Kabar Terbaru El Hadji Diouf, Musuh Abadi Steven Gerrard

Football5star.com, Indonesia – Pada perhelatan Piala Dunia 2002 di Korea Selatan – Jepang, wakil Afrika, Senegal menarik perhatian dunia. Mereka mampu singkirikan Prancis, juara bertahan di babak penyisihan grup. Salah satu pemain Senegal yang menarik perhatian adalah El Hadji Diouf.

Pemain yang bisa di-plot sebagai winger ini memulai karier sepak bola di akademi klub Prancis, Rennes. Pada 1998, pemain kelahiran Dakar tersebut mendapat kontrak profesional pertamanya di Sochaux.

Saat Senegal lolos ke Piala Dunia 2002, Diouf membela klub Liga Prancis lainnya, Lens. Di Lens, selama dua musim, ia mencatatkan 18 gol dari 54 pertandingan. Usai Piala Dunia 2002, tawaran datang dari Liverpool.

Diouf pun setuju untuk pindah ke Liverpool. Kabarnya kubu The Reds saat itu menggelontorkan dana sebesar 10 juta poundsterling untuk mendapatkan jasa Diouf. Sayangya di Anfield, ia justru mengalami kondisi tak mengenakkan.

El Hadji Diouf malah bertengkar hebat dengan kapten Liverpool, Steven Gerrard. Bahkan eks pemain Liverpool, Florent Sinama-Pongolle baru-baru ini menyebut pertengkaran keduanya sangat hebat.

“Kejadian ini terjadi di saat pertandingan pra-musim. Perkelahian antara Diouf dan Gerrard itu luar biasa bahkan hingga bikin saya trauma,” ucapnya seperti dikutip Football5star.com dari bbc, Jumat (21/5/2020).

“Bahkan saya memikirkan apakah mereka sangat profesional dengan kelakuan seperti itu. Gerrard berkata saat itu kepada Diouf bahwa dia harus memberikan banyak umpan tapi selalu direbut lawan pada akhirnya,” tambahnya.

Menurut Sinama-Pongolle, Gerrard kemudian menyebut Diouf sebagai sampah sedangkan pemain Senegal itu membalasnya dengan mengatakan akan tidur dengan ibu Steven Gerrard.

Dipinjamkan satu musim ke Bolton, Diouf kemudian dilepas permanen ke klub tersebut pada 2005. Setelah sempat bermain di Leeds United pada 2012. Pada musim 2014-15, Diouf mengakhiri kariernya di klub Malaysia, Sabah FA.

Kabar Terbaru El Hadji Diouf

Setelah pensiun dari sepak bola, Diouf pada 2018 sempat dikabarkan ingin seperti legenda Liberia, George Weah dengan terjun ke dunia politik.

“Saat ini saya fokus ke diri sendiri dan keluarga. Selama bertahun-tahun saya terbiasa memikirkan sepakbola tapi kini saya punya sebuah karier baru dan itu adalah di dunia politik,” kata Diouf.

“Saya memutuskan masuk dunia politik karena ada orang-orang yang mengharapkan saya untuk membawa perubahan terhadap sejumlah hal di negara saya dan saya siap melakukannya karena ingin menjadi prajurit untuk para pemuda”

Sejak 2017 lalu, Diouf memang cukup aktif bersuara tentang sosial politik. Ia misalnya sempat mem-posting kritikannya kepada polisi di Afrika yang disebutnya sangat korup.

View this post on Instagram

πŸŒ“

A post shared by El Hadji_diouf (@el_hadji_diouf_officiel) on

“”Saya memiliki hasrat besar pada dunia politik dan ada orang-orang yang sudah jadi mentor saya di Senegal. Itulah masa depan untuk saya karena di Senegal banyak orang yang mendengarkan kata-kata saya”

Diouf sendiri juga sempat mengatakan bahwa dirinya sempat ingi berkarier sebagai pelatih namun urung dilakukan karena ia tak mengambil lisensi sebagai pelatih.

“Saya pernah berusaha mengambil lisensi pelatih di level atas, tapi tidak melanjutkan karena punya rencana lebih baik mengenai keinginan saya di masa depan,”

“Masa depan saya sudah terpetakan. Dalam dua tahun ke depan saya akan masuk dunia politik karena dari situ saya tahu bisa mengubah banyak hal di sepakbola.”

Sayang seribu sayang seperti kariernya di sepak bola, Diouf pun bisa dibilang tak berhasil terjun ke dunia politik Senegal.