Kaleidoskop 2019: 5 Kejadian Kontroversial Sepak Bola Internasional

Football5star.com, Indonesia – Terpilihnya Lionel Messi sebagai peraih gelar Ballon d’Or 2019 menjadi salah satu kejadian kontroversial di sepak bola internasional yang menarik perhatian publik. Sepanjang tahun ini dunia sepak bola internasional memang cukup banyak diwarnai kejadian kontroversial.

Selain soal Lionel Messi dan gelar Ballon d’Or keenamnya, kejadian kontroversial yang tak kalah menarik perhatian publik di sepak bola internasional ialah penggunaan teknologi canggih Video Assistant Referee (VAR).

VAR yang mulai diterapkan di sejumlah kompetisi Eropa pada musim ini awalnya ditujukan untuk membantu wasit dan menghindari keputusan wasit yang keliru. Faktanya di sejumlah kompetisi yang menerapkan VAR seperti Liga Inggris justru menimbulkan banyak kejadian kontroversial.

Berikut ulasan Football5star.com, 5 kejadian kontroversial sepak bola internasional sepanjang 2019.

KONTROVERSI VAR DI LIGA CAHMPIONS

Babak 16 besar Liga Champions yang mempertemukan Real Madrid vs Ajax sempat diwarnai kejadian kontroversial. Sistem VAR menganulir gol yang dicetak Ajax dan membuat tim Belanda itu mengalami kekalahan.

Kejadian kontroversi VAR tak berhenti di situ. Saat babak semifinal antara Tottenham Hotspur vs Manchester City. Keputusan VAR membuat kubu Manchester City merasa dirugikan.

cara kerja var di 16 besar liga champions
as.com

VAR memang memegang peranan penting dalam lolosnya Spurs ke semifinal Liga Champions. Tim asuhan Mauricio Pochettino hampir saja gagal melaju ke babak empat besar lantaran Man City berhasil mencetak gol kelimanya di injury time babak kedua lewat aksi Raheem Sterling.

wasit menganulir gol tersebut lantaran VAR menunjukkan Sergio Aguero lebih dahulu berada dalam posisi offside. Berkat dianulirnya gol tersebut, tim berjuluk The Lilywhites itu pun dipastikan merebut satu tiket ke babak semifinal. Pasalnya, Spurs unggul jumlah gol tandang dengan agregat skor akhir 4-4.

PENALTI KONTROVERSIAL LIVERPOOL DI FINALLIGA CHAMPIONS

Liverpool sukses meraih gelar Liga Champions ke-6 setelah di partai final mengandaskan sesama wakil Inggris Tottenham Hotspur dengan skor 2-0. Namun di partai final ini, kemenangan Liverpool sempat diwarnai gol penalti yang dianggap kontroversial.

Liverpol mendapat hadiah penalti setelah wasit Damir Skomina menganggap bola menyentuh tangan gelandang Tottenham Hotspur. Pemain Spurs sempat memprotes keputusan tersebut.

Karena Ini, Liverpool Berurusan Hukum dengan New Balance
getty images

Namun menurut pakar perwasitan Juan Andujar Oliver menganggap Skomina melakukan kesalahan dengan memberikan hadiah penalti. “Itu kesalahan di pihak wasit. Bola mengenai dada Sissoko dan lengannya,” kata Andujar kepada Radio Marca.

“Tindakan itu tidak seharusnya berbuah penalti. Itu sepenuhnya tidak disengaja,” imbuhnya.

TRANSFER ANTOINE GRIEZMANN KE BARCELONA

Kepindahan pemain Prancis Antoine Griezmann dari Atletico Madrid ke Barcelona pun menjadi kejadian kontroversial di 2019. Bos Atletico Madrid, Enrique Cerezo, yakin transfer Antoine Griezmann ke Barcelona belum sebelumnya rampung. Menurutnya, Blaugrana masih ada tunggakan 80 juta euro dari klausul pelepasan Grizzy.

Pada Jumat (12/7) malam, Barcelona sudah secara resmi mengumumkan transfer Griezmann dengan harga 120 juta euro. Harga tersebut diklaim sebagai jumlah yang harus dibayarkan bagi siapa pun untuk membawa pergi sang pemain dari Wanda Metropolitano.

5 Pemain Barcelona yang Apes Kenakan Nomor Punggung 17
fcbarcelona.com

Belakangan, Cerezo mengklaim bahwa harga yang seharusnya disepakati adalah 200 juta. Seperti perjanjian awal sebelum diturunkan menjelang tercapainya kesepakatan. Pria yang juga punya kesibukan sebagai produser film itu pun percaya kasus ini bisa tuntas.

“Jika Atletico Madrid membuat sebuah pernyataan, itu karena kami memiliki bukti pendukung yang kuat. Kami akan tetap menagih jumlah yang kami rasa menjadi hak kami. Sekarang, kami sedang menunggu langkah apa yang selanjutkan akan dilakukan,” katanya kepada RAC1.

GELAR BALLON D’OR KE-6 LIONEL MESSI

Lionel Messi dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or 2019. Lionel Messi berhasil mengalahkan voting dari saingan terdekatnya yakni bek Liverpool dan juga Timnas Belanda, Virgil van Dijk.

Gelar ini menimbulkan pro dan kontrak di publik sepak bola internasional. Sejumlah pihak menganggap bahwa gelar tersebut tak pantas di raih oleh Messi.

Negara Asia Ini Justru Pilih Alexander-Arnold untuk Raih Ballon d'Or
uefa.com

“Bagi saya, kemenangan Messi adalah sebuah ketidakadilan. Ronaldo juga menjuarai UEFA Nations League. Namun, hidup memang suka begitu. Saya kira, andai masih di Real Madrid, dia akan menang,” kata agen Cristiano Ronaldo Jorge Mendes.

Jika merujuk pada perfomance Messi di tahun ini, ia tidak tunjukkan penampilan tidak terlalu bagus baik saat membela Barcelona ataupun timnas Argentina.

Di ajang Copa America 2019 misalnya, Argentina dibekuk musuh bebuyutan Brazil dengan skor 2-0 di semifinal, Messi kemudian malah menuding panitia penyelenggara lebih menguntungkan Neymar dan kawan-kawan.

Sedangkan di Liga Champions tahun lalu, Messi hanya mampu antarkan Barcelona ke babak semifinal. Sempat menang 3-0, Barcelona tersingkir setelah di leg kedua kalah 4-3.

KONTROVERSI VAR DI LIGA INGGRIS

VAR kembali jadi sorotan di Liga Inggris pekan ini. VAR memang jadi momok menakutkan bagi peserta Liga Inggris sepanjang 2019. Pada pekan ini, VAR dianggap membuat rugi kubu Liverpool dan Wolves yang bertanding.

Liverpool bahkan di tahun ini tercatat mengalami kerugian sebanyak 3 kali akibat keputusan VAR. Namun di dua pertandingan terakhir Liverpool pada akhir tahun 2019, melawan Leicester City dan Wolverhampton Wanderers, juga melibatkan keputusan VAR yang menguntungkan anak asuh Juergen Klopp.

Gol Firmino Disebut Dianulir Karena Offside dari Panjang Kuku di Jarinya

Kritik keras juga diberikan oleh pelatih Manchester City Pep Guardiola. Mantan pelatih Barcelona itu menyebut bahwa VAR membuat kacau Liga Inggris.

“Saya bilang berulang kali saya mempunyai daftar panjang untuk VAR. Setiap pekan ada saja kekacauan,” kata Pep seperti dikutip Guardian.

“Di laga lain ada kekacauan yang lebih besar. Saya berharap musim depan bisa lebih baik,” ia menambahkan.