Kabar Terbaru Marcel Witeczek, Pembunuh Barcelona di Piala UEFA 1996

Football5Star.com, Indonesia – Pada 1996, Bayern Munich menggenapkan koleksi gelar dengan menjuarai Piala UEFA. Saat itu, Die Roten diperkuat nama-nama beken. Sebut saja Lothar Matthaeus, Markus Babbel, Mehmet Scholl, hingga Juergen Klinsmann. Namun, saat semifinal lawan Barcelona, justru Marcel Witeczek yang gemintang.

Tanpa Witeczek, Bayern tak akan menjuarai Piala UEFA 1996. Dalam dua laga pada semifinal lawan Barcelona, dia selalu mecetak gol. Pada leg I di kandang sendiri yang berakhir 2-2, dia membuat gol penyeimbang 1-1 hanya 6 menit setelah masuk menggantikan Andreaa Herzog saat babak kedua dimulai. Adapun di kandang lawan, sebagai starter, dia menciptakan gol pada menit ke-84 yang membawa Bayern unggul 2-0 dan menang 2-1.

Sosok Witeczek jadi simbol tersendiri pada laga itu. Dia tak ubahnya menggambarkan Bayern yang hanyalah underdog di hadapan Barcelona. Patut diingat, El Barca kala itu diperkuat Luis Figo, Gheorghe Hagi, Pep Guardiola, Gheorge Popescu, Jose Maria Bakero, hingga Ivan de la Pena. Mereka pun ditangani si genius, Johan Cruyff.

fifa.com

Witeczek mengakui laga lawan Barcelona paling berkesan sepanjang karier profesionalnya. Hal itu diungkapkan pria berdarah Polandia itu dalam sebuah wawancara dengan Die Welt pada 2013.

“Bermain menghadapi lawan hebat seperti itu sangatlah fantastis. Pada leg pertama, pelatih Otto Rehhagel memasukkan saya untuk menggantikan Andreaa Herzog pada babak kedua dan saya mencetak gol yang membuat keadaan jadi 1-1. Pada akhirnya, laga berkesudahan 2-2,” kata Marcel Witeczek seperti dikutip Football5Star.com dari Die Welt.

Balas Dendam kepada Barcelona

wettmaxx.com

Bukan hanya itu yang membuat Witeczek bangga. Bagi dia, kesuksesan Bayern mengeliminasi Barcelona pada semifinal Piala UEFA 1996 adalah penuntasan dendam. Sebelumnya, dua kali dia merasakan sakit hati dari El Barca.

“Pada 1986, saya dan (Bayer) Uerdingen dieliminasi Barcelona pada babak 16-besar Piala UEFA. Lalu, bersama Kaiserslautern, kami unggul 3-0 pada leg II Piala Champions 1991 setelah kalah 0-2 pada leg I putaran ke-2. Itu bertahan hingga menit akhir. Namun, Jose Bakero membuat kedudukan jadi 3-1 dan kami tereliminasi. Itu sungguh pahit,” ujar Witeczek lagi.

Dua gol di gawang Barcelona itu pun punya catatan menarik. Hanya itulah gol yang dibuat Witeczek pada pentas Piala UEFA 1996 meskipun sempat dipercaya turun oleh Rehhagel dalam 6 laga dari penyisihan hingga semifinal dan tampil pada dua leg final melawan Girondins Bordeaux bersama pengganti Rehhagel, Franz Beckenbauer.

Selain menjuarai Piala UEFA 1996, Marcel Witeczek juga menjuarai Bundesliga bersama Bayern Munich pada 1994 dan 1997. Adapun bersama timnas junior Jerman, dia sempat jadi top skorer Piala Dunia U-17 1985 dengan 8 gol dan Piala Dunia U-20 1987 berkat torehan 7 gol.

Witeczek Galakkan Olahraga

rga.de

Witeczek secara resmi mengakhiri karier profesional bersama SG Wattenscheid pada 2005. Dia lantas bergabung dengan sebuah lembaga asuransi kesehatan, yakni AOK Rhineland/Hamburg. Di sana, dia berjumpa eks rekan mainnya di Borussia Moenchengladbach, Michael Klinkert.

Tergabung pada divisi pencegahan, Witeczek menggalakkan kesadaran berolahraga di kalangan anak-anak sekolah dasar. Salah satu program AOK adalah “Bugar Melalui Sekolah”. Lewat program ini, eks striker Bayern itu berbagi ilmu sepak bola dan olahraga.

Witeczek menilai dalam satu dekade terakhir ini, kebugaran anak-anak makin buruk. “Atas alasan itulah, kami tak terlalu menekankan soal sepak bola, tetapi meningkatkan kebugaran dan kerja sama secara umum,” ujar dia kepada Remscheider General-Anzeiger pada 2016.

Melalui program AOK, Marcel Witeczek ingin membangun kesadaran anak-anak untuk melakukan olahraga pada waktu senggang. Dia pun menunjukkan kepada mereka arti penting hal itu untuk tumbuh kembang mereka, termasuk dalam hal bersosialisasi dengan lingkungan.

BarcelonaBayern MunichKabar TerbaruLiga JermanMarcel WiteczekPiala UEFA