Kabar Terbaru Mario Jardel, Bomber Brasil yang Jadi Mentor Cristiano Ronaldo

Football5star.com, Indonesia – Brasil memang tak pernah kehabisan pemain berbakat di lapangan hijau. Talenta negeri Samba itu ada hampir di seluruh kompetisi dunia, tak terkecuali di Turki. Adalah Mario Jardel salah satu bintang Brasil yang sempat menjadi mentor untuk seorang Cristiano Ronaldo.

Bernama lengkap Mário Jardel de Almeida Ribeiro, pemain kelahiran Fortaieza, Brasil itu mengawali kariernya di Vasco da Gama pada 1991. Empat musim berstatus pemain andalan di Vasco, Mario Jardel mengoleksi 26 gol dari 56 caps.

Pada 1995-1996, Jardel sempat dipinjamkan ke Gremio. Di klub ini, torehan Jardel menggila. Ia mengoleksi 67 gol dari 73 pertandigan. Torehan gol ini yang membuat klub Portugal, FC Porto tertarik untuk meminangnya.

Di klub berjuluk si Naga ini, Jardel mulai dikenal publik sepak bola dunia. Ia jadi andalan bagi dua pelatih FC Porto, António Oliveira dan Fernando Santos. Lima musim bermain di Stadion do Dragão, Jardel mengoleksi 130 gol dari 125 pertandingan.

Delapan gelar diberikan Jardel untuk Porto. Ia juga meraih gelar top skor selama lima musim di Liga Portugal. Empat musim didapatnya saat membela Porto, satu musim lagi saat ia membela Sporting Lisbon pada 2001-02.

Saat bermain di Sporting, Jardel bertemu Cristiano Ronaldo. Jardel pernah mengatakan bahwa Ronaldo begitu kagum dengan dirinya. “Dia melihat saya sebagai idolanya. Sekarang justru saya melihatnya sebagai idola saya,” kata Jardel.

Kabar Terbaru Mario Jardel, Bomber Brasil yang Jadi Mentor Cristiano Ronaldo
A Bola

“Saya yakin dia belajar sesuatu dari saya. Dia akan mengikuti saya dengan sangat hati-hati,” tambahnya. Yang menarik, Jardel sempat mengatakan bahwa Ronaldo sempat berkencan dengan kakak perempuannya.

“Ia sempat berkencan dengan kakakku sebentar. Kakak perempuan saya sekarang tidak pernah menyangka bahwa dia jadi pemain sehebat ini.” ucap Jardel.

Kabar terbaru Mario Jardel

Jardel memutuskan untuk pensiun pada 2011 di klub kecil, Rio Negro. Pemain yang sempat merumput di Liga Italia bersama Ancona pada 2004 tersebut tidak seperti pemain lain yang pensiun alih profesi sebagai pelatih.

Ia baru-baru ini lebih banyak menghabiskan waktu dengan menjadi host atau bintang tamu di acara televisi Brasil. Segmen acara yang dipandu oleh Jardel pun tak selalu berkaitan dengan sepak bola.

Striker yang hobi minum kopi ini juga sempat terlihat aksi sosial di kampung halamannya. Lewat akun Instagram pribadinya, Jardel pada 21 April lalu ikut bersama organisasi sosial membagikan coklet kepada anak-anak tak mampu.

Selain itu, ia juga terlibat dalam proyek sosial membagikan 100 keranjang berisi kebutuhan sembako kepada para pegadang kaki lima yang terkena dampak virus corona di Brasil.

“Pada saat ini ketika seluruh dunia menderita, kita harus bersatu untuk saling membantu kepada sesama. 100 keranjang ini dibagikan untuk para pegadang kaki lima.” tulis Jardel.

Meski begitu, perhatian dan kecintaan Jardel pada sepak bola tak luntur. Ia tetap memberikan perhatian kepada perkembangan sepak bola, utamanya sepak bola Turki.

Jardel yang sempat bermain di Galatasaray pada 2000-01 dan memberikan gelar Piala Super Eropa baru-baru ini sempat terlibat perselisihan dengan mantan rekannya, Emre Bbelözoğlu.

Pada postingan di Instagram-nya empat hari lalu, Jardel membagikan foto skuat Galatasaray namun memburamkan wajah dari Emre. Postingan ini membuat media Turki menyebut bahwa Jardel dan Emre memiliki perselisihan sejak bertemu di klub.