Kabar Terbaru Tim Cahill: “Petinju” Kebanggaan Rakyat Australia

Football5star.com, Indonesia – Banyak orang yang mengenal legenda Everton dan timnas Australia, Tim Cahill berkat selebrasi bak petinju yang kerap ia peragakan ketika mencetak gol. Selebrasi tersebut menjadi salah satu yang paling ikonik di abad ke-21.

Selama aktif bermain, Cahill dikenal sebagai seorang gelandang yang sering memecah kebuntuan berkat sundulan mautnya. Total, pria 41 tahun itu berhasil mencetak 68 gol dari 276 penampilannya bersama Everton.

Selain itu, Cahill juga menjadi pemain andalan timnas Australia pada peride 2004 hingga 2018. Cahill sukses membawa Socceroos tampil di Piala Dunia 2006,2010,2014, hingga 2018. Di level internasional, Cahill sukses mencetak 50 gol dari 108 caps.

Kabar Terbaru Tim Cahill - Everton - Australia - ABC
Squawka

Semenjak hengkang dari Everton pada 2012 lalu, nama Cahill memang seolah menghilang dari peredaran. Ia pun sempat bermain untuk New York Red Bulls, Shanghai Shenhua, dan Melbourne City sebelum akhirnya gantung sepatu bersama klub India, Jamshedpur pada 2019 lalu.

KABAR TERBARU TIM CAHILL

Selepas pensiun, Tim Cahill langsung dipekerjakan oleh FIFA sebagai salah satu ambassador Piala Dunia 2022. Selain Cahill, FiFA juga menunjuk beberapa nama beken lainnya seperti Xavi Hernandez, Cafu, dan Samuel Eto’o.

Sebagai ambassador, Cahill bertugas untuk memasarkan Piala Dunia 2022 kepada penggemar sepak bola di seluruh dunia. Tak hanya itu, Cahill juga sempat melempar pujian kepada pemerintah Qatar yang masih terus melakukan persiapan jelang Piala Dunia 2010.

“Sejauh ini, semuanya berjalan sesuai rencana dan tepat waktu. Stadion ketiga sudah selesai dibangun. Selain itu, infrastruktur di stadion lainnya juga sudah 80% selesai,” kata Cahill dikutip dari The Peninsula Qatar.

Kabar Terbaru Tim Cahill - Everton - Australia - qatar2022. qa
qatar2022.qa

“Pemerintah Qatar sudah melakukan hal-hal positif yang membuat persiapan berjalan sesuai rencana. Saya pun terkesan karena persiapan kami tak terganggu pandemi COVID-19,” sambung Cahill.

Selain bekerja untuk FIFA, Cahill juga memutuskan untuk mengabdi bersama Everton. Pria 41 tahun itu mengaku sempat bekerja sebagai asisten pelatih di tim akademi Everton selama enam bulan.

“Saya tentu ingin menjadi manajer suatu hari nanti. Saya baru saja menghabiskan enam bulan bekerja sebagai asisten pelatih di tim akademi Everton,” kata Cahill kepada Sky Sports.

“Menjadi asisten manajer merupakan pekerjaan yang fantastis. Karena, saya bisa langsung belajar mengenai perkembangan dan proses pendewasaan diri para pemain muda,” tandas Cahill.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More