Kabar Terbaru Fabrizio Miccoli, Si Mungil Mematikan yang Kurang Beruntung

Football5star.com, Indonesia – Italia selalu melahirkan talenta-talenta jempolan di dunia sepak bola. Satu dari sekian banyak pemain itu adalah Fabrizio Miccoli.

Fabrizio Miccoli merupakan jebolan akademi AC Milan. Dia sudah di sana sejak 1992 silam. Namun, karier sang bomber tidak sesuai dengan yang dia rencanakan.

Pemain bertubuh mungil tak pernah merasakan menit bermain bersama tim utama Milan. Dia langsung terlempar ke tim semenjana seperti Casarano dan Ternana.

goal

Peruntungan Miccoli mulai sedikit berubah pada 2002 kala Juventus datang memberi tawaran menggiurkan. Dia datang ke Turin dengan mahar 7 juta euro. Tapi lagi-lagi dia kurang beruntung.

Pria kelahiran 27 Juni 1979 langsung dipinjamkan ke Perugia. Di sana pula permainan teruji dengan menyarangkan 16 gol dari 42 penampilan. Sayang, catatan itu belum cukup meyakinkan untuk memanggilnya pulang.

Semusim kemudian dia dijual ke Fiorentina dengan klausul penebusan kembali. Dalam perantauan, dia lagi-lagi membuktikan diri sebagai salah satu striker handal di Serie A. Miccoli mempertahankan torehan dua digit gol bersama La Viola.

Kendati demikian, bukan berarti kariernya menjadi mulus. Peraih dua trofi sepanjang karier sepak bolanya ini kembali menjadi korban peminjaman Si Nyonya Tua hingga 2007.

Dia baru benar-benar “merdeka” Juli 2007 saat Juve melepasnya ke Palermo tanpa klausul pembelian kembali. Di sana pula dia mendapatkan kebahagiaan yang tak pernah dirasakan sebelumnya.

Getty Images

Bersama Palermo, Fabrizio Miccoli melegenda. Ketika klub ditinggal satu persatu pemain terbaiknya seperti Edinson Cavani, Javier Pastore, dan Antonio Nocerino, ia tetap setia di Renzo Barbera.

Di Palermo pula Miccoli mencatatkan penampilan terbanyak. Selama enam musim pemain mungil ini mencatatkan 179 penampilan dan menggelontorkan 81 gol.

Dipenjara Gara-Gara Terlibat Mafia

Mengemban ban kapten selama tiga musim, ia akhirnya hengkang ke Lecce dan mengakhiri karier di klub Malta bernama Birkirkara FC 2015 lalu. Setelah itu, hampir tidak terdengar lagi namanya di dunia sepak bola.

Ironisnya, ketidakberuntungan Fabrizio Miccoli selama menjadi pemain masih berlanjut kala dia sudah gantung sepatu. Pemilik 10 caps bersama timnas Italia malah terjebak dalam dunia mafia di Italia.

Kariernya di Palermo yang berada di pulau Sisilia, membuat Miccoli dekat dengan para mafia di sana. Maklum saja, Sisilia memang dikenal sebagai markasnya mafia-mafia besar Eropa.

Daily Star

Pada 2019 lalu dia sempat meminta pertolongan pada Mauro Laurecella, anak dari bos mafia terkenal Italia, Antonio Caldirone. Ini dilakukan agar dirinya bisa terlepas dari utang terhadap salah satu pengusaha di Sisilia sebesar 20 ribu euro.

Corriere dello Sport melaporkan bahwa Miccoli memang memiliki kedekatan dengan kelompok mafia pimpinan Antonio Calderone. Namun, ia tidak terikat di dalamnya.

Kedekatannya ini kemudian membawa pria yang kini berusia 41 tahun berurusan dengan pihak berwajib. Ia didakwa melakukan pemerasan dan diduga menghina salah satu hakim di Italia, Giovanni Falcone. Akibat ulahnya tersebut, Fabrizio Miccoli dihukum tiga setengah tahun penjara.

Fabrizio MiccoliJuventusKabar TerbaruPalermo