Kaleidoskop 2019: 5 Rekor Fenomenal di Sepak Bola Indonesia

Football5Star.com, Indonesia – Meskipun tak banyak, sejumlah catatan apik tertoreh di kancah sepak bola nasional sepanjang 2019. Selain pada ajang Liga 1, rekor juga tercipta di timnas Indonesia. Di antaranya berkat kiprah apik di SEA Games 2019.

Berikut ini, Football5Star.com merangkum 5 rekor paling fenomenal di kancah sepak Indonesia sepanjang 2019.

TAK TERKALAHKAN TERLAMA PADA AWAL MUSIM LIGA 1
PS TIRA Persikabo tak terkalahkan dalam 13 pekan awal Liga 1 2019.
liga-indonesia.id

PS TIRA Persikabo memang gagal menjadi juara Liga 1 2019. Manahati Lestusen dkk. bahkan hanya finis di posisi ke-15 atau satu tingkat di atas tim yang terdegradasi. Namun, sebuah rekor apik mampu ditorehkan klub yang bermarkas di Stadion Pakansari tersebut.

Pada awal musim, TIRA Persikabo tak terkalahkan dalam 13 pekan awal. Di bawah asuhan Rahmad Darmawan, mereka membukukan 8 kemenangan dan 5 hasil imbang. Catatan ini lebih baik dari Persipura Jayapura yang tak terkalahkan dalam 12 pertandingan pada 2010-11.

PELATIH JUARA LIGA BERUNTUN BERSAMA DUA KLUB BERBEDA
Stefano Cugurra Teco menorehkan rekor sebagai pelatih pertama yang menjuarai Liga Indonesia beruntun bersama klub berbeda.
baliutd.com

Kesuksesan Bali United menjuarai Liga 1 2019 punya arti khusus bagi pelatih Stefano Cugurra “Teco”. Pria asal Brasil itu menjadi pelatih pertama yang juara secara back to back. Eloknya, dia melakukan hal itu bersama dua klub berbeda. Musim sebelumnya, dia juara bersama Persija Jakarta.

Pada pentas sepak bola nasional, juara bersama dua klub berbeda adalah hal langka. Teco merupakan pelatih kedua yang melakukannya. Adapun sang pionir adalah Rahmad Darmawan yang juara bersama Persipura Jayapura pada 2005 dan Sriwijaya FC pada 2007-08.

PENCETAK QUATTRICK TERTUA TIMNAS INDONESIA
Beto Goncalves membukukan quattrick dalam umur 38 tahun saat timnas Indonesia mengalahkan Vanuatu.
foxsportsasia.com

Striker Beto Goncalves menorehkan prestasi tersendiri pada 2019. Saat timnas Indonesia menang 6-0 atas Vanuatu pada 15 Juni 2019, pemain naturalisasi asal Brasil itu menjejalkan empat gol. Dia menyamai Bambang Pamungkas yang mencetak quattrick ke gawang Filipina pada Piala AFF 2002.

Meskipun dilakukan saat melawan Vanuatu, quattrick Beto tetap istimewa. Pasalnya, dia melakukan hal tersebut saat umurnya tak lagi muda, yakni 38 tahun. Da kini tercatat sebagai pencetak quattrick tertua di timnas Indonesia.

GOL TERBANYAK DI SEA GAMES
Timnas U-23 Indonesia memecahkan rekor torehan gol terbanyak dalam satu edisi SEA Games.
zing.vn

Puasa gelar juara masih harus dilakoni Indonesia pada ajang multicabang, SEA Games. Meskipun sempat tampil menjanjikan sejak awal, timnas U-23 Indonesia gagal menjadi yang terbaik pada perhelatan SEA Games 2019. Pada final, tim asuhan Indra Sjafri takluk 0-3 di tangan Vietnam.

Meskipun demikian, sebuah rekor mampu dipatahkan Evan Dimas dkk. Itu terkait 21 gol yang dilesakkan sepanjang SEA Games 2019. Torehan tersebut merupakan yang terbanyak bagi Indonesia dalam satu edisi ajang multicabang se-Asia Tenggara itu. Sebelumnya, catatan terbaik adalah 16 gol pada SEA Games 1997.

PENCETAK GOL TERBANYAK DI SEA GAMES
Osvaldo Haay menjadi pencetak gol terbanyak Indonesia pada satu edisi SEA Games
zing.vn

Osvaldo Haay tampil ciamik saat timnas U-23 Indonesia merebut medali perak SEA Games 2019. Bersama Ha Duc Chinh dari Vietnam, dia menjadi pemain tertajam dengan torehan 8 gol. Ini merupakan catatan tersendiri mengingat Indonesia belum pernah menempatkan pemain sebagai pencetak gol terbanyak SEA Games.

Tak hanya itu, torehan 8 gol pada SEA Games 2019 adalah catatan terbaik pemain Indonesia. Itu bahkan hanya terpaut satu gol dari rekor Sarayut Chaikamdee pada 2003. Osvaldo Haay juga menyamai rekor Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pencetak gol terbanyak Indonesia pada pentas SEA Games.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More