Kaleidoskop 2018: 5 Momen Lucu dan Konyol di Sepak Bola Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Pentas sepak bola Indonesia sepanjang 2018 masih belum menggembirakan. Timnas Indonesia amburadul pada ajang Piala AFF 2018, sedangkan timnas U-16 dan U-19 gagal meraih tiket ke Piala Dunia. Lalu, pada pengujung tahun, kontroversi soal pengaturan skor muncul ke permukaan.

Meskipun demikian, di antara catatan-catatan miring tersebut, masih ada hal-hal yang membuat publik sepak bola Indonesia mengulum senyum, baik karena memang merasa lucu atau justru kesal bukan kepalang karena melihat kejadian konyol. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan lima kejadian lucu dan konyol di pentas sepak bola Indonesia selama 2018.

Ketua Umum PSSI Salahkan Wartawan

Siapa yang salah dalam kegagalan timnas Indonesia di Piala AFF 2018? Bukan Hansamu Yama Pranata dkk, bukan pelatih Bima Sakti dan jajarannya, bukan pula pengurus PSSI yang menunjuk Bima Sakti sebagai pengganti Luis Milla. Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, malah menyalahkan wartawan.

Hal konyol itu diungkapkan Ketua Umum PSSI saat ditanya wartawan di Medan. “Wartawan harus baik. Jadi kalau wartawannya baik, timnasnya baik,” ujar Edy saat itu.

Tak ayal, ucapan konyol tersebut menjadi cemoohan. Suporter timnas Indonesia yang gerah pun lantas menjadikan kata-kata pria yang menjabat Gubernur Sumatera Utara itu sebagai yel-yel di Stadion Gelora Bung Karno ketika Indonesia menjamu Filipina pada 25 November lalu.

Gusti Randa Tak Kenal Vigit Waluyo

Dalam program televisi Mata Najwa yang mengambil tajuk PSSI Bisa Apa, sebuah pernyataan menarik diungkapkan Gusti Randa. Saat ditanya oleh Najwa Shihab, sang host, Gusti Randa yang menjadi anggota Komite Eksekutif PSSI mengaku tak kenal sosok Vigit Waluyo yang kala itu disebut Bambang Suryo sebagai pelaku pengaturan skor di sepak bola nasional.

Kontan saja pengakuan Gusti Randa itu membuat Najwa terheran-heran karena dirinya sudah menjadi anggota Komite Eksekutif PSSI selama bertahun-tahun. Bambang Suryo pun berseloroh bahwa itu berarti Gusti Randa baru berkecimpung di sepak bola Indonesia sehingga tak kenal dengan Vigit Waluyo.

Pelatih timnas U-16 saat juara Piala AFF 2018, Fakhri Husaini, juga menertawakan hal tersebut. Dia mengatakan, siapa pun orang yang berkiprah di sepak bola Indonesia, baik itu pelatih maupun pemain, pasti tahu sosok Vigit Waluyo.

Bisa jadi, Gusti memang benar-benar tidak mengenal Vigit. Namun, sebagai orang yang lama jadi anggota Komite Eksekutif PSSI, pengakuannya terdengar janggal karena hingga kini pun Vigit masih aktif sebagai pengelola PS Mojokerto Putra.

Timnas Pakai Jersey Tanpa Logo Piala AFF

Timnas Indonesia gagal total di Piala AFF 2018. Tim asuhan Bima Sakti gagal melangkah dari fase grup karena kalah bersaing dari Thailand dan Filipina. Tak hanya itu, timnas Indonesia juga melakukan hal konyol. Itu terjadi saat melawan Timor Leste pada pertandingan kedua fase grup.

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Tim Garuda tampil dengan jersey tanpa patch logo Piala AFF yang seharusnya terpasang di bagian lengan. Pihak PSSI berdalih mereka lupa memasang patch tersebut karena baru menerimanya sehari sebelum laga pertama melawan Singapura.

Terlepas dari dalih apa pun yang disampaikan, kelalaian itu menunjukkan sikap kurang profesional dari PSSI dan tim yang mengurusi timnas Indonesia di Piala AFF 2018.

Bima Sakti Jadi Pelatih Timnas Senior

Sebuah kejutan dibuat oleh PSSI ketika mengangkat Bima Sakti sebagai pelatih timnas Indonesia untuk gelaran Piala AFF 2018. Hal itu mengejutkan karena dilakukan saat Piala AFF di depan mata dan Bima Sakti yang tak punya cukup pengalaman menjadi pelatih.

Sekilas, pemilihan Bima Sakti sebagai pengganti Luis Milla masuk akal. Dia adalah sosok yang menjadi asisten Milla selama menangani timnas Indonesia. Artinya, dia sudah sangat paham dengan filosofi pemainan Tim Garuda dan sudah mengenal para pemain dengan baik.

Akan tetapi, langkah itu menjadi sebuah ironi. Pasalnya, timnas junior Indonesia, yakni timnas U-19 dan U-16, justru dipegang oleh pelatih yang lebih berpengalaman dan berprestasi. Timnas U-16 kala itu dipegang oleh Fakhri Husaini, sedangkan timnas U-19 diasuh oleh Indra Sjafri.

Kambing di Gelora Bung Tomo

Kejadian menggelikan tersaji di Stadion gelora Bung Tomo Saat Persebaya Surabaya menjamu Madura United pada 25 Oktober 2018. Sebelum laga berlangsung, dua ekor kambing masuk ke lapangan dan berlarian di sana. Hal itu membuat panitia pelaksana pertandingan kerepotan. Mereka bersusah payah mengusir dua ekor kambing tersebut.

Tak diketahui pasti asal-usul kehadiran dua ekor kambing tersebut di Stadion Gelora Bung Tomo. Namun, satu hal yang pasti, Persebaya berhasil menang telak 4-0 atas Madura United. Otavio Dutra mencetak satu gol, sedangkan Osvaldo Haay merajalela dengan melesakkan hat-trick alias tiga gol.

Comments
Loading...