Kaleidoskop 2018: 5 Kontroversi di Sepak Bola Dunia

Football5star.com, Indonesia – Tahun 2018 tak lepas dari berbagai kejadian kontroversi di dunia sepak bola. Tak hanya di Indonesia, di belahan dunia lain banyak pula kejadian kontroversial yang mewarnai tahun 2018.

Kasus Lionel Messi yang tak masuk dalam tiga besar Ballon d’Or, misalnya. Bagaimana bisa pemain sekelas Messi harus tersisih dari posisi tiga besar dan hanya menempati peringkat keempat.

Lalu, ketika seorang pria bebal dari Setubal, Jose Mourinho yang mengeluarkan gestur menyebalkan saat Manchester United away ke Turin. Football5star.com mencoba merangkum 5 kejadian kontroversi di sepak bola dunia sebagai berikut.

Lionel Messi Tak Masuk Tiga Besar Ballon d’Or
Jordi Alba meradang Lionel Messi diremehkan oleh Pele.
elpais.com

Kontroversi di sepak bola dunia dibuka oleh Lionel Messi yang tak masuk dalam tiga besar Ballon d’Or 2018. Tiga besar Ballon d’Or diisi oleh Luka Modric – yang menjadi pemenang Ballon d’Or, Cristiano Ronaldo, dan Antoine Griezmann.  Secara statistik, Messi juga tak kalah dibandingkan yang lain. Ia bermain sebanyak 54 kali dan mencetak 51 gol dan 26 assist.

Bersama Barcelona, ia juga memberikan tiga gelar, yakni La Liga, Copa Del Rey, dan Supercopa. Ia menjadi sosok sentral dalam permainan Barcelona dan Argentina. Lalu, masihkah Messi tak layak masuk tiga besar?

Gestur Kontroversial Mourinho
Mourinho seolah mengatakan bahwa dia tak mendengar ejekan tifosi Juventus.
tuttosport.com

Kejadian ini terjadi ketika Jose Mourinho masih memimpin Manchester United. Saat itu, Setan Merah tengah bertandang ke Allianz Arena, markas Juventus. Mourinho yang pernah melatih Inter Milan – rival Juventus – mendapatkan sambutan yang tak menyenangkan.

Ia bergeming dan di akhir pertandingan, ia mengeluarkan gestur yang kontroversial. Ia menaruh tangannya di telinga seakan berbicara, “Mana suara kalian!”. Gestur itu semakin menarik karena ia membawa Setan Merah mengalahkan Juventus di kandang. The Special One memang spesial.

Selebrasi Swiss di Piala Dunia 2018
Xherdan Shaqiri, Granit Xhaka, football5star
zimbio

Ini merupakan kejadian paling kontroversial di Piala Dunia 2018. Xherdan Shaqiri dan Granit Xhaka yang saat itu membela Timnas Swiss, mencetak gol ke gawang Timnas Serbia. Sesaat setelah mencetak gol, mereka berselebrasi dengan menggambarkan seekor burung elang berkepala dua melalui tangannya.

Selebrasi yang mereka lakukan itu merupakan bentuk simbol Albania yang terletak di bendera negara. Kedua pemain tersebut memiliki darah Albania yang pernah berkonflik dengan Serbia. Selebrasi yang kental aroma politis itu berbuah hukuman denda 3,800 Paun.

Pertemuan Oezil dan Guendogan dengan Erdogan
Football5star - Twitter @AKParti
Twitter @Akparti

Sebelum Piala Dunia 2018 digelar, ada satu kejadian kontroversial yang terjadi di Jerman. Saat itu, dua gelandang Timnas Jerman, Mesut Oezil dan Ilkay Guendogan bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pada Senin (14/5/2018). Pertemuan itu dikecam oleh banyak pihak, termasuk dari federasi sepak bola tertinggi di Jerman, Deutscher Fussball Bund (DFB).

Presiden DFB, Reinhard Grindel mengkritik keputusan kedua pemain itu menemui Erdogan yang dianggap dekat dengan aroma politik. Hasilnya, kedua pemain tak memperkuat Jerman di Piala Dunia 2018 dan Der Panser pun gagal total di turnamen sepak bola terbesar di dunia. Kualat karena Oezil dan Guendogan?

Pembangkangan Kalinic
Football5star - FOX Sport
FOX Sport

Kejadian kontroversi terakhir di sepak bola dunia terjadi saat Nikola Kalinic menolak bermain di Piala Dunia 2018. Tak hanya sekali, berdasarkan pengakuan dari Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, pemain Atletico Madrid itu tiga kali menolak bermain di Piala Dunia 2018. Keputusan Kalinic yang menolak bermain membuka Dalic kesal dan memulangkan bintang Atletico itu ke Kroasia pada Senin (18/6/2018).

Sialnya, setelah Kalinic pulang, Kroasia melaju mulus ke babak final. Kroasia takluk di partai puncak dan berhak mendapatkan medali. Merasa tak bermain di Piala Dunia 2018, Kalinic menolak mendapatkan medali meskipun pihak federasi Kroasia (HNS), sudah menjamin Kalinic tetap akan mendapatkan medali runner-up.

Comments
Loading...