Kabar Terbaru Cristiano Lupatelli, Kiper Plontos Pemilik Nomor 10

Football5star.com, Indonesia – Lazimnya kiper menggunakan nomor punggung 1, tapi tidak bagi seorang Cristiano Lupatelli. Kiper yang identik dengan kepala plontos tersebut pernah menggunakan nomor punggung 10 yang biasanya digunakan oleh pemain depan.

Lupatelli bukan sosok asing bagi pencinta Serie A. Kiper kelahiran Perugia ini mulai mencuri perhatian saat membela Chievo pada 2001. Publik teralih perhatiannya karena ia menggunakan nomor punggung 10 dan juga penampilannya bersama flying donkeys di musim itu.

Melakoni debut di Serie A sebagai tim promosi, Lupatelli dkk sanggup terbang lebih tinggi dengan mendobrak papan atas Serie A. Sepanjang musim 2001/02, mereka bersaing dengan sederet klub elite Negeri Pizza layaknya Juventus, AS Roma, Inter, AC Milan, dan Lazio.

Lupatelli di musim itu hanya kebobolan 52 gol dari 34 pertandingan di Serie A. Terbilang cukup baik untuk kiper yang di musim 1999 hanya bermain 12 kali bersama Roma. Ketangguhan Lupatelli di bawah mistar gawang membawa Chievo finish di peringkat 5 musim itu.

Dua musim di Chievo, Lupatelli mengambil keputusan keliru saat kembali ke AS Roma pada 2003-04. Satu musim di Olimpico, Lupatelli hanya jadi penghuni tetap bangku cadangan tanpa dimainkan satu kali pun oleh Fabio Capello.

Ia pun terpaksa pindah ke Fiorentina di musim berikutnya. Namun selama dua musim, ia jadi kiper pinjaman di Parma dan Palermo. Pria yang saat ini berusia 41 tahun tersebut memutuskan gantung sarung tangan di Fiorentina pada 2015.

Kabar Terbaru Cristiano Lupatelli

Setelah pensiun dari sepak bola, tak butuh waktu lama untuk Lupatelli memiliki pekerjaan baru. Meski kariernya sebagai kiper identik sebagai kiper cadangan, ia masih dipercaya untuk menjadi pelatih kiper.

Pada Agustus 2018 lalu, Lupatelli diangkat mejadi pelatih kiper untuk tim U-23 Juventus. Pekerjaan ini ia lakoni hingga saat ini.

“Juventus U-23 resmi akan dilatih oleh Mauro Zironelli. Ia akan dibantu oleh para staf yang terdiri dari Stefano Sottoriva sebagai asisten, Daniele Palazzolo sebagao pelatih atletik, Samuel Callegaro, dan Cristiano Lupatelli sebagai pelatih kiper,” tulis pernyataan Juventus saat itu.

Baru-baru ini, Lupatelli melakukan sesi video call dengan mantan rekannya di Parma, Sebastian Frey. Dua kiper ini saling mengenang saat menjadi kiper di Serie A. Hubungan Frey dengan Lupatelli sendiri terbilang cukup akrab meski keduanya sempat berseberangan klub.

Beberapa waktu lalu, Frey pun di akun Instagram miliknya sempat memposting foto dirinya bersama Lupatelli dan kiper Fiorentina lainnya, Vlada Avramov. “Il trio delle meraviglie” tulis kiper asal Prancis tersebut.

Sosok Lupatelli bagi Frey dan banyak rekannya ialah kiper humoris dan sangat menyenangkan. Hal itu setidaknya disampaikan Frey dan eks pemain Perugia, Fabio Liverani.

“Lupatelli, seorang kiper yang membuat karir sangat bagus. Dia benar-benar bagus,” ucap Frey.

“Ada satu momen saat Lupatelli berpura-pura meninggal dunia saat masuk ke ruang ganti. Saya saat itu sangat kaget dan segara membantunya. Tapi ia malah tertawa saat tergeletak di tanah. Dia pria yang menyenangkan di ruang ganti,” kata Liverani.