Kabar Terbaru Roger Milla, Legenda Afrika yang Pernah Bela Pelita Jaya

Football5Star.com, Indonesia – Panggung sepak bola Indonesia pernah diramaikan oleh pemain-pemain yang berpengalaman tampil di Piala Dunia. Salah satunya adalah legenda sepak bola Afrika, Roger Milla. Pada 1994-95 atau musim pertama Liga Indonesia, pemain asal Kamerun itu membela Pelita Jaya. Musim berikutnya, dia membela Putra Samarinda.

Pada pentas Piala Dunia, Roger Milla juga adalah legenda. Hingga saat ini, dia masih tercatat sebagai pencetak gol tertua. Kala menjebol gawang Rusia pada Piala Dunia 1994, dia sudah berumur 42 tahun. Lalu, bersama Asamoah Gyan, dia merupakan pemain Afrika tersubur pada pentas ini dengan 5 gol.

Tak hanya itu, sosok Milla juga dikenang karena selebrasi uniknya. Pada gelaran Piala Dunia 1990, dia selalu merayakan gol dengan berdansa di pojok lapangan. Selebrasinya itu selalu diingat para penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Secara pribadi, sosok yang pernah membela HSC Montpellier dan AS Monaco itu mengakui pentas Piala Dunia adalah kenangan terbaiknya. Terutama pada 1990 ketika dia sebenarnya sudah tak lagi masuk jajaran pemain andalan timnas Kamerun.

“Kenangan terbesar saja adalah Piala Dunia 1990, yakni saat membela tim saya, The Indomitable Lions di Italia. Kami adalah tim Afrika pertama yang lolos ke perempat final dalam sejarah Piala Dunia,” ujar Roger Milla seperti dikutip Football5Star.com dari Okay Africa.

Lebih lanjut, pria yang kini berumur 67 tahun itu mengungkapkan, “Saya juga selalu mengingat pertandingan terakhir dalam karier profesional saya, yakni melawan Rusia pada 1994. Kami kalah, tapi saya mencetak gol meskipun berstatus pemain tertua pada Piala Dunia kala itu. Saya berumur 42 tahun.”

Secara total, Roger Milla berkiprah selama 26 tahun di sepak bola. Dia memulai kiprahnya bersama Leopard Douala pada 1970 dan mengakhirnya bersama Putra Samarinda pada 1996. Dalam rentang itu, dia antara lain dua kali juara Coupe de France dan dua kali juara Piala Afrika.

Pengabdi Alam dan Sosial

Label sebagai legenda sepak bola Afrika dan Piala Dunia selalu melekat pada diri Roger Milla. Tak terkecuali saat ini ketika dia tak lagi berkutat dengan ingar-bingar sepak bola.

Saat ini, Milla lebih sibuk sebagai penjaga kelestarian Planet Bumi. Melalui yayasan dan program yang dibuatnya, dia coba berkontribusi bagi lingkungan dan sosial.

Pada 2015, lewat Yayasan Heart of Africa miliknya, Roger Milla membuat program pemanfaatan sampah plastik menjadi paving block. Program ini dimulai di Douala, lalu Yaounde, Kamerun. Selain menyelamatkan lingkungan, program ini juga mampu memberdayakan para pemuda Afrika yang tak punya pekerjaan.

“Selama 50 tahun, para ilmuwan telah memperingatkan kemungkinan kerusakan Planet Bumi. Kita melihat dengan tanpa daya saat lingkungan berubah secara negatif. Melalui suara saya, para atlet memutuskan untuk berkomitmen melawan perubahan iklim,” ucap Roger Milla di laman resmi WWF pada 2018.

Pria yang dua kali terpilih sebagai Pemain Terbaik Afrika itu menambahkan, “Setiap menit berlalu, lapangan sepak bola hancur. Saya berseru kepada komnitas nasional dan internasional untuk menemukan solusi untuk mengatasi masalah-masalah di planet ini.”

Pada Akhir 2019, Roger Milla membuat NOMA Fund untuk memerangi penyakit noma yang menyerang begitu banyak anak-anak di Afrika. Dia menggandeng beberapa legenda sepak bola lain seperti Joseph Antonie Bell, Francois Omam-Biyick, Patrick Mboma, dan Samuel Eto’o.

“Mata saya terbuka soal penyakit Noma ini pada 2018. Saya melihat penderitaan anak-anak yang sakit dan keluarga mereka. Namun, di atas itu semua, saya terpukul oleh ketidakadilan yang ditunjukkan penyakit ini. Perlu dicatat, 90 persen anak-anak yang terkena Noma tidak bertahan hidup! Itu angka yang yang membuat saya prihatin,” kata Roger Milla di laman resmi NOMA Fund.

Melalui NOMA Fund, Roger Milla mengajak semua pihak untuk menunjukkan kepedulian terhadap penyakit Noma yang luar biasa ganas. Untuk awalan, dia mencanangkan program melawan Noma 2021-2030 yang disokong Samuel Eto’o.

Liga IndonesiaPiala DuniaRoger MillaTimnas Kamerun