Kaleidoskop 2020: 5 Peristiwa Penting di Sepak Bola Nasional

Football5star.com, Indonesia – Tahun 2020 akan berakhir. Di tahun pandemi COVID-19 banyak peristiwa tak mengenakan di perjalanan sepak bola nasional. Baik dari tim nasional hingga perhelatan kompetisi Liga 1 2020.

Pandemi COVID-19 di seluruh dunia mematikan semua sendi kehidupan termasuk di dunia sepak bola nasional. Kompetisi Liga 1 2020 yang sempat bergulir harus dihentikan dan tak tahu kapan lagi akan bergulir. Di awal tahun ini, salah satu yang jadi perhatian publik sepak bola nasional adalah mundurnya Sekjen PSSI, Ratu Tisha.

Di pertengahan tahun, publik nasional sempat memiliki rasa optimisme yang cukup tinggi melihat perkembangan timnas U-19 Indonesia yang melangsungkan pemusatan latihan di Eropa. Anak asuh Shin Tae-yong ini diharapkan mampu membawa prestasi di ajang Piala Dunia U-20 2021.

Nahas, di penghujung tahun, Federasi sepak bola dunia, FIFA memutuskan untuk membatalkan Piala Dunia U-20 2021. Ajang ini baru akan digulirkan FIFA pada 2023 dan Indonesia tetap sebagai tuan rumah. Harapan publik untuk melihat Elkan Baggott cs mulai mengendur.

Berikut ulasan Football5star.com di 5 peristiwa penting di sepak bola nasional sepanjang 2020:

Kick Off Liga 1 2020

Pada 24 Februari 2020, PSSI resmi launching perhelatan Liga 1 2020 yang disponsori oleh salah satu situs ecommerce terkemuka. Kick off Liga 1 2020 sendiri dijadwalkan pada 29 Februari yang mempertemukan laga Persebaya vs Persik Kediri di Stadion Gelora 10 November.

Pada kompetisi tahun ini, PSSI dan PT LIB sebagai operator melakukan sejumlah terobosan. Di antaranya, akan ada msa recovery time yang lebih ideal, sebab digulirkan selama delapan bulan. Tepatnya mulai pada 29 Februari 2020 hingga 1 November 2020.

Selain itu, wasit akan menggunakan teknologi tambahan. Di antaranya alat komunikasi wasit, vanishing spray, dan media komunikasi pergantian pemain yang sudah menggunakan papan elektronik.

Meski pada saat itu sempat muncul kekhawatiran dari publik terkait penyebaran Covid-19 yang terus mengalami peningkatan di seluruh dunia. Saat itu di kisaran tanggal 7 hingga 10 Februari, Marc Lipsitch dari Universitas Harvard mengatakan bahwa COVID-19 mungkin saja telah tersebar di Indonesia namun tak terdeteksi.

Namun saat itu pemerintah sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait pasien positif Covid-19 di Indonesia. Alhasil demi kemajuan sepak bola nasional, kompetisi Liga 1 2020 terus bergulir.

“Sepak bola Indonesia telah berkembang sebagai industri dan memiliki pasar yang sangat besar. Liga profesional juga berjalan dengan baik. Sepak bola harus jadi tontonan yang menarik,” Ketua Umum PSSI Mocahamad Iriawan

Pemain pertama terpapar Covid-19

Satu hari setelah menggulirkan Liga 2 2020, PSSI pada 15 Maret 2020 memutuskan untuk menunda kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 selama dua minggu karena ditemukan kasus positif Covid-19. Saat itu Liga 1 2020 baru berjalan 3 pekan dan Persib menjadi tim yang untuk sementara berada di puncak klasmen.

Selang beberapa hari kemudian, Persib mendapat kabar buruk. Pemain asing mereka, Wander Luiz jadi pemain pertama di Indonesia yang positif Covid-19. Pada 28 Maret 2020, lewat akun Instagram pribadinya, pemain asal Brasil itu positif corona setelah menjalani tes pada 26 Maret 2020.

Meski begitu, Luiz mengaku kondisinya saat ini baik-baik saja. Dia sama sekali tidak merasakan gejala khas Covid-19. Top skor sementara Liga 1 2020 itu mengaku akan menjalani isolasi mandiri dalam 14 hari ke depan.

“Jadi saya mendapatkan tes corona saya, dan hasilnya positif. Tetapi saya merasa baik-baik saja, tidak ada gejala. Saya juga mengikuti pedoman untuk mengisolasi diri saya sendiri, dan saya berharap semua dalam kondisi baik-baik saja,” kata Luiz saat itu.

Belum diketahui kapan dan di mana Luiz terpapar virus corona. Hanya saja, mantan pemain Becamex Bhin Duong itu sempat berlibur ke Bali saat tim Persib diliburkan selama dua hari, usai melakoni pertandingan melawan PSS Sleman pada pekan ke-3 Liga 1 2020 pada 15 Maret 2020.

Ratu Tisha Tanggalkan Jabatan Sekjen PSSI

Publik nasional pada April dibuat geger dengan kabar pengunduran diri Ratu Tisha sebagai sekretaris jenderal (Sekjen) PSSI. Pada 13 April 2020, Ratu Tisha tanggalkan jabatan yang sudah diembannya sejak 2017.

Ratu Tisha mengumumkan pengunduran diri sebagai sekjen ke publik lewat postingan di akun media sosial, Instagram miliknya.

“Dear frieds, hari Senin, 13 April 2020, melalui surat , saya telah resmi mengundurkan diri dari posisi Sekretaris Jenderal PSSI,” tulisnya.

“Jangan pernah berhenti untuk mendukung sepak bola Indonesia. Yakin selalu ada harapan bagi yang berdoa, selalu ada waktu yang tepat bagi yang bersabar dan selalu ada jalan bagi yang tidak pernah lelah berusaha,” tambah Tisha.

Sebelum resmi mengundurkan diri, posisi alumni Institut Teknologi Bandung sebagai sekjen PSSi sempat jadi sorotan. Publik menilai ada hubungan tak harmonis antara Tisha dengan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, Hal itu ditandai misalnya dengan adanya posisi wakil sekjen, padahal sudah ada posisi Deputi.

Mantan ketum PSSI yang juga anggota DPR, Djohar Arifin sempat juga menyarankan agar Iwan Bule sebagai ketum baru melakukan perbaikan di struktural PSSI utamanya di bidang kesekjenan.

“Kritik kan untuk ke depan bisa ada perbaikan di PSSI terutama di Kesekjenan,” kata Djohar.

Ratu Tisha mundur, PSSI pun mengangkat Yunus Nushi sebagai plt sekjen dan menjabat hingga saat ini.

Kelanjutan Liga 1 dan Liga 2 2020

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 yang masih belum jelas memunculkan banyak spekulasi bagi publik sepak bola nasional. Banyak pihak yang menyarankan PSSI untuk membatalkan kompetisi ini terkait kondisi pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda berkesudahan.

Setelah melempar sejumlah opsi dan tanggal pelaksaan lanjutan Liga 1 dan Liga 2 2020, pada 28 Oktober 2020, PSSI lewat rapat Exco memutuskan kelanjutan kompetisi mundur hingga Februari 2021.

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita mengatakan bahwa kelanjutan Liga 1 2020 kembali ditunda hingga Februari 2021. Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita mengatakan bahwa kelanjutan Liga 1 2020 kembali ditunda hingga Februari 2021.

“Ya kami semalam baru saja rapat dengan PSSI, kalau dilihat sampai saat ini kan belum ada izin dari Kepolisian. Jadi untuk sementara liga ditunda sampai Februari (2021),” kata Akhmad Hadian Lukita

“Karena kalau kita lihat November izin kepolisian juga belum turun sampai sekarang. Terus Desember juga lebih berat lagi karena ada Pilkada,” katanya pada 29 Oktober 2020.

Piala Dunia U-20 2021 Dibatalkan

Kabar buruk diterima publik sepak bola nasional di penghujung tahun ini. Federasi sepak bola dunia, FIFA memutuskan untuk membatalkan Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia dan Piala Dunia U-17 di Peru.

Satu hari sebelum Natal 2020, FIFA mengatakan bahwa alasan pembatalan dua event tersebut terkait kondisi pandemi Covid-19. Berikut pernyataan resmi FIFA terkait pembatalan Piala Dunia U-20 2021:

“Akibat pandemi COVID-19, Biro Dewan FIFA telah memutuskan untuk membatalkan Piala Dunia FIFA U20 putra dan Piala Dunia U17 edisi 2021 putra, serta menunjuk Indonesia dan Peru, masing-masing dari mereka yang terpilih sebagai tuan rumah turnamen pada 2021, menjadi tuan rumah edisi 2023.”

“Pandemi Covid-19 terus menghadirkan tantangan bagi penyelenggara acara olahraga internasional dan memiliki efek membatasi pada perjalanan internasional.”

“Oleh karena itu, FIFA secara teratur berkonsultasi dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk asosiasi anggota tuan rumah serta konfederasi yang terlibat dalam kedua turnamen yang semula dijadwalkan berlangsung pada tahun 2021.”

Kabar penundaan ini pun jelas menjadi kekecewaan publik sepak bola nasional. PSSI sendiri menerima keputusan ini dan berharap pada penyelenggaraan di 2023 semua hal berjalan maksimal.

“Sebetulnya seluruh persiapan terkait penyelenggaraan dan menyambut Piala Dunia U-20 Indonesia tahun 2021 sudah kami lakukan dengan maksimal dan matang. PSSI menghormati dan mendukung keputusan FIFA untuk membatalkan Piala Dunia U-20 FIFA pada tahun 2021,” kata ketum PSSI, Mochamad Iriawan.

KaleidoskopKaleidoskop 2020Liga 1 2020Liga 2 2020mochamad iriawanPiala Dunia U-20 2021PSSIPT Liga Indonesia BaruRatu Tisha