Kabar Terbaru Ortizan Solossa, Roberto Carlos-nya Indonesia

Football5Star.com – Indonesia pernah memiliki bek kiri tangguh yang melegenda bahkan dijuluki Roberto Carlos, yakni Ortizan Solossa. Bagaimana kabarnya saat ini?

Terakhir kali, pemain kelahiran Sorong, Indonesia itu tercatat sebagai bagian dari tim Persiram Raja Ampat. Dia bermain di klub itu pada 2013-2014 dan memainkan 19 laga saat itu, sebelum akhirnya memutuskan gantung sepatu.

Berbeda dengan kebanyakan pesepak bola, Ortizan tak memilih karier lanjutannya dengan dunia si kulit bundar. Dia kini tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua.

Sebenarnya Ortizan tak ujuk-ujuk jadi PNS atau cuma mengandalkan nama besarnya di sepak bola. Tapi, pria kelahiran 28 Oktober 1977 memang sosok yang punya latar belakang istimewa dalam segi pendidikan. Ortizan merupakan lulusan sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Cendrawasih.

Tahun lalu, Ortizan sempat memamerkan dirinya yang mengenakan seragam PNS berfoto bersama dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. “Dihari yg special..akhirnya bisa bertemu dengan..bp 01 dan ibu negara,” tulis Ortizan bertepatan dengan ulang tahunnya.

Kabar Terbaru Ortizan Solossa, Roberto Carlos-nya Indonesia

Meski bertugas sebagai abdi negara, Ortizan Solossa jua tak bisa jauh-jauh dari sepak bola. Beberapa waktu lalu, dia jua baru saja membagikan beberapa kegiatannya saat tengah bermain di Stadion Utama Papua Bangkit.

View this post on Instagram

Uji coba di spaba⚡😇

A post shared by Ortizan solossa (@solossaortizan) on

Memang, sebenarnya sebelum benar-benar pensiun, Ortizan masih aktif bermain sepak bola. Dia sempat memperkuat tim bernama Wevo Maybrat dalam turnamen Piala Super Safcom VI.

Bukan Cuma Legenda Papua, Tapi Indonesia

Ortizan Solossa bukan cuma melegenda buat publik Papua, tapi Indonesia. Namanya sempat diagung-agungkan bersama PSM Makassar, Persija Jakarta, hingga Arema Malang, termasuk pula di Persipura Jayapura.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Bintang yang Pernah Perkuat Persija dan PSM Sebelum Era Liga 1
Koran Fajar/Memori_PSM

Kakak kandung Boaz Solossa itu menjadi bagian penting bersama PSM Makassar. Hal itu setelah dia membawa Juku Eja menjadi jawara di Liga Indonesia musim 1999-2000. Bersama PSM, Ortizan main dalam 91 pertandingan dan mengemas lima gol. Musim 2004, dia kemudian hijrah ke Persija Jakarta.

View this post on Instagram

Persija…

A post shared by Ortizan solossa (@solossaortizan) on

Saat memperkuat Macan Kemayoran, pemain didikan Diklat PPLP Irja itu memang tak mampu menghadirkan gelar. Tapi, di sana dia bermain begitu istimewa. Paling diingat ialah ketika dia main melawan Persipura dalam final Liga Indonesia 2005. Meski saat itu Persija kalah 2-3 dari Persipura, Ortizan masih diingat dengan baik the Jakmania setelah menjalani 64 pertandingan dan mengemas 5 gol.

Sebelum kembali ke Persipura, Ortizan sempat mampir ke Arema Malang periode 2006-2008 dan menjalani 46 laga serta mengemas satu gol. Nah, 2008 dia kembali berbakti kepada Persipura, klub yang membesarkan namanya.

View this post on Instagram

Persipura day…🔥❤️

A post shared by Ortizan solossa (@solossaortizan) on

Dalam periode keduanya bersama Persipura, Ortizan Solossa meraih sukses besar. Dia ada dalam skuat Persipura yang meraih dua gelar ISL, satu Indonesia Community Shield, dan 1 Inter Island Cup. Ponakan eks Gubernur Papua, Jaap Solossa itu jua memiliki 14 caps dan sempat mencetak gol saat Indonesia menggunduli Kamboja delapan gol tak berbalas di Stadion My Dinh, 13 Desember 2004.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More