Juventus Kalahkan Parma, Maurizio Sarri Rapal Doa Buruk untuk Lazio

Football5Star.com, Indonesia – Juventus meraih tiga poin pada laga pekan ke-20 Serie A, Senin (20/1/2020) dini hari WIB. Menjamu Parma di Stadion Allianz, tim asuhan Maurizio Sarri menang 2-1 berkat brace Cristiano Ronaldo.

Kemenangan itu sangat penting bagi Juventus. Tambahan tiga poin dari laga lawan Parma membuat I Bianconeri berada di puncak klasemen Serie A dengan unggul tiga poin dari Inter Milan, sang pesaing terkuat musim ini. Hal itu tak terlepas dari hasil imbang yang dituai I Nerazzurri di kandang Lecce sehari sebelumnya.

Kemenangan itu juga membuat Juventus terus menjaga keunggulan poin dari Lazio yang mengemas sebelas kemenangan beruntun. Geliat tim arahan Simone Inzaghi itu mendapat perhatian khusus dari Maurizio Sarri. Dia bahkan sempat merapalkan doa buruk.

Tren positif Lazio yang selalu menang dalam 11 pertandingan beruntun di Serie A diharapkan segera berhenti oleh Maurizio Sarri.
tuttomercatoweb.com

“Lebih takut kepada Lazio atau Inter? Saya punya banyak ketakutan, tapi tak satu pun yang berkaitan dengan sepak bola,” kata Maurizio Sarri kepada Sky seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport.

Lebih lanjut, eks manajer Chelsea itu mengungkapkan, “Saya bisa katakan mereka (Lazio dan Inter) adalah dua tim yang sangat kuat. Salah satunya (Lazio) berada dalam performa spektakuler pada saat ini. Kami berharap hal itu tak berlangsung lama.”

Geliat Lazio memang menakutkan. Berkat 33 poin dalam sebelas laga terakhir, Ciro Immobile cs. kini berada di posisi ketika classifica Serie A. Mengumpulkan 45 poin, mereka hanya tertinggal 5 poin dari Juventus. Tak heran bila Maurizio Sarri berharap tren apik Gli Aquile segera berakhir.

Tak Suka Ditekan Parma

Doa buruk yang dirapalkan Maurizio Sarri sangat beralasan. Pasalnya, performa Juventus kurang meyakinkan. Mereka memang selalu menang dalam lima laga terakhir. Namun, tiga kemenangan di antaranya dituai dengan margin satu gol. Termasuk kemenangan atas Parma.

Juventus sempat ditekan Parma meskipun akhirnya mampu menang 2-1
tutomercatoweb.com

Maurizio Sarri mengakui I Bianconeri sempat tertekan saat menjamu I Gialloblu di Stadion Allianz. Dia sempat dibuat waswas ketika anak-anak asuhnya dipaksa bertahan selama beberapa menit oleh sang lawan. Hal itu jadi ganjalan di hatinya.

“Kami harus meningkatkan diri dalam membaca permainan, terutama jelang pertandingan usai. Saya tak suka melihat kami memainkan bola di wilayah sendiri,” ujar Maurizio Sarri.

Eks pelatih Napoli itu menambahkan, “Seperti saya katakan kepada para pemain, saya lebih suka kebobolan dari serangan balik ketimbang harus bertahan dan berada dalam tekanan selama 10-15 menit. Bila punya peluang menutup pertandingan, kami harus memanfaatkannya dengan baik.”

Comments are closed.