladeni semua hujatan itu. Dia membiarkan orang-orang bertengkar di linimasanya. Satu hal yang tak dapat dimungkiri, 3/4 hidupnya dijalani di Kanada. Di negeri itu pula, dia meretas karier sebagai pesepak bola hingga jadi juara Liga Champions bersama Bayern Munich.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More