Kaleidoskop 2020: 5 Momen Sedih Sepak Bola Nasional

Football5Star.com, Indonesia – 2020 menjadi salah satu tahun kelabu yang menimbulkan banyak momen sedih di sepak bola Indonesia. Banyak tokoh-tokoh nasional dari lapangan hijau yang meninggal dunia sepanjang tahun ini.

Sepanjang 2020, memang banyak momen pilu yang terasa. Pandemi Covid-19 datang bak petir di siang bolong yang meluluhlantahkan semua sektor, tak terkecuali sepak bola. Bahkan karena virus itu, sepak bola Indonesia sampai saat ini masih mati suri.

Tak cuma Covid-19, sepak bola nasional juga ditinggal banyak sosok yang lebih dahulu menghadap Yang Maha Kuasa. Lantas apa saja momen sedih di sepak bola nasional sepanjang 2020? Berikut kaleidoskop 2020:

Meninggalnya Dua Eks Pelatih Timnas

Kabar duka sempat menghampiri sepak bola Indonesia. Pertama, ketika Henk Wullems dinyatakan meninggal dunia pada 15 Agustus 2020. Wullems merupakan pelatih Timnas Indonesia di SEA Games 1997. Saat itu bersamanya, Indonesia sukses meraih medali perak.

Pahit Manis Henk Wullems Berkarier di Indonesia, dari Juara hingga Paspor Ditahan2

Tak cuma di Timnas Indonesia, Henk Wullems juga sempat menahkodai Bandung Raya bahkan sampai menjadi juara. Saat bersama PSM Makassar pun, dia sukses juara.

Belum selesai duka Wullems, kabar Alfred Riedl meninggal pun menggetarkan publik sepak bola tanah air. Riedl meninggal dunia pada 7 September lalu di Austria pada usia70 tahun.

Alfred Riedl timnas Indonesia Vietnam - affsuzukicup

Riedl tercatat menukangi Timnas INdonesia dalam tiga periode, yakni 2010-2011, 2013-2014,dan 2016-2017. Prestasi terbaiknya jelas mengantarkan Indonesia dua kali raih runner-uo, yakni 2010 dan 2016.

Daryono Pergi di Usia Emas

Mantan kiper Persija Jakarta, Daryono, menghembuskan napas terakhirnya pada 9 November lalu di usia emasnya, yakni 26 tahun. Sudah sejak beberapa pekan terakhir, sang kiper memang dirawat secara intensif karena penyakitnya itu.

Kaleidoskop 2020: 5 Momen Sedih Sepak Bola Nasional Selamat Jalan Daryono, Selesai Sudah Tugasmu Football5Star.com, Indonesia - Mantan bos Persija Jakarta, Gede Widiade, mengaku terpukul dengan kepergian Daryono yang terlebih dahulu berpulang. Dia menyebut kalau almarhum kini sudah selesaikan tugasnya dengan baik untuk membahagiakan penggemarnya. Sudah sejak beberapa pekan terakhir, sang kiper memang dirawat secara intensif karena penyakitnya itu. Dia dilaporkan mengalami Demam Berdarah dan sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Lampung, sebelum akhirnya dipindahkan ke Jakarta agar dekat dengan keluarganya. Kabar duka tersebut sampai juga ke telinga Gede Widiade. Gede yang sama-sama dengan Daryono bawa Persija ke semifinal zona ASEAN AFC CUp 2018 itu mengaku terpukul ketika mendengar kabar tersebut. "Selamat jalan kiperku, selesai sudah tugasmu untuk membahagiakan penggemarmu. Tenang lah bersama yang Maha Kuasa. Kami selalu mengenangmu sebagai saudara, adik, anak yang baik yang kami cintai. Selamat jalan, doa kami menyertaimu," tulis Gede Widiade dalam Instagram pribadinya. Almarhum memang pernah menjadi salah satu pemain kunci Persija Jakarta saat Andritany Ardhiyasa dipanggil ke Timnas Indonesia. Dia tercatat 13 kali membela Macan Kemayoran dalam karier sepak bolanya. Paling diingat dari pendukung Persija ialah saat Daryono kesal karena kepemimpinan wasit. Dia sempat geram saat kepemimpinan Mohammed A Khudyar yang dianggap kontroversial saat Persija menjamu Home United, 2018 lalu. Daryono yang berstatus kiper cadangan saat itu emosi. Dia mendatangi wasit dan meluapkan kekesalannya. Kiper yang pada Liga 2 2020 memperkuat Badak Lampung FC itu menunjuk isyarat mata kalau wasit tak melihat kalau Riko sebelumnya jua dilanggar.

Dia sempat dilaporkan mengalami Demam Berdarah dan sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Lampung, sebelum akhirnya dipindahkan ke Jakarta agar dekat dengan keluarganya.T etapi, publik sepak bola Indonesia dikejutkan dengan kabar berita duka.

Mantan kiper Persija Jakarta, Daryono,meninggal dunia - Cadiz, Badak Lampung FC (twitter @blfcofficial)

Daryono dinyatakan telah berpulang di Rumah Sakit AL dr. Mintoharjo, Jakarta, Senin (9/11/2020) sekitar pukul 04:55 WIB. Dia dimakamkan dengan cara militer.

Ricky Yacobi Berpulang Saat Main Bola

Berita duka menyelimuti sepak bola Indonesia setelah salah satu legendanya, Ricky Yacobi, meninggal dunia karena serangan jantung. Ricky disebut-sebut menghembuskan napas terakhirnya usai bermain sepak bola.

Meninggalnya Ricky Yacobi Jadi Pelajaran Legenda Timnas Indonesia Lain Kronologi Detik-Detik Meninggalnya Ricky Yacobi, Usai Cetak Gol Innalillahi! Legenda Timnas, Ricky Yacobi Meninggal Dunia Usai Bermain Bola
Medan Selection

Sabtu, 21 November 2020 pagi, almarhum sebenarnya sedang berolahraga dengan bermain sepak bola di Lapangan A, Senayan. Ricky kabarnya meninggal dunia karena serangan jantung usai mencetak gol dalam pertandingan fun football tersebut.

Almarhum tiba-tiba terjatuh di lapangan. Rekan-rekannya sempat memberikan pertolongan pertama dengan memompa jantung Ricky. Dia kemudian sempat dilarikan ke RSAL dr Mintohardjo, Jakarta. Namun ketika sampai di rumah sakit, nyawa Ricky Yacobi tak tertolong.

Serangan Jantung Memang Jadi Teror Menakutkan Pesepak Bola

Semasa hidupnya, Ricky merupakan salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Timnas Indonesia pada era 80-an dan 90-an. Dia pernah membawa Timnas Indonesia ke semifinal Asian Games 1986. Ricky juga berhasil mengantarkan Indonesia meraih medali emas SEA Games 1987.

Persija Ditinggal Legendanya

2020 jua bikin Persija Jakarta ditinggal legendanya, Sofyan Hadi. Almarhum memang sebelumnya menderita kanker tulang sejak 2014 silam. Almarhum wafat pada usia 69 tahun.

Begini Kabar Kesehatan Legenda Persija Sofyan Hadi

Sofyan merupakan legenda paling sukses di Persija. Ketika masih jadi pmain, dia sukses menjadi juara kompetisi 1973, 1975, dan 1979. Usai menggantung sepatu, almarhum yang asli keturunan Betawi itu membawa Persija juara 2001 silam.

Kala itu, dia sukses membuat Macan Kemayoran juara dengan pemain-pemain muda seperti Bambang Pamungkas, Warsidi, hingga Washiyatul Akmal.

Covid-19 Rusak Semuanya

Covid-19 juga menjadi dalang di balik momen sedih di sepak bola Indonesia. Betapa tidak, datang bak petir di siang bolong, virus ini merusak semuanya.

Persipura jayapura menang 4-3 atas Ppersebaya Surabaya pada pekan ke-3 Liga 1 2020.

Pertama, Liga 1 2020 yang digadang-gadang bakal jadi kompetisi paling menarik karena diisi sejumlah pemain bintang, dibuat tak berdaya. Kompetisi strata satu Indonesia ini hanya bisa bertahan hingga tiga pekan saja, sebelum akhirnya mati suri sampai saat ini.

Kini, nyaris semua bintang-bintang mulai angkat kaki dari Indonesia akibat yang ditimbulkan penyakit ini. Teranyar, trio Persebaya Surabaya, Makan Konate, David da Silva, dan Mahmoud Eid terpaksa balik kanan.

PSSI gencar merekrut para pemain keturunan untuk timnas U-19 Indonesia yang akan berlaga di Piala Dunia U-20.

Tak sampai di situ, Covid-19 juga merenggut mimpi pemain-pemain muda Indonesia, tepatnya Timnas U-19 yang bermimpi main di Piala Dunia. Sebab, pandemi ini pula yang memaksa FIFA membatalkan pagelaran Piala Dunia U-20 2021 menjadi 2023. Jelas, sebagian besar skuat Timnas U-19 Indonesia saat ini yang sudah berpeluh, bekerja keras, hingga berguru di luar negeri harus diganti generasi baru.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More