Kabar Terbaru Cuauhtemoc Blanco, “Si Kodok Lompat” dari Meksiko

Football5Star.com, Indonesia – Melompat sambil mengapit bola dengan kedua kaki saat melepaskan diri dari adangan lawan. Begitulah gerakan khas Cuauhtemoc Blanco, pemain depan asal Meksiko. Bukan hanya di kompetisi lokal, gerakan bak kodok lompat itu juga dilakukan saat berkiprah di pentas akbar Piala Dunia.

Cuauhtemoc Blanco tampil di tiga gelaran Piala Dunia. Dia memperkuat timnas Meksiko pada pentas Piala Dunia 1998 di Prancis, 2002 di Korea selatan dan Jepang, serta 2010 di Afrika Selatan. Namun, pencapaian tertingginya adalah juara Piala Konfederasi 1999. Kala itu, dia jadi pemain tersubur dengan torehan 6 gol.

Javier Hernandez “Chicharito” mengakui Blanco sebagai sosok terbesar di timnas Meksiko. “Aku sangat sering menonton Cuau di televisi. Dari segi kemampuan, dia kalah dari Carlos Vela. Namun, dalam kontribusi di timnas, dialah yang terbaik,” kata eks pemain Manchester United itu seperti dikutip Football5Star.com dari ESPN.

Karakter Cuauhtemoc Blanco boleh dikatakan mirip dengan legenda asal Argentina, Diego Maradona. Dia punya skill apik, menghibur, tajam, tapi juga emosional. Dia kerap terlibat terpengkaran dan perselisihan di lapangan.

Blanco juga sosok yang unik. Salah satunya, seperti dituturkan eks rekan seklubnya di Chicago Fire, dia tak menyukai kartu kredit. Ke mana-mana, dia selalu membawa uang tunai. Sang rekan kaget bukan kepalang kala makan bersama bintang Meksiko itu di sebuah restoran.

“Cuauhtemoc mengeluarkan dompetnya dan saya tak pernah melihat uang tunai sebegitu banyak. Saya yakin setidaknya ada 10.000 dolar AS di dompetnya, bahkan lebih. Saya tanya kenapa dia membawa uang tunai sebanyak itu? Dia menjawab, karena hanya orang miskin yang punya kartu kredit,” urai eks rekan Blanco itu kepada The Athletic.

Moncer di Dunia Politik

Cuauhtemoc Blanco secara resmi pensiun pada 2015 di klub pertamanya, Club America. Total, dia mencetak 193 gol dalam 525 pertandingan sepanjang karier profesionalnya. Adapun di timnas Meksiko, dia menjejalkan 39 gol dalam 120 pertandingan.

Begitu gantung sepatu, Blanco langsung memilih jalur berbeda. Dia memilih berkarier sebagai politikus dengan merapat ke Partai Sosial Demokrat. Kiprahnya langsung moncer, dia terpilih sebagai Wali Kota Cuernavaca yang dijabat dari 2015 hingga 2018.

expansion.mx

“Kesempatan (berkiprah di dunia politik) sebenarnya ditawarkan kepada saya, bukan sesuatu yang saya inginkan. Saya berpikir keras sebelum memilih jalur ini,” ujar Blanco di laman Harvard Kennedy School Institue of Politics pada 2015.

Mengenai alasan berkiprah di dunia politik, pria kelahiran 1973 itu menjelaskan, “Segala sesuatu terjadi pasti ada maksudnya. Saya pikir, dengan aksi dan memenuhi janji-janji kepada masyarakat, saya akan merasa paripurna.”

Blanco menambahkan, “Saya selalu percaya pada perkataan ibu saya bahwa Tuhan menempatkan saya di sini untuk sebuah alasan. Terutama untuk menolong orang-orang dan menunjukkan kepada mereka bahwa tak semua politikus mencuri uang dan berkhianat.”

seguridadydefensa.mx

Pada 2018, Cuauhtemoc Blanco mmelakukan lompatan. Dia mengikuti pemilihan Gubernor Morelos. Dia maju sebagai jagoan dari koalisi Juntos Haremos Historia. Hasilnya, dia kembali meraih suara terbanyak.

Meskipun moncer, kiprah Cuauhtemoc Blanco selalu diiringi bau-bau tak sedap. Saat menjadi Wali Kota Cuernavaca, dia diserang karena bukan asli kota itu. Dia pun dituding main curang dan punya kaki tangan kartel-kartel tertentu. Namun, semua itu tak terbukti.

Kini, sebagai Gubernur Morelos, Cuauhtemoc Blanco terus dihantam isu korupsi dan nepotisme. Beberapa pihak telah melaporkan dugaan-dugaan itu kepada pengadilan. Dia juga dituntut mundur setelah tiga dokter tewas oleh gerombolan bersenjata sebelum pandemi COVID-19.

Berbagai rintangan dan tantangan itu sempat membuat Cuauhtemoc Blanco ketakutan. Namun, karena tetap memegang teguh kata-kata sang ibu, dia terus maju pantang mundur.

Cuauhtemoc BlancoPiala DuniaTimnas Meksiko