Kabar Terbaru Abel Balbo, Bomber Tim Tango yang Jaya di Masa Senja

Football5star.com, Indonesia – Lahir di Empalme, Argentina, 1 Juni 1986, pemain bernama lengkap Abel Eduardo Balbo ini adalah salah satu bomber tim Tango, Argentina yang cukup disegani pada era 90-an. Ia adalah serigala tua yang menikmati kejayaan di masa senja.

Balbo mengawali kariernya di klub Newell’s Old Boys. Ia promosi ke tim utama Newell’s Old Boys pada 1987. Dua musim di klub tersebut, Balbo memikat raksasa Liga Argentina, River Plate. 12 gol selama satu musim di River membawa Balbo hijrah ke Italia.

Udinese jadi klub pertama Balbo di tanah rantau. Ia bermain di Stadio Friuli pada periode 1989 hingga 1993. Torehan golnya cukup banyak, 66 gol dari 134 pertandingan. Sayangnya jumlah gol tersebut tak berarti banyak. Tak ada gelar yang singgah di Udinese saat Balbo bermain.

Malah pada 1990-1991, Balbo harus bermain di kasta kedua Liga Italia. Di musim itu, ia memperoleh top skor Serie B dengan koleksi 22 gol. Udinese promosi ke Serie A di musim berikutnya.

Ia lalu hijrah ke AS Roma pada 1993. Di periode pertamanya bermain di Olimpico, Balbo sempat jadi pilihan utama bagi pelatih Carlo Mazzone. Terbukti pada musim 1993-94, ia jadi top skor Roma di semua ajang kompetisi dengan 12 gol. Kala itu ia berduet dengan striker Argentina lain, Claudio Caniggia.

Gelar top skor untuk Roma terus ia raih di empat musim berikutnya, Mazzone tak bisa menepikan Balbo sebagai ujung tombak i Giallorossi. Periode pertamanya di AS Roma, total ia mencetak 78 gol. Dan lagi-lagi, hal itu sia-sia karena tak ada satu pun gelar juara yang mampir.

Baru setelah 9 musim berkarier di Serie A, Balbo akhirnya mencicipi gelar juara saat ia pindah ke Parma. Pada usia ke-32 tahun, Balbo berhasil membawa Parma meraih gelar juara Coppa Italia 1998-99.

Sayangnya Balbo bukan jadi pilihan utama pelatih Parma saat itu, Alberto Malesani. Namanya kalah dengan juniornya, Hernan Crespo. Di musim yang sama, Balbo juga turut andil membawa Parma meraih gelar Liga UEFA.

Gelar juara yang ia nikmati saat usia senja juga diraihnya saat bermain di AS Roma. Gelar scudetto 2000-01 dan Supercoppa Italiana diraih Balbo di periode keduanya di Olimpico, meski hanya bermain 3 kali.

Kabar Terbaru Abel Balbo

Pensiun dari sepak bola, Balbo sempat menekuni dunia kepelatihan. Ia tercatat sempat melatih dua tim kecil Italia, Treviso dan Arezzo. Sayangnya tak ada prestasi yang ia cicipi.

Baru-baru ini, Balbo buka suara soal kariernya di timnas Argentina. Menurut Balbo pada perhelatan Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, ada konspirasi yang ingin menggagalkan langkah tim Tango.

“Apa pun yang terjadi pada Diego Maradona adalah konspirasi,” ucap Abel Balbo. “Argentina menciptakan ancaman dan seseorang tak mengizinkan kami menjadi juara dunia, terutama ketika memiliki Maradona sebagai kapten.” tambahnya.

Balbo pun menunjuk mantan presiden FIFA yang berkewarganegaraan Brasil, Joao Havelange. “Itu adalah juga periode terakhir Joao Havelange (sebagai presiden FIFA),”

Selain itu, di usianya yang ke-53 tahun, Balbo baru-baru ini juga mengungkapkan soal keputusannya pensiun di Boca Juniors pada 2002. Menurut Balbo, saat itu dirinya berada di keputusan yang pelik.

“Itu adalah tahap sangat menyedihkan dalam hidup saya. Saya mengalami kemalangan keluarga yang secara praktis membuat saya memutuskan untuk meninggalkan sepak bola,” ucapnya.

Selain itu, dirinya pun merasa bahwa ia sudah tak lagi bisa bersaing dengan striker Boca lain yang lebih muda.

“Saya berusia 34 atau 35 tahun, saya bukan anak muda berusia 25 tahun. Tetapi di sebelah saya ada Guillermo, Delgado, Riquelme, Tevez. Meski saya memiliki pengalaman untuk bisa bersaing,” kata Balbo.

Seperti kebanyakan pesepak bola yang sudah pensiun dan tak berkarier sebagai pelatih, Balbo pun acapkali diundang sebagai pengamat sepak bola di Argentina. Selain itu, dirinya juga cukup sering bertemu dengan mantan-mantan pemain Serie A era 90-an.

Beberapa waktu lalu misalnya ia bertemua dengan Nicola Amoroso dan Nestor Sensini, dua rekannya saat bermain di Parma. Balbo dalam kesempatan wawancara dengan media Argentina juga sempat mengungkapkan bahwa setelah pensiun dari sepak bola, ia menjadi pemeluk agama Katholik yang taat.

“Saya pergi ke misa pada Sabtu malam, saya menjadi dekat dengan pastor paroki saya. Pada awalnya saya pergi sendiri, kemudian dua atau tiga teman mulai menemani saya dan hampir semua kenalan saya mengikuti misa.”

Abel BalboAS RomaKabar TerbaruSerie A Italia