Kabar Terbaru Salvatore Schillaci, Pemain Terbaik Piala Dunia 1990

Football5Star.com, Indonesia – Mengenang Piala Dunia 1990, tidak mungkin tidak mengenang sosok Salvatore Schillaci. Dialah sang fenomena pada ajang sepak bola terakbar yang dihelat di Italia itu. Dialah sang pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak.

Schillaci adalah fenomena. Kemunculannya di Piala Dunia 1990 sungguh luar biasa. Dia menjadi bintang di tengah para bintang. Dia lebih benderang dari Diego Maradona, Lothar Matthaeus, Gary Lineker, Paul Gascoigne, dll. Padahal, sejatinya dia hanyalah pemain cadangan.

Di timnas Italia waktu itu, pelatih Azeglio Vicini sebetulnya lebih mengandalkan Gianluca Vialli dan Andrea Carnevale di lini depan. Namun, karena dua pemain itu “macet”, dia lantas berpaling ke bangku cadangan. Roberto Baggio dan Schillaci jadi pilihan. Tak dinyana, kerja sama keduanya lebih baik dan Schillaci justru jadi juru selamat. Gol demi gol lahir dari pria asal Sisilia itu.

Ledakan Schillaci di Italia ’90 sungguh di luar dugaan. Sebelumnya, dia hanya sekali tampil untuk Gli Azzurri, yakni saat menang 1-0 atas Swiss pada akhir Maret. Namun, Fortuna sepertinya menaungi striker Juventus itu sepanjang turnamen. Gol demi gol lahir dari ketajamannya. Dalam 6 laga dari penyisihan grup hingga perebutan tempat ke-3, hanya gawang timnas AS yang gagal dijebolnya.

dailycannon.com

“Faktanya, itu hampir seperti dongeng. Dari sejak anak-anak, saya bermimpi jadi pesepak bola. Sama seperti kebanyakan anak-anak. Saya bekerja keras untuk main di Serie A atau Serie B. Pada akhirnya, saya masuk timnas dan mendapatkan hasil berbeda, jauh dari perkiraan saya semula,” ujar Salvatore Schillaci seperti dikutip Football5Star.com dari Giocopulito.

Meneruskan kisahnya, Schillaci berujar, “Semuanya saya lakukan dengan kerendahan hati dan kesederhanaan. Ketika diberi kesempatan, saya selalu coba memberikan yang terbaik. Saya berhasil dan Piala Dunia adalah pengalaman luar biasa yang mentahbiskan saya dalam sejarah dengan meraih top skorer, pemain terbaik, peringkat kedua Ballon d’Or, dan sepatu emas. Semua itu sungguh tak terbayangkan sebelumnya.”

Schillaci Enggan Jadi Pelatih

Piala Dunia 1990 memang sepertinya ditakdirkan untuk jadi milik Salvatore Schillaci. Dia pun dilahirkan untuk Italia ’90. Setelah kegemilangan itu, kariernya justru menurun. Dia pun akhirnya terbuang ke Jepang, bergabung dengan Jubilo Iwata pada edisi pertama J-League.

Meskipun demikian, Schillaci tak menilai itu sebagai langkah mundur. “Itu betul-betul pengalaman sangat bagus. Saya ingin melakukan itu karena ingin coba bermain di luar Italia. Sayalah pesepak bola Italia pertama yang main di luar negeri. Saya bisa katakan, pada akhirnya saya bahagia karena itu adalah pengalaman hebat,” urai dia.

vanityfair.it

Schillaci mengakhiri karier profesionalnya sebagai pesepak bola pada akhir musim 1995-96. Berbeda dari beberapa rekannya, dia sama sekali tak mau jadi pelatih. Sejak awal, pilihan itu ada di urutan terakhir.

“Demi bersama keluarga, saya putuskan tak jadi pelatih. Saya ingin menikmati hidup,” kata Schillaci. “Saya lebih memilih jadi aktor, bintang tamu, komentator atau ikut ‘Quelli che il calcio‘ ketimbang stres di bangku pelatih.”

Begitulah adanya. Schillaci lantas mengadu peruntungan di dunia film dan televisi. Pada 2004, dia ikut reality show L’isola dei famosi. Empat tahun kemudian, jadi tokoh mafia dalam film Amore, bugie e calcetto. Lalu, pada 2012, dia main di serial televisi Benvenuti a tavola – Nord vs Sud.

Tak Lupakan Sepak Bola

Bukan hanya dunia seni peran yang digeluti pria kelahiran 1 Desember 1964 itu. Dia pun sempat menjajal dunia politik. Pada 2001, dia mengikuti pemilihan anggota dewan di kotanya. Meraih 2.000 suara, dia masuk parlemen. Namun, dua tahun kemudian, dia mengundurkan diri.

Meskipun mencoba petualangan di dunia seni peran dan politik, bukan berarti Salvatore Schillaci sama sekali melupakan sepak bola. Pada 2000, dia membangun pusat olahraga di kota kelahirannya, Palermo, yang dinamai Louis Ribolla.

donnaglamour.it

“Saya membangun Pusat Olahraga Louis Fibolla untuk anak-anak di Palermo sebagai hobi dan niat baik untik membantu anak-anak dari lingkingan saya untuk membuat mereka tumbuh dengan mengenalkan mereka pada hal-hal fundamental di dunia sosial,” ujar Schillaci lagi.

Bukan itu saja yang berubah dari penampilan Salvatore Schillaci. Saat jadi pemain pada 1990-an, rambutnya tipis dan hampir habis. Sekarang, kepalanya ditumbuhi rambut lebat hasil transplantasi. Terlepas dari hal itu, dia tetap dikenang warga Italia sebagai pahlawan Gli Azzurri di Piala Dunia 1990. Dunia pun akan selalu mengingat Italia ’90 adalah Schillaci, Schillaci adalah Italia ’90.

Kabar TerbaruPiala Dunia 1990Salvatore SchillaciTimnas Italia