Kaleidoskop 2019: 5 Kejadian Kontroversial Sepak Bola Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Tahun 2019 akan segara berakhir. Sepanjang tahun ini, banyak catatan manis dan pahit perjalanan sepak bola nasional. Baik dari tim nasional hingga perhelatan kompetisi Liga 1.

Jika di 2018 lalu, publik sepak bola nasional dikejutkan dengan aksi buka-bukaan sejumlah pihak terkait mafia sepak bola hingga terbentuknya satgas Anti Mafia Bola. Maka di tahun ini cerita mengenai sepak terjang mafia bola juga masih menyita perhatian publik.

Yang tidak kalah menarik perhatian publik sepak bola nasional sepanjang tahun ini adalah soal penundaan kick off Liga 1 2019. Selain itu, kekalahan timnas Indonesia dari Malaysia di babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia hingga ricuh suporter di Stadion Gelora Bung Karno jadi catatan kontroversial sepak bola Indonesia sepanjang tahun ini.

Berikut ulasan Football5star.com, 5 kejadian kontroversial sepak bola nasional sepanjang 2019:

PENUNDAAN KICK OFF LIGA 1 2019

Kick Off Liga 1 2019 sempat mengalami penundaan di awal tahun ini. Pihak PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada April 2019 mengatakan bahwa penundaan tersebut merupakan permintan dari klub peserta. Penundaan itu sendiri terkait situasi politik nasional yang tengah memanas jelang Pilpres 2019.

“Pertama, ini permintaan klub sendiri unguk mengantisipasi, karena kan sudah ada kejadian di mana Persija Jakarta kemarin kan bertanding melawan Ceres Negros,” kata Direktur utama Interm PT LIB, Dirk Soplanit kepada wartawan saat itu.

Best XI Liga 1 - Bali United - PT LIB - RRI
RRI

Sebelumnya kick off Liga 1 2019 dijadwalkan berlangsung pada 8 Mei 2019. Nanun kemudian ditunda menjadi 15 Mei 2019.

“Oke laga berjalan, tapi tidak boleh ada penonton. Nah, apakah keadaan-keadaan ini setelah tanggal 8 atau ketika kick-off tanggal 8 itu sudah berbeda ataukah ada yang lain,” ujar Dirk.

Sejumlah klub seperti Persib dan PSIS memang tak mempermasalahkan penundaan ini. Namun kemudian, di perjalanannya sejumlah laga tertunda di Liga 1 2019 membuat klub berang.

Madura United yang sedari awal menolak adanya penundaan kick off Liga 1 2019 meminta pihak PT LIB dan PSSI memperhitungkan plus minus bagi klub terkait penundaan itu. Bahkan mendekati pekan akhir Liga 1 2019, sejumlah pihak sempat pesimistis Liga 1 2019 bakal ditutup pada 22 Desember seperti yang direncanakan.

JOKO DRIYONO DIVONIS 1,5 TAHUN PENJARA

Di tahun ini kasus mafia bola yang sempat buat geger publik di 2018 masih berlanjut ceritanya. Yang jadi sorotan tentu saja divonisnya mantan plt Ketum PSSI Joko Driyono. Ia divonis 1,5 tahun penjara oleh PN Jaksel atas kasus perusakan barang bukti pengaturan skor pada Juli 2019.

“Menjatuhkan hukuman dengan pidana penjara 1 tahun 6 bulan. Terdakwa tetap ditahan di rumah tahanan negara. Membebankan terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp5.000,” demikian pernyataan Hakim Ketua.

Satgas Antimafia Bola menetapkan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, sebagai tersangka kasus pengaturan skor.
antaranews

Sayangnya vonis tersebut menuai kontroversi. Sejumlah pihak tak puas dengan keputusan majelis hakim PN Jaksel. Faktanya memang vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mengajukan tuntutan 2 tahun enam bulan penjara kepada Jokdri.

Jokdri ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Februari setelah empat kali menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya terkait perusakan garis polisi. Dia resmi menjadi tahanan sementara Polda Metro Jaya atas kasus tersebut selama 20 hari sejak 25 Maret 2019.

Selain vonis untuk Jokdri, satgas anti mafia bola jilid II juga kembali digulirkan pada Agustus 2019. Salah satu tugas dari satgas anti mafia bola jilid II ialah merespons laporan dugaan skandal di laga Madura United vs Persib Bandung, serta Kalteng Putera vs Persela.

KEKALAHAN TIMNAS DAN RICUH DI SUGBK

Publik sepak bola Indonesia dibuat sakit hati oleh timnas saat kalah dari musuh lama, Malaysia 2-3 di babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia pada 5 September 2019 di Stadion Gelora Bung Karno.

Sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Beto Goncalves, permainan Indonesia berantakan saat Malaysia mampu menyamakan kedudukan 1-1 lewat Mahamadou Sumareh.

Kembali unggul 2-1 lewat Beto. Malaysia malah mampu membalap dua gol lagi dan membuat publik Indonesia kecewa. Kekalahan ini diperparah dengan kericuhan suporter yang terjadi di Stadion Gelora Bung Karno.

indonesia vs malaysia-suporter
football5star

Kericuhan terjadi di mulai saat adanya pelemparan batu kepada petugas. Petugas keamanan pun membalas aksi tersebut dengan gas air mata. Sejumlah suporter Indonesia bahkan sempat mendatangi tribun suporter Malaysia dan melakukan intimidasi.

Bahkan usai pertandingan juga sempat terjadi kericuhan antar supoter Indonesia dengan pihak kepolisian. Petugas berhasil membuat konsentrasi para suporter berpencar dengan tembakan gas air mata. Sejumlah petugas kepolisian yang lain tampak membentuk barisan di balik perlindungan tameng.

Akibat ricuh suporter ini, ratusan suporter Malaysia yang datang ke GBK sempat tertahan beberapa jam tidak bisa keluar dari stadion, menunggu situasi tenang.

KERICUHAN DI KONGRES PSSI

Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang berlangsung pada 2 November 2019 sempat alami sedikit kericuhan. 11 calon ketua umum menilai ada yang tidak wajar dalam penyelenggaraan kongres. Buntutnya, terjadi pengusiran yang dialami lima calon.

Sebelumnya ada sembilan nama yang maju menjadi calon ketum PSSI yakni Fary Djemy Francis, Vijaya Fitriyasa, Yesayas Octavianus, Rahim Soekasah, Arief Putra Wicaksono, Aven Hinelo, Benny Erwin, Bernard Limbong dan Sarman El-Hakim.

Persib Tanggapi Terpilihnya Iwan Bule Sebagai Ketua Umum PSSI Baru
pssi.org

Namun, langkah mereka tidak berjalan mulus. ‘Ya itu tadi, mereka menilai ada kejanggalan dalam proses pemilihan ketua umum hingga akhirnya mereka mendeklarasikan 10 pernyataan, diantaranya mereka mengatakan PSSI tidak melakukan sosialisasi tata cara pemilihan di kongres.

Bahkan dalam kongres PSS tersebut, lima calon ketum PSSIdiusir Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha. Mereka adalah Vijaya, Fary Djemy Francis, Yesayas Oktavianus, Sarman El-Hakim, dan Aven S. Hinelo. Sedangkan Benny Erwin, meski tidak diusir tetap memilih meninggalkan ruangan.

Meski sempat diwarnai kericuhan, KLB PSSI yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta tersebut menetapkan Mochamad Iriawan sebagai ketum PSSI masa bakti 2019-2023. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu meraih 82 suara dari total 85 suara voters.

SIMON MCMENEMY DIPECAT PSSI

Langkah pertama yang dilakukan Iwan Bule begitu mendapat sebagai ketum PSSI yang baru adalah melakukan pemecatan kepada pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy. Eks pelatih Bhayangkara FC itu dipecat pada 6 November 2019.

“Benar hasil keputusan rapat Exco malam ini, kami mengganti Simon McMenemy,” kata Iwan Bule. Pemecatan Simon ini memang sudah diprediksi oleh banyak pihak.

Sudah Disiapkan Tiket ke Malaysia, Simon McMenemy Malah Menghilang
pssi.org

Sosok Simon diangap gagal melatih timnas Indonesia. Kekalahan dari Malaysia membuat publik begitu berang dengan mantan pelatih Filipina tersebut.

Teriakan “Simon Out” pertama terdengar saat Timnas Indonesia menelan kekalahan 0-3 kontra Thailand di Stadion GBK pada awal September dan semakin menjadi-jadi ketika Timnas Indonesia kembali tampil di kandang kala menjamu Vietnam pada medio Oktober.

PSSI sendiri saat ini sudah menetapkan pengganti Simon adalah mantan pelatih timnas Korsel di Piala Dunia 2018 Shin Tae-yong. Tae-yong dikontrak PSSI selama 4 tahun.