Kabar Terbaru Stephane Guivarc’h, Penyerang Flop yang Bisa Juara Piala Dunia

Football5Star.com, Indonesia – Olivier Giroud berhasil mencatatkan statistik yang luar biasa sepanjang pagelaran Piala Dunia 2018. Dia bermain 8 kali dan mencatatkan 0 gol walaupun bisa membawa Prancis juara. Tapi 20 tahun sebelumnya, pemain bernama Stephane Guivarc’h mencatatkan hal yang serupa.

Guivarc’h mencatatkan 0 gol dari 6 penampilannya di Piala Dunia 1998 walaupun bisa membawa Prancis juara. Tapi kenapa dia bisa menjadi penyerang utama timnas Prancis kala itu?

Guivarc’h mulai dikenal saat dia bermain di Ligue 2 bersama Guingamp dari 1991-95. Performa baiknya membuat dia direkrut oleh klub Ligue 1, Auxerre. Dia menjadi bagian dari sejarah klub tersebut karena pada musim itu 1995-96, Auxerre berhasil menjadi juara Ligue 1 untuk pertama kalinya. Tetapi Guivarc’h hanya mencetak 3 gol dari 23 penampilan. Hal itu yang membuat dia dijual ke Stade Rennes.

Kabar Terbaru Stephane Guivarc'h, Penyerang Flop Juara Piala Dunia
The Sun

Barulah bersama Rennes dia melakukan sesuatu yang luar biasa. Guivarc’h mencetak 22 gol dari 36 laga, dan itu menjadikan dia Top Skorer Ligue 1 musim 1996-97. Padahal saat itu, Rennes hanya berada 3 poin di atas zona degradasi.

Auxerre akhirnya memutuskan untuk merekrut Guivarc’h kembali pada musim depannya. Terbukti Guivarc’h kembali menjadi top skorer dengan mencetak 21 gol dari 32 laga. Bukan hanya itu, dia juga mencetak 7 gol dari 8 laga di UEFA Cup. Karena performa briliannya selama dua musim beruntun, pelatih timnas Prancis, Aime Jacquet memutuskan untuk memanggilnya ke Piala Dunia 1998 dengan memberinya nomor punggung 9.

Piala Dunia 1998

Pada Piala Dunia 1998, Jacquet memanggil 3 penyerang selain Guivarc’h yang usianya lebih muda darinya. Christophe Dugarry, dan duet penyerang 20 tahun dari Monaco, Thierry Henry dan David Trezeguet.

Guivarc’h menjadi starter pada laga pertama melawan Afrika Selatan, tapi dia diganti oleh Dugarry pada menit ke-29 karena cedera, dan pemain yang menggantikannya itu berhasil mencetak gol. Di laga selanjutnya melawan Arab Saudi dia tak dimainkan karena masih cedera. Tapi Henry dan Trezeguet berhasil mencetak gol. Dengan begitu hanya Guivarc’h penyerang yang belum berhasil mencetak gol.

Kabar Terbaru Stephane Guivarc'h, Penyerang Flop Juara Piala Dunia
Mirror

Guivarc’h bermain menjadi pemain pengganti di laga terakhir babak grup dan babak 16 besar. Lagi-lagi dia kembali gagal mencetak gol. Barulah pada perempat-final sampai final, dia selalu menjadi starter, dan dia selalu diganti sebelum menit ke-70.

Terlepas dari berhasilnya Prancis untuk menjadi juara, performa Guivarc’h dikritik habis-habisan oleh publik. Pelatih Aime Jacquet membela performa sang pemain, menurut Jacquet, performa Guivarc’h cukup bagus dan bisa diandalkan sebagai seorang pivot.

Setelah Piala Dunia dan Pensiun

Stephane Guivarc’h direkrut oleh Newcastle setelah Piala Dunia tapi dia hanya bermain 4 kali dan dijual ke Rangers pada November tahun itu. Dia akhirnya kembali ke Auxerre dan Guingamp sebelum memutuskan untuk pensiun dini pada 2002 di usia 32 tahun.

Setelah pensiun, Guivarc’h memutuskan untuk bekerja, bukan sebagai pelatih, direktur klub, atau paling tidak pundit sepak bola. Dia memutuskan untuk bekerja menjadi sales kolam renang.

Kabar Terbaru Stephane Guivarc'h, Penyerang Flop Juara Piala Dunia
The Times

“Ibu saya meninggal dan ayah saya sendiri. Jadi saya tinggal dengannya, lalu seorang bos dari pengusaha kolam renang menghubungi saya, dan ternyata dia adalah teman masa kecil saya. Dia berkata bahwa dia sedang mencari partner bisnis kolam renangnya, saya mengatakan ‘ya’ dengan bercanda. Tapi 12 jam setelah itu dia benar-benar serius. Dan akhirnya saya melakukan ini sudah lebih dari 12 tahun,” ucap Guivarc’h kepada The Sun 2018 lalu.

Dalam pekerjaannya Guivarc’h harus menjual paling tidak dua kolam renang dalam sebulan. Dia berkendara lebih dari 35 ribu mile per tahunnya, hanya untuk mengetuk pintu rumah dan menawarkan kolam renangnya. Dia mengakui terkadang ada beberapa pelanggan yang mengenalinya, dan itu membuat Guivarc’h senang.

“Jika pelanggannya adalah fan sepak bola, itu bagus karena saya bisa berbicara soal sepak bola, tidak hanya soal kolam renang. Hanya karena saya memenangkan Piala Dunia, bukan berarti saya tak bisa bekerja di area lain. Nomor telepon saya ada di web perusahaan dan terkadang fans masih menelepon saya dan menyanyikan anthem Piala Dunia 1998,” kata Guivarc’h.

Stephane Guivarc’h saat ini tinggal bersama istri dan tiga anaknya di kampung halamannya, Concarneau, sebuah kota pelabuhan di Prancis Barat.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More