Kaleidoskop 2018: 5 Tokoh Paling Kontroversial di Sepak Bola Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Sepak bola Indonesia telah melewati banyak momen penting sepanjang tahun. Mulai dari ranah kompetisi, hingga urusan rumit yang membelit tim nasional, jadi warna tersendiri selama 12 bulan ke belakang. Juga soal Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi.

Polemik yang terjadi tidak melulu soal pertandingan selama 2 x 45 menit, namun juga merambah ke ranah lain. Kinerja federasi serta berbagai intervensi dari pihak luar turut menyertai perjalanan sepak bola Indonesia selama setahun.

Mulai dari karut-marutnya kompetisi LIga 1, hingga berantakannya prestasi tim nasional di Piala AFF. Tak ketinggalan, beberapa sosok pun muncul ke permukaan dan menjadi bahan perbincangan publik.

Berikut ini lima tokoh kontroversial sepak bola indonesia selama 2018 yang berhasil dihimpun Football5Star.com.

Hidayat + Vigit Waluyo
Mantan Exco PSSI Hidayat ingin perbaiki sepak bola Indonesia
pssi.org

Nama dua orang ini terbilang asing di telinga khalayak awam penonton sepak bola Indonesia. Meskipun beberapa pihak mengaku mereka bukanlah orang baru di ajang balbalan dalam negeri.

Keduanya diyakini menjadi bagian dari sindikat pengaturan skor yang sudah lama menggerogoti sepak bola domestik. Dalam acara diskusi di salah satu stasiun televisi swasta, dua orang tersebut dilaporkan punya andil dalam mengatur pergerakan tim-tim di kasta bawah.

Hidayat merupakan seorang mantan anggot Komite PSSI yang diduga mengatur hasil pertandingan antara Madura FC dan PSS Sleman. Sementara Vigit Waluyo, adalah dalang kakap pengaturan skor di Indonesia dalam dua dekade terakhir.

Bambang Suryo
bambang suryo dihukum pssi
fourfourtwo.com

Selain Vigit dan Hidayat, nama Bambang Suryo juga mendadak muncul ke permukaan. Dirinya tampil sebagai whistle blower, yang mengaku pernah terlibat langsung di dalam percaturan mafia sepak bola di Indonesia.

Bambang mengaku mendapatkan mandat dari bos sindikat judi Asia Tenggara untuk  mengatur seluruh pertandingan di Indonesia. Namun, dalam acara diskusi yang sama ia mengaku sudah berhenti dan siap mengungkap semua jaringan haram tersebut. Bambang juga tercatat sebagai manajer Persekam Metro FC

Bahkan, dari mulutnyalah nama Vigit Waluyo keluar dan mencuat untuk pertama kalinya ke ranah publik. Efeknya, ia mengaku mendapatkan banyak teror dan intimidasi dari orang-orang suruhan Vigit yang mendatangi rumahnya.

Luis Milla
Luis Milla Ikrarkan Diri Jadi Pendukung Setia Timnas Indonesia
antara

Pria asal Spanyol satu ini juga masuk ke dalam jajaran kontroversi selama 2018. Nasibnya di tim nasional sempat menjadi perbincangan di kalangan publik sepak bola Indonesia.  Meskipun pada akhirnya berakhir tidak mengenakkan bagi para pencinta sepak bola Indonesia.

Sempat terjadi tarik ulur antara Milla dan PSSI. Bahkan,  Edy Rahmayadi sempat menyampaikan yang bersangkutan akan segera memperpanjang kontraknya dengan Indonesia. Namun, yang terjadi setelahnya justru bertolak belakang.

Tidak lama setelah Edy mengeluarkan pernyataan, Milla berpamitan lewat akun Instagram-nya. Ia balik menuding PSSI telah berlaku tidak profesional selama satu tahun masa baktinya untuk tim Merah Putih.

Marko Simic
Pop Crave

Polemik dua orang ini terjadi tidak lama setelah Persija Jakarta menjurai Piala Presiden 2018. Ketika itu, Via Vallen menyebarkan tangkapan layar pesan dari akun Instagram-nya yang berisi percakapan dengan seseorang.

Via mengeluhkan orang tersebut bertindak terlalu jauh dan cenderung melecehkan martabatnya sebagai wanita. Meski hingga kini belum ada pengungkapan siapa pelakuknya, kecurigaan publik kuat mengarah ke Simic.

Jika dilihat dari gambar profil yang sedikit ditutupi oleh Via, memang ada kesamaan itu adalah Simic. Ditambah susunan kata bahasa Inggris yang tidak terlalu fasih semakin memperkuat profil pemain asal Kroasia tersebut.

Tak pelak, kasus ini menyebar luas dan sempat mengganggu konsentrasi sang pemain. Bahkan, dalam beberapa laga tandang, tim tuan rumah dengan sengaja memutar lagu Via, untuk menggangu konstentrasinya.

Edy Rahmayadi

Edy flare

Tidak lengkap rasanya membahas lima tokoh kontroversial tanpa memasukkan bapak satu ini. Ibarat konser, beliau adalah bintang utama yang selalu ditunggu gerak-gerik serta komentarnya. Di panggung sepak bola nasional, kiprahnya selalu menyita perhatian. Bukan karena prestasinya, melainkan gara-gara-kontroversi-yang-kerap-dibuatnya.

Pernyataan “apa hak Anda?”, jadi salah satu yang paling dibicarakan publik. Kata-kata itu keluar dalam sebuah sesi wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta. Edy Rahmayadi menolak menjawab soal statusnya yang merangkap jabatan.

HIngga polemik soal mafia sepak bola di dalam negeri kembali mencuat, Edy Rahmayadi tidak terlalu sering muncul. Dirinya lebih sibuk dengan jabatannya sebagai Gubernur Sumatera Utara. Inilah yang sebenarnya menjadi keluhan banyak pihak. Ketiadaan Edy Rahmayadi di Jakarta membuat koordinasi di tubuh PSSI tak berjalan semestinya.

Comments
Loading...