Kaleidoskop 2017: 5 Momen Penting Sepak Bola Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Setelah dirundung awan gelap pada 2016, persepakbolaan Indonesia menemukan titik cerah di 2017. Sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), memang sudah dicabut sejak tahun lalu. Namun, aktifitas dan geliat si kulit bundar di tanah air menemui kebangkitannya pada 2017 ini.

Dimulai dari bergulirnya kembali perhalatan profesional sepak bola Indonesia dari Liga 1, Liga 2, Liga 2, hingga kompetisi amatir. Hingga berbagai prestasi yang mampu ditorehkan anak negeri di berbagai kancah sepak bola Internasional.

Berikut ini Football5Star menyajikan 5 momen penting sepak bola Indonesia selama 2017.

Kompetisi Profesional Bergulir Lagi
Gojek Traveloka Liga 1
liga-indonesia.id

Setelah beberapa bulan dirundung ketidakpastian soal kompetisi di tanah air, 15 April 2017 lalu jadi tonggak penting dalam sejarah persepakbolaan tanah air. PSSI menunjuk PT Liga Indonesia Baru untuk menghelat Liga 1, Liga 2, Liga 3, Liga Nusantara dan digulirnya Liga 1 U-19 Indonesia.

Kompetisi ini menjadi kawah candradimuka pesepak bola tanah air yang sebelumnya sempat hilang harapan akan ajang resmi. Meski sempat menemui hambatan dan beberapa pertandingan tertunda, seluruh kompetisi tersebut sudah selesai bergulir dan menemukan juaranya masing-masing.

Luis Milla Tangani Timnas Indonesia
Milla, Boaz, Kamboja
pssi.org

Tiga bulan sebelum bergulirnya liga, PSSI sudah terlebih dahulu menunjuk pelatih baru menggantikan Alfred Riedl yang dinilai kurang meyakinkan. Meski, Pelatih asal Austria tersebut membawa Timnas Indonesia jadi runner-up di ajang Piala AFF Suzuki Cup 2016.

Ditunjuknya Luis Milla sebagai entrenador anyar Skuat Garuda memberikan optimisme bagi pecinta sepak bola tanah air. Pasalnya, namanya cukup mentereng di kawasan Asia Tenggara. Milla merupakan sosok di balik kesuksesan Timnas U-21 Spanyol yang menjuarai Piala Eropa U-21 2011 lalu.

Naturalisasi Spasojevic
Ilija Spasojevic, Timnas Indonesia (pssi.org)
pssi.org

Di tengah kekuarangan striker andal, timnas Indonesia akhirnya bisa bernapas lega. Pada Oktober 2017, Ilija Spasojevic resmi mendapatkan paspor Indonesia. Pemain kelahiran Montenegro tersebut langsung menjadi pemain andalan di lini depan Tim Merah Putih. Dalam empat laga sepanjang 2017, dia berhasil mengemas tiga gol.

Berbeda dengan beberapa pemain lain yang menjalani naturalisasi secara instan, Spaso harus melewati jalan berliku. Mengadu nasib di Indonesia, dia harus menunggu tujuh tahun untuk menjadi WNI. Menurut manajernya, Gabriel Budi Liminto, sebenarnya permohonan menjadi WNI sudah diajukan sejak lama. Namun, baru pada 2017 ini permohonan itu dikabulkan.

Tiga Klub Tradisional Kembali ke Kasta Tertinggi
Persebaya Surabaya diarak keliling kota (persebaya.id)
persebaya.id

Liga 1 2018 akan diramaikan oleh tiga klub legendaris tanah air, Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan PSIS Semarang. Ketiga klub tersebut berhasil menyisihkan lawan-lawannya dari babak grup hingga knock-out di Liga 2.

Persebaya keluar sebagai Juara setelah mengalahkan PSMS pada partai final yang dihelat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, November lalu. Sedangkan PSIS berhasil mengikuti jejak langkah kedua tim tersebut setelah mengalahkan Martapura FC dalam perebutan tempat ketiga.

Comvalius Patahkan Rekor Peri Sandria
Sylvano Comvalius, Bali United (zimbio.com)
baliutd.com

Sylvano Comvalius bukan nama yang beken ketika pertama kali menginjak kakinya dan memulai karier bersama Bali United. Tak sedikit orang yang meragukan kemampuannya. Namun, tak dinyana, penyerang asal Belanda tersebut mengakhiri musim dengan luar biasa.

Pasalnya, striker Bali United itu berhasil menjadi top skorer Liga 1 dengan torehan 37 gol dan membuatnya mematahkan rekor gol semusim milik legenda klub Ligatama, Bandung Raya, Peri Sandria. Pria asal Binjai tersebut mencetak 34 gol bagi Maung Totol pada musim 1994/95.

Sayangnya, Comvalius justru hengkang ke Thailand usai keberhasilan mematahkan rekor tersebut.

Comments
Loading...