Kalah 1-4 Dari Braga, Pelatih Fenerbahce Merasa Dirampok Wasit

Sporting Braga mengalahkan Fenerbahce dengan skor 4-1 dalam leg kedua babak 16-besar Liga Europa yang berlangsung di Estadio Municipal de Braga, Jumat (18/3) dini hari. Kemenangan tersebut membalas hasil buruk yang diraih Braga pada leg pertama lalu di mana mereka kalah 0-1.

Dalam pertandingan yang berlangsung keras dan sengit, wasit Ivan Bebek asal Kroasia terpaksa mengobral enam kartu kuning dan tiga kartu merah Fenerbahce, sedangkan tuan rumah Braga hanya mendapat dua kartu kuning.

Gol pertama kemenangan Braga dicetak oleh Ahmed Hassan Koka pada menit  ke-11 menyelesaikan umpan terobosan Nikola Vukcevic. Fenerbahce sempat menyamakan kededudukan menjadi 1-1 pada menit ke-45 melalui Alper Potuk menyelesaikan bola hasil tandukan Robin van Persie.

Gol kedua Braga disumbangkan oleh Josue pada menit ke-69 melalui titik putih. Josue dengan jitu  melakukan tendangan mendatar yang tak mampu dijangkau kiper Volkan Demirel. Lima menit kemudian Nikola Stojiljkovic mencetak gol ketiga dengan tendangan voli menyambut kiriman Pedro Santos.

Braga akhirnya mengakhiri perlawanan Fenerbahce setelah Rafa Silva mencetak gol keempat pada menit ke-83 membuat skor menjadi 4-1 yang bertahan hingga pertandingan usai.

Raut semringah pun muncul di wajah pelatih Braga, Paulo Fonseca. Dia tak menyangka anak asuhnya bisa tampil sempurna saat menghadapi salah satu raksasa asal Turki ini.

“Kami terus menunjukkan perbaikan dalam level permainan. Saya bangga bisa melatih para pemain ini. Mereka yakin kolektivitas tim bisa membuat individu mereka semakin kuat. Fenerbahce memiliki salah satu pelatih terbaik di dunia dan salah satu skuat terbaik di Eropa. Tetapi kali ini kami lebih baik dari mereka,” ujar Fonseca, dilansir Maisfutebol.

Sementara itu, Pelatih Fenerbahce, Vitor Pereira, mengkritik keras kepemimpinan wasit. Dia menilai wasit sangat tidak becus dalam membuat keputusan, yang dinilainya sangat merugikan Fenerbahce.

“Kami kehilangan organisasi permainan dan akhirnya menyerah setelah wasit membuat keputusan-keputusan yang merugikan kami. Laga ini seharusnya dipimpin oleh wasit yang lebih baik.

Comments
Loading...