Kabar Terbaru Craig Bellamy, Bomber Temperamental Kebanggaan Cardiff City

KEHIDUPAN SETELAH GANTUNG SEPATU

Craig Bellamy memutuskan untuk gantung sepatu pada 2014. Ketika itu, ia sudah berusia 35 tahun. Selepas pensiun, Bellamy memutuskan untuk bergabung ke akademi The Bluebirds sebagai pelaih akademi.

Pada 2016, Bellamy diangkat menjadi direktur pengembangan pemain muda. Tak lama berselang, Bellamy sempat diminati oleh timnas Wales untuk mengisi jabatan pelatih kepala.

Namun, kedua pihak tak menemui kata sepakat. Tak lama setelahnya, Bellamy sempat diminati klub League One, Oxford United untuk menjadi manajer. Namun, Bellamy gagal mendapatkan pekerjaan itu.

Pada Januari 2019, Bellamy akhirnya hengkang dari Cardiff City. Bellamy hengkang dari The Bluebirds setelah dituding terlibat kasus perundungan kepada salah satu pemain akademi Cardiff City.

Beberapa bulan setelahnya, Bellamy ditunjuk sebagai pelatih tim u-21 Anderlecht. Mengikuti jejak Vincent Kompany yang sebelumnya ditunjuk menjadi pelatih tim utama.

Kabar Terbaru Craig Bellamy, Bomber Tempramen Kebangaan Cardiff City - Wales Online
Wales Online
ALAMI GANGGUAN JIWA

Pada 2017 lalu, Craig Bellamy didiagnosis mengalami depresi yang cukup berat. Untuk menghadapi penyakit tersebut, Bellamy harus selalu mengonsumsi obat-obatan.

“Saya adalah seseorang yang cukup tertutup. Saya hanya memperbolehkan orang-orang melihat sisi kehidupan yang ingin saya tunjukkan. Kehidupan pribadi saya benar-benar tertutup,” kata Bellamy kepada Sky Sports.

“Tapi, dalam tiga atau empat tahun terakhir, saya didiagnosa menderita depresi. Saya benar-benar tak bisa menghindari hal itu. Saya sudah mengonsumsi obat-obatan selama tiga tahun terakhir. Ini merupakan kali pertama saya bicara mengenai hal ini,” sambung Bellamy.

Bellamy pun menyebut kalau bibit-bibit depresi sudah ada di dalam pikirannya semenjak karier profesionalnya dimulai pada 1996 silam bersama Norwich City. Ketika itu, Bellamy merasa sangat sedih karena harus tinggal sendirian dan jauh dari keluarganya.

“Saya keluar dari rumah ketika berusia 15 tahun. Rasa kesepian dan rindu rumah merupakan hal terberat yang saya alami ketika itu. Ada malam-malam dimana saya biasa menangis hingga tidur dan tak bicara kepada siapapun,” kata Bellamy.

“Ketika sudah lebih tua, saya mulai mengerti semuanya. Ketika melihat ke belakang, pengalaman itu memiliki andil besar di balik amarah yang saya miliki.”