Kabar Terbaru Sylvain Wiltord, Anggota Trisula Maut Prancis di Arsenal

Football5star.com, Indonesia – Arsene Wenger adalah pembuka gerbong masuknya pemain-pemain Prancis di Arsenal. Salah satu yang mencuri perhatian di sana adalah Sylvain Wiltord.

Kedatangan Sylvain Wiltord ke Highbury 2000 silam melengkapi trisula maut Prancis yang ada di lini depan Arsenal ketika itu. Sebelumnya mereka sudah kedatangan Robert Pires dan top skorer sepanjang masanya, Thierry Henry.

Didatangkan dengan mahar 17 juta pounds dari Bordeaux, Wiltord menjadi kunci permainan tim. Sejak kehadirannya, klub London Utara tidak lagi berporos pada seorang Thierry Henry. Posisinya sebagai second striker mampu memecah konsentrasi pemain lawan.

Talksport

Wiltord, bersama Robert Pires dan Henry secara bergantian membobol jala lawan. Tipe permainan mereka yang dinamis juga tidak jarang membuat mereka bertukar tugas di lini depan.

Kendati begitu, butuh dua tahun untuk Wiltord memberikan gelar di Arsenal. Tapi tidak tanggung-tanggung, ia langsung mempersembahkan dua gelar musim 2001-2002 dengan memenangi Premier League dan Piala FA.

Dua tahun kemudian, apa yang dicapai Sylvain Wiltord kian mengilap. Dia menjadikan Meriam London tak terkalahkan musim 2003-2004 dan sampai sekarang status The Invincible tetap menjadi milik mereka.

premierleague.com

Akan tetapi, pada musim tersebut pemain asal Prancis tidak berkontribusi banyak. Ia hanya tampil 12 kali dengan mencetak tiga gol. Walau begitu, catatan tersebut tetap tidak bisa menutupi kehebatannya selama empat musim di Arsenal.  Ia menorehkan 174 laga dan mencetak 48 gol serta 21 assist.

Dan ternyata status The Invincible jadi persembahan terakhirnya di Highbury. Setahun kemudian, ia pulang kampung untuk memperkuat Lyon. Pulang ke Prancis, pemain kelahiran 1974 tidak kehilangan taji. Ia membawa Lyon memenangkan Ligue 1 tiga musim beruntun.

Selepas dari Lyon, pesona sang pemain mulai memudar. Terbukti, ia beberapa kali tidak memiliki klub. Sempat kembali ke klub masa kecilnya, Rennes, dan beberapa klub lain seperti Marseille dan Nantes, Wiltord akhirnya memutuskan pensiun pada 2012 lalu ketika usianya 38 tahun.

Menjadi Konsultan Olahraga

Setelah pensiun, pemilik 92 caps bersama timnas Prancis terlibat dalam banyak kegiatan olahraga, termasuk sepak bola. Ia sempat menjadi pundit sepak bola di televisi Prancis selama beberapa tahun.

Disela-sela kesibukannya sebagai pundit, pemain yang telah mengoleksi 612 pertandingan sepanjang kariernya ini mengembangkan sayap di olahraga lain. Pada 2014 lalu ia mempromosikan olahraga baru bernama footgolf. Tidak hanya menjadi duta footgolf, ia juga sempat menjabat sebagai pelatih timnas.

Pada 2015, dirinya terjun ke dunia hiburan dengan menjadi peserta di salah satu reality show Prancis untuk mantan olahragawan. Pada acara tersebut ia diharuskan bertahan hidup dengan lingkungan yang tidak mengenakkan.

Le Parisien

Acara ini pun membawa Wiltord ke Argentina. Namun, di sana ia beserta delapan peserta lainnya tertimpa musibah. Helikopter yang membawa mereka mengalami kecelakaan dan menewaskan 10 orang di dalamnya.

Akibat kejadian ini, pemain jebolan akademi Rennes sempat diisukan meninggal dunia. Beruntung, kabar tersebut tidak benar.

Tidak lama berselang, dia keluar dari reality show tersebut dan kembali ke dunia olahraga. Sampai saat ini Sylvain Wiltord berkarier sebagai konsultan olahraga di Prancis.