Kabar Terbaru Domenico Morfeo, Wonderkid Italia yang Gagal Bersinar

Football5Star.com, Indonesia – Final Euro U-21 1996, Italia harus dipaksa bermain dengan 10 orang setelah Nicola Amoruso terkena kartu merah pada menit ke-36 melawan Spanyol. Pelatih Cesare Maldini melakukan pergantian pada menit ke-74. Pemain muda AS Roma, Francesco Totti ditarik keluar dan digantikan oleh pemain Atalanta, Domenico Morfeo.

Laga akhirnya dilanjutkan pada babak adu penalti. Penyerang Real Madrid, Raul Gonzalez gagal menendang penalti ke-4. Morfeo yang ditugaskan menjadi algojo terakhir sukses mengeksekusinya dan membuat Italia menjadi juara. Di sanalah Morfeo memperkenalkan diri.

Morfeo merupakan seorang gelandang serang yang diberkahi kemampuan teknik yang luar biasa. Dia muncul di era yang sama dengan Francesco Totti, Fabio Cannavaro, Alessandro Nesta, Christian Panucci dan Gigi Buffon. Tapi sayang, kariernya berbanding terbalik dengan pemain-pemain yang sebelumnya disebutkan.

Kabar Terbaru Domenico Morfeo, Wonderkid Italia yang Gagal Bersinar
Getty Images

Pada musim sebelum Euro U-21 diadakan, 1995-96, Morfeo sebenarnya sudah menampilkan performa yang luar biasa di usia 20 tahun. Bersama rekan duetnya di lini depan, Christian Vieri, dia mencatatkan 11 gol dari 30 penampilan.

Pada musim berikutnya dia hanya bisa mencetak 5 gol, tapi bisa memberikan beberapa assist kepada rekan duetnya yang pada saat itu menjadi topskor Serie A, Filippo Inzaghi. Karena performanya itu pada musim 1997-98 dia pindah ke Fiorentina.

Musim pertamanya cukup bagus, dia mampu bermain 24 laga dan mencetak 5 gol. Padahal pada saat itu lini serang Fiorentina cukup penuh dengan adanya Gabriel Batistuta, Rui Costa, dan Luis Oliveira.

Penurunan Performa

Tapi pada musim keduanya kariernya mulai meredup. Dia hanya bermain sebanyak 5 kali karena kalah saing dengan Edmundo sebelum akhirnya dipinjamkan ke AC Milan di pertengahan musim.

Bersama Rossoneri, Morfeo hanya bermain 11 kali dan mayoritas menjadi pemain pengganti. Alasannya karena pelatih Alberto Zaccheroni lebih sering memakai formasi yang tidak membutuhkan trequartista, 4-4-2 atau 3-4-3, dan itu memaksa Morfeo bermain di sisi sayap. Di sinilah kariernya mulai meredup.

Kabar Terbaru Domenico Morfeo, Wonderkid Italia yang Gagal Bersinar
sempreinter

Dari tahun 1999-2001 dia dipinjamkan ke 3 klub, Cagliari, Hellas Verona, dan Atalanta dan hanya bermain total 34 kali di Serie A. Sering cedera menjadi alasannya. Akhirnya pada tahun 2002, La Viola melepasnya ke Inter Milan secara gratis.

Pada saat itu usia dia sudah menginjak usia 26 tahun dan itu merupakan kesempatan terakhirnya untuk bisa bermain di klub besar. Sayang dia tidak bisa menampilkan performa terbaiknya dengan hanya mencetak 1 gol dari 17 laga. Morfeo dicap sebagai talenta gagal.

Kariernya Setelah Itu dan Setelah Pensiun

Kabar Terbaru Domenico Morfeo, Wonderkid Italia yang Gagal Bersinar
sowinesofood.it

Morfeo lalu bermain selama 5 tahun di Parma dari 2003-2008 sebelum akhirnya pindah ke Bresica dan Cremonese dan pensiun di 2009.

Setelah pensiun, Morfeo membuka usaha sebuah restoran di Parma bersama keluarganya bernama Dolce Vita.

“Saya suka makan tapi saya tidak bisa memasak. Restoran tidak dikenal sebagai tempat aktifitas sehat. Tapi di Dolce Vita, saya selalu menyajikan produk berkualitas,” ucap Morfeo kepada sowinesofood.

Kabar Terbaru Domenico Morfeo, Wonderkid Italia yang Gagal Bersinar
@dolcevita.parma

Domenico Morfeo melanjutkan, “Mengelola restoran sangat menuntut. Saya ingin menjamin konsistensi dalam pekerjaan, mengingat banyak yang telah bekerja dengan saya selama bertahun-tahun dan mendukung keluarga mereka dengan pekerjaan ini. Setelah bertahun-tahun saya pikir saya telah memperoleh cukup banyak pengalaman.”

Restoran Dolce Vita menyajikan beberapa menu seperti Pizza, Spagheti, Risotto, Tiramisu dan masih banyak lagi. Di dalam restoran juga terdapat bar cocktail.