Kabar Terbaru Fernando Morientes, Duet Sehati Raul yang Diasingkan

Football5star.com, Indonesia – Pada akhir 90-an hingga awal 2000-an, Real Madrid punya duet maut tak tergantikan di lini depan. Mereka adalah Raul Gonzalez dan Fernando Morientes.

Raul Gonzalez yang merupakan jebolan akademi Real Madrid mendapat tandem sepadan ketika klubnya menggaet Fernando Morientes 1997 silam. Dan benar saja, kehadirannya membuat lini depan Los Blancos jadi salah satu yang mengerikan di Eropa.

Karakter permainan keduanya yang berbeda membuat mereka mampu menjaga harmonisasi permainan. Morientes yang pekerja keras dan punya kecepatan bisa mengakomodir Raul sebagai finisher di mulut gawang.

Pinterest

Walau demikian, tak jarang pula Raul dan Morientes bertukar penugasan. Ya, ada kalanya pangeran Santiago Bernabeu turun ke lapangan tengah untuk mencari bola dan Morientes menunggu di lini depan. Begitu pula sebaliknya.

Berkat gol-gol yang lahir dari kedua duet ini, Real Madrid mampu memanen gelar. Tiga trofi Liga Champions, dua LaLiga, dua Piala Dunia Antarklub, dua Piala Super Eropa, serta satu Piala Super Spanyol adalah hasil karya mereka.

Akan tetapi, romantisme Raul dan Morientes berakhir antiklimaks. Ambisi Los Blancos untuk membentuk tim penuh bintang membuat Morientes berada di persimpangan jalan.

asmonaco.com

Mereka mendatangkan Ronaldo dari Inter Milan 2002 silam yang langsung mengubah jalan karier pria kelahiran Caceres. Setelah kehilangan nomor punggung sembilan, ia kemudian hengkang setahun kemudian.

Fernando Morientes diasingkan ke klub Prancis, AS Monaco. Walau pindah ke klub yang pamornya jauh di bawah Madrid, sang striker tetap tampil gemilang. Bahkan ia mengukir sejarah dengan membawa Monaco menembus final Liga Champions untuk pertama kalinya.

Menariknya, dalam perjalanan AS Monaco ke final Liga Champions 2003-2004, Morientes harus berhadapan dengan Madrid pada babak perempat final. Dan tanpa ampun ia membobol gawang Iker Casillas di Santiago Bernabeu.

Setelah dari Monaco, pria yang karier pria yang kini berusia 44 tahun berjalan biasa-biasa saja. Ia tercatat pernah berkostum Liverpool, Valencia, Marseille, hingga pensiun bersama klub semi profesional Spanyol, Sanata Ana FC 2015 lalu.

Gagal Jadi Pelatih dan Calon Presiden AFE

Fernando Morientes pernah berhenti sementara sebagai pemain pada 2012. Ketika itu ia mencoba peruntungan sebagai pelatih dengan menangani klub lokal, Huracan Valencia. Tapi dia hanya sebentar di sana karena beberapa bulan kemudian dipanggil Los Blancos untuk melatih tim muda mereka.

Namun, lagi-lagi ia menuai kegagalan. Sejak saat itu, Morientes tidak tertarik lagi menjalani karier sebagai pelatih. Padahal saat ini karibnya dulu di El Real, Raul Gonzalez baru saja menangani Madrid Castilla.

Kendati demikian, top skorer Liga Champions 2003-2004 itu tidak mau jauh-jauh dari sepak bola. Saat ini ia justru sedang bertarung dalam pemilihan presiden Asosiasi Pesepak Bola Spanyol (AFE).

Real France

Pemain jebolan akademi Albacete ingin menyelamatkan AFE yang beberapa waktu lalu diterpa masalah suap dari presidennya, David Aganzo. Kondisi AFE pun sedang tidak menentu karena dua wakil presidennya sudah mengundurkan diri beberapa waktu lalu.

Untuk menuju AFE 1, Fernando Morientes memiliki sedikit keuntungan. Langkahnya mendapat restu dari banyak pesepak bola Spanyol sepeti David De Gea, Juan Mata, Sergio Ramos, dan beberapa kapten klub LaLiga.

Seperti dikutip Football5star dari Marca, para pemain Spanyol percaya jika Morientes bisa menyatukan semua pemain. Selain itu mereka juga yakin jika mantan penggawa La Furio Roja bisa membawa AFE keluar dari masalah suap ini.

Akan tetapi, bukan berarti pria yang telah tampil dalam 586 pertandingan bisa melenggang dengan mudah. Pasalnya, presiden AFE saat ini, David Aganzo, masih belum mau meletakkan jabatannya.

Fernando MorientesKabar Terbaruraul gonzalezReal Madrid