Kabar Terbaru Martin Jorgensen, Andalan Tim Dinamit di Klub Medioker

Football5star.com, Indonesia – Sejak era 90-an hingga awal 2000-an tim Dinamit, Denmark memiliki talenta terbaik di lapangan hijau. Setelah Laudrup bersaudara, Denmark memiliki gelandang serang terbaik bernama Martin Jorgensen.

Pemain bernama lengkap Lars Martin Jorgensen ini mengawali karerinya di akademi AGF di Denmark. Pemain yang bisa juga ditempatkan sebagai winger kanan ini, pada 1997 hijrah ke pentas Serie A dan bergabung ke salah satu tim medioker, Udinese.

Bersama tim yang berasal dari kota dekat Venezia ini, Jorgensen jadi andalan pelatih ‎Bianconeri di lini tengah. Di Udinese sendiri sudah terlebih dahulu ada rekan senegaranya, Thomas Helveg. Di musim 1997-98, Jorgensen jadi tumpuan bagi strategi Alberto Zaccheroni.

Di musim pertamanya ini, Jorgensen bahu membahu bersama Oliver Bierhoff, Tomas Locatelli, serta Giuliano Giannichedda bawa Udinese finish di urutan ketiga klasemen akhir Serie A musim itu. Saat Zac digantikan oleh Francesco Guidolin, Jorgensen masih jadi andalan di lini tengah.

Sayang di musim keduanya, Jorgensen tak bisa ulangi raihan di musim 1997-98. Meski begitu ia tetap dianggap salah satu gelandang terbaik di Serie A musim itu. Setelah 8 musim bermain di Udinese, Jorgensen pada 2004 memutuskan hijrah ke Fiorentina.

Kepergian Jorgensen ke Fiorentina sendiri seperti dikutip dari bleacherreport, Selasa (16/6/2020) menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya kedua tim sama-sama melakukan pembicaraan tertutup untuk kepindahan Jorgensen.

Fiorentina sendiri sempat dikabarkan terpaksa untuk menampung Jorgensen. Pasalnya Udinese di musim itu tengah cuci gudang dengan menjual hampir separuh pemain seniornya. Terkesan tidak terlalu dibutuhkan, faktanya Jorgensen membela tim Florence itu sebanyak 150 pertandingan.

Kabar Terbaru Martin Jorgensen

Setelah pensiun dari sepak bola di tim mudanya, AGF pada 2014, Jorgensen saat ini lebih banyak menyibukkan diri untuk menikmati hidup. Ia sempat diketahui terjun ke dunia bisnis dengan melanjutkan perusahaan transportasi bus milik keluarganya.

Yang menarik saat masih berstatus sebagai pemain, Jorgensen diketahui acapkali mengemudikan bus tim. Namun sebelum benar-benar menjalankan bisnis keluarganya tersebut, Jorgensen sempat menjadi pemandu bakat di tim kecilnya, AGF.

Pada 2015, ia diangkat jadi pelatih untuk tim U-14 AGF. Di tahun yang sama ia diangkat jadi asisten pelatih Denmark. Beberapa waktu lalu seperti dikutip dari media Denmark, Jorgensen sempat mengeluhkan kondisi perusahaan miliknya di tengah pandemi COVID-19.

Jorgensen menyebut bahwa perusahaannya mendapat efek sangat besar akibat pandemi COVID-19. Sebagai direktur perusahaan, ia harus memutar otak agar perusahaannya tersebut bisa beertahan.

Untungnya sejumlah industri transportasi di Denmark mendapat bantuan dana dari pemerintah. Perusahaan milik Jorgensen pun dikabarkan mendapat bantuan sebesar 725 juta krona.

“Ini adalah langkah yang benar dari pemerintah. Di sini saya harus menunggu sampai saya harus tahu seperti apa detailnya ke depan di situasi seperti ini,” kata Jorgensen.

“Dulu saya sangat senang karena mendapat untung besar dari perusahaan ini. Industri transportasi berjalan dengan bagus. Namun saat ini menjadi sulit, apalagi paket pinjaman di bank pun sekarang memiliki banyak syarat yang menyulitkan,” tambahnya.

Meski begitu diakui oleh pria 44 tahun tersebut bahwa dirinya masih bersyukur bahwa perusahaan miliknya masih bisa bertahan di kondisi saat ini.

“Saya hanya bersyukir bahwa kami masih memiliki pelanggan dan tidak ragu kepada kami. Ada banyak pemahaman bahwa saat ini kita sedang menghadapi tekanan sangat besar,” ucapnya.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More