Julian Nagelsmann: Kami Tak Ingin Kubur Impian Diego Demme

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann, mengaku tak dapat berbuat banyak untuk mencegah kepergian Diego Demme. Pasalnya, kata dia, klub yang meminati gelandang bertahan itu adalah Napoli. Dia tahu persis bergabung dengan I Partenopei adalah impian sang pemain.

Sepanjang paruh pertama Bundesliga 1 2019-20, Diego Demme tak pernah absen membela RB Leipzig. Dalam delapan pekan terakhir, dia bahkan dipercaya sebagai kapten. Dia pun hanya tiga kali tak tampil sebagai starter. Hal itu menunjukkan arti penting sang gelandang bertahan dalam skema Julian Nagelsmann.

Akan tetapi, ketika Napoli menyodorkan tawaran, Die Roten Bullen tak dapat berbuat apa-apa. Nagelsmann tahu betul bergabung dengan I Partenopei adalah impian lama Demme.

Diego Demme mewujudkan mimpinya bergabung dengan Napoli yang jadi klub kesayangan sang ayah.
tuttomercatoweb.com

“Kepergiannya adalah kehilangan besar bagi kami. Namun, terkadang ada hal-hal yang lebih penting di sepak bola. Kami ingin dia mewujudkan impiannya. Untuk itulah kami melepas dia pergi,” kata Julian Nagelsmann seperti dikutip Football5Star.com dari AreaNapoli.

Putusan pindah yang diambil Diego Demme memang sulit dicerna awam. Dia meninggalkan RB Leipzig yang berpeluang juara Bundesliga 1 dan bergabung dengan Napoli yang tengah terseok-seok. Namun, I Partenopei adalah klub kesayangan sang ayah, Enzo Demme.

Secara pribadi, Nagelsmann menyesalkan kepergian gelandang berumur 28 tahun itu. Dia menegaskan peran vital sang pemain di tim asuhannya. “Diego Demmi adalah pemain dengan pengalaman luar biasa. Bagi kami di Leipzig, dia itu pemain penting, baik di dalam maupun luar lapangan,” ujar dia.

Diego Demme resmi bergabung dengan Napoli pada 11 Januari lalu. Manajemen I Partenopei mengeluarkan dana 12 juta euro untuk memboyong pemain yang sempat dipanggil ke timnas Jerman itu. Sang pemain langsung menjalani debut saat tim asuhan Gennaro Gattuso menang 2-0 atas Perugia pada babak 16-besar Coppa Italia.

Comments are closed.