Kaleidoskop 2019: 5 Tokoh Kontroversial Sepak Bola Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Sepak bola Indonesia berjalan penuh warna selama tahun 2019. Mulai dari jalannya kompetisi, kiprah timnas di ajang internasional, hingga pemilihan ketua federasi.

Di balik warna-warni sepak bola tanah air, muncul beberapa sosok kontroversi yang mencuri perhatian selama 2019. Tidak hanya dari pemain, para pemangku kepentingan juga kerap muncul membawa berita kontroversial.

Berikut ini, Football5Star.com telah merangkum lima sosok kontroversial yang mewarnai sepak bola Indonesia sepanjang 2019.

MARKO SIMIC
Marko Simic - Milomir Seslija - Persija - Arema
Ilhamsins

Tidak ada yang meragukan kehebatan Marko Simic di atas lapangan. Di Liga 1 2019, ia dinobatkan sebagai top skorer dengan koleksi 28 gol. Kendati gagal membawa Persija Jakarta berprestasi, tetap saja ia berjasa atas keberhasilan klub ibu kota bertahan di Liga 1 musim depan.

Akan tetapi, kehebatan Marko Simic di atas lapangan justru diawali dengan berita tak sedap. Tidak jauh-jauh dari kontroversi yang ia buat tahun lalu, kontroversi yang dibuat kali ini juga menyangkut dengan wanita.

Awal 2019, ia membuat banyak pihak geram atas perbuatan tak senonohnya pada seorang wanita di pesawat. Pemain berpaspor Kroasia didakwa melakukan pelecahan seksual pada wanita saat hendak terbang ke Australia untuk membela Persija menghadapi Newcastle Jets.

Pemain 32 tahun pun harus berurusan dengan kepolisian Australia. Ia bahkan harus menetap di Negeri Kangguru beberapa bulan untuk menjalani proses hukum di sana. Alhasil, dia tidak bisa memperkuat Macan Kemayoran di Piala Presiden dan beberapa laga AFC Cup.

EZECHIEL N’DOUASSEL
Adu Mulut dengan Bobotoh, Ezechiel N'Douassel Diminta Pergi dari Persib
Republik Bobotoh

Pada awal kedatangannya ke Persib bandung 2017 lalu, Ezechiel N’Douassel langsung jadi pujaan baru Bobotoh. Hal ini tak terlepas dari performanya di depan gawang lawan. Namun, lambat laun ia justru jadi musuh bersama suporter.

Pada musim ketiganya bersama Persib, Ezechiel N’Douassel berubah jadi sosok antagonis. Ia menjadi semena-mena di klub. Beberapa kali sang bomber menghilang dari skuat. Ketika berada di lapangan pun ia tampil seenaknya.

Pemain asal Chad pernah rebutan penalti dengan rekan setim, Kevin Kippersluis. Menariknya, eksekusinya melayang di atas gawang lawan. Tidak sampai di situ, cemooh para bobotoh dibalas sang bomber dengan mengacungkan jari tengah ke arah tribun.

SIMON MCMENEMY
Simon McMenemy Disebut Akan Datang ke Laga Malaysia vs Indonesia
PSSI

Timnas Indonesia harus menanggung malu di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022. Tampil di lima pertandingan, Garuda selalu menelan kekalahan. Satu sosok yang disalahkan pun mengarah pada sang peramu taktik, Simon McMenemy.

Simon McMenemy dianggap gagal hingga akhirnya dipecat PSSI. Tapi kontroversi muncul dalam klausul pemecatannya itu. Ia dipecat sebelum Indonesia menghadapi Malaysia di stadion Bukit Jalil. Uniknya, sang pelatih masih diperbolehkan mendampingi Beto Goncalves dkk di Malaysia.

Keputusan membingungkan ini membuat pelatih asal Skotlandia enggan mendampingi para pemain di Bukit Jalil. Tapi pada akhirnya, ia ikut terbang ke Malaysia dan menyaksikan mantan anak asuhnya bertanding di tribun penonton.

KHRISNA MURTI
Krishna Murti Sebut Klub yang Pelit ke Wasit dan Perangkat Pertandingan - Football5star - Beritagar
Beritagar

Nama Brigjen Krishna Murti mencuat di awal tahun 2019. Kali ini namanya kerap diperbincangkan di dunia sepak bola. Hal ini seiring dengan jabatannya sebagai Wakil Kepala Satgas Antimafia Bola.

Kinerja Satgas Antimafia Bola yang berada di bawah naungan Krishna Murti mencuri perhatian banyak pihak. Mereka berhasil menangkap beberapa tokoh yang terlibat dalam pengaturan pertandingan.

Seiring berjalannya waktu, kasus mafia bola di Indonesia mulai redup dan tidak ada kelanjutannya. Disaat yang bersamaan, Krishna Murti muncul membawa berita kontroversi. Ia diangkat sebagai Dewan Pembina klub yang baru saja promosi ke Liga 2 2020, Persijap Jepara.

JOKO DRIYONO
Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono Dituntut 2 Tahun dan 6 Bulan Penjara

PSSI selama ini dikenal sebagai sarang mafia. Anggapan ini diperkuat dengan ditangkapnya beberapa exco PSSI yang terjerat kasus pengaturan pertandingan. Puncaknya, terjadi Februari 2019 lalu saat sang ketua umum, Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola telah menggrebek kediaman Joko Driyono dan menemukan beberapa barang bukti. Tidak hanya itu, pria asal Ngawi juga diketahui memerintahkan supirnya untuk menghilangkan barang bukti.

Setelah menjalani beberapa kali persidangan, Joko Diryono akhirnya divonis 1,5 tahun penjara. Namun, hukuman ini disesali banyak pihak. Mereka menganggap sang mantan ketua umum harusnya dihukum lebih berat lagi.

Comments are closed.