Kalahkan Liverpool di Anfield, Everton Rayakan bak Juara

Football5Star.com, Indonesia – Anggota skuat Everton histeris di ruang ganti Stadion Anfield setelah menang 2-0 atas Liverpool, Minggu (21/2/2021) dini hari WIB. Mereka begitu gembira bak sudah meraih trofi juara. Hal itu terekam jelas dalam video yang diunggah bek kiri Niels Nkounkou.

Bukan hanya para pemain yang terlihat berteriak-teriak dan meluapkan kegembiraan di ruang ganti. Duncan Ferguson, asisten Carlo Ancelotti, juga larut dalam histeria di Stadion Anfield itu. Sebagai legenda The Toffees, dia memang tahu persis arti kemenangan di Stadion Anfield tersebut.

Histeria yang ditunjukkan para pemain Everton terkesan berlebihan. Namun, bila ditelusur, reaksi emosional itu sangatlah beralasan. Patut dicatat, Everton sudah sejak 2010 tak menang atas Liverpool. Khusus di Stadion Anfield, The Toffees malah sudah berpuasa kemenangan sejak 1999.

Ancelotti saja memaklumi reaksi yang ditunjukkan Ferguson. Dia bahkan mengajak para fan The Toffees untuk merayakan kemenangan itu. Dasarnya, para fan sudah sangat lama menantikan momen tersebut. Bagaimanapun, kemenangan atas rival sedaerah punya arti tersendiri.

Kemenangan di Anfield juga membawa Everton sejajar dengan Liverpool di klasemen sementara Liga Inggris. Perolehan kedua klub Merseyside itu sama. Namun, The Toffees kalah selisih gol.

Striker Everton Sindir Koeman

Oumar Niasse menyerang Ronald Koeman setelah Everton menang atas Liverpool di Stadion Anfield.
Instagram @oumarniassebaye

Berbeda dari para pemain Everton lain, striker Oumar Niasse punya cara tersendiri merayakan momen bersejarah di Stadion Anfield itu. Kemenangan sensasional The Toffees dijadikan momentum untuk menyerang pelatih Barcelona, Ronald Koeman.

Dalam unggahan di akun media sosialnya, Niasse memasang foto kemenangan Everton dan kekalahan 1-4 yang dialami Barcelona dari Paris Saint-Germain pada tengah pekan. Dia menyertakan tulisan “What a week!”

Dua momen itu memang sangat tak terduga. Everton menyudahi rekor buruk di Derbi Merseyside, sedangkan PSG menjadi klub Prancis pertama yang mampu mendulang kemenangan di kandang Barcelona, Stadion Camp Nou.

Di balik itu, Niasse sepertinya masih menyimpan dendam kepada Koeman. Pasalnya, dia sempat diperlakukan tak baik oleh pria asal Belanda tersebut. Dia sempat dikucilkan dan didemosi ke tim U-23 Everton. Namun, dia mampu bangkit dan kembali ke tim utama. Ketika manajer berganti, kesempatan bermain justru lebih mudah didapatkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More