Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Aksi Hooligan di Sepak Bola Afrika

Football5star.com, Indonesia – Sepak terjang suporter sepak bola banyak ragamnya. Di Inggris, kita tentu mengenal sebutan hooligan untuk pencinta sepak bola yang acap kali bertindak berlebihan.

Publik sepak bola mungkin sudah cukup sering mendengar bagaimana aksi para hooligan di sepak bola Eropa seperti Inggris, Italia, ataupun Jerman. Penyebutan kelompok suporter sepak bola di negara-negara tersebut memang berbeda-beda.

Yang menarik, sepak terjang kelompok suporter sepak bola dengan ‘mengedepankan’ aksi kriminal tidak hanya terjadi di Eropa ataupun Asia. Di Afrika, kelompok suporter ini juga memiliki rekam jejak yang cukup mengerikan.

Kamu pasti gak tahu, bagaiamana para hooligan di sepak bola Afrika melakukan aksinya. Berikut ulasanya untuk pembaca setia football5star.com

Hooligan di Nigeria

Meski Nigeria menjadi negara di Afrika yang cukup dikenal publik sepak bola dunia, aksi hooligani nyatanya masih terjadi di negara ini. Seperti kebanyakan negara berkembang lainnya, aksi hooligan para suporter di Nigeria dilakukan karena tak puas pada kepemimpinan wasit.

Tidak hanya menyerang wasit, para pelaku juga tak segan melakukan serangan kepada pelatih atau pemain tim lawan. Dikutip Football5star.com dari All Africa, pelatih Enyimba FC, Kadiri Ikhana sempat mengalami patah kaki akibat serangan suporter di Kaduna.

Mereka tak suka dengan Ikhana yang membuat tim kesayangan mereka hanua meraih hasil imbang melawan Enyimba FC. Ikhana harus dilarikan ke rumah sakit dan dirawat berminggu-minggu untuk bisa sembuh.

Serangan ke wasit

Wasit Paul Umuagu dan dua asistennya, Auwalu Barau dan Abdulwaheed Dauda mengalami nasib naas saat memimpin pertandingan antara Enyimba FC vs Heartland FC Oweri. Ketiganya mendapat serangan dari suporter tuan rumah.

kamu pasti gak tahu! sepak terjang hooligan di sepak bola afrika3
guardian.ng

Suporter Enyimba tak puas dengan kepimpinan ketiganya. Mereka langsung masuk ke tengah lapangan dan melakukan serangan membabi buta. Laporan media lokal setempat menyebutkan bahwa Barau menjadi korban paling parah.

Kepalanya mendapat hantaman dari batang logam dan batu. Tidak itu saja, tubuhnya pun terkena tusukan benda tajam. Ia kemuadian meninggal dunia setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit.

Hooligan di Ethiopia

Sejumlah media di Afrika menyebut bahwa aksi kekerasan di sepak bola Ethiopia seperti penyakit yang tak memiliki anti virus. Kekerasan sepak bola di negara ini memang yang menjadi sorotan banyak pihak.

Pada 2017 lalu misalnya, pertandingan antara St George FC vs Ethiopia Coffee FC menjadi pertandingan yang paling menyedihkan di sejarah sepak bola Ethiopia. Aksi hooligan mewarnai pertandingan ini.

Laporan dari All Africa menyebutkan bahwa ratusan orang mengalami cedera berat setelah suporter kedua tim terlibat baku hantam usai pertandingan. Sejumlah aparat kepolisian juga menjadi korban dari rusuh di laga ini.

Hooligan di Afrika Selatan

Menurut Eusebius Mckaiser seorang penilit dari lembaga anti kekerasan di Afrika Selatan, praktek hooligan di kalangan suporter negaranya sudah cukup mengkhawatirkan.

“Kita semua tahu bahwa tindakan biadab ini tidak dapat diterima. Ini hooliganisme. Ada yang merusak fasilitas umum dengan sengaja.” kata McKaiser seperti dikutip dari All Africa.

kamu pasti gak tahu! sepak terjang hooligan di sepak bola afrika
guardian.ng

Di Afrika Selatan, kekerasan jug acapkali terjadi. Pada 2018, di Stadion Moses Mabhida, Durban, pertandingan antara Kaiser Chiefs vs Free State Stars berakhir dengan aksi ricuh kedua supoter. Aparat kepolisan menjadi korban paling banyak pada rusuh ini.

Hooligan di Mesir

Pada 2012 lalu sepak bola Mesir berduka. Bagaiaman tidak, 74 orang tewas saat terjadi rusuh antara suporter Al Masry vs Al Ahly di kota Port Said. Menteri Kesehatan Mesir saat itu, Hesham Sheiha menyatakan insiden itu adalah kerusuhan sepakbola terburuk di negeri itu.

“Peristiwa ini sangat buruk dan menyedihkan,” tutur Hesham kepada stasiun televisi pemerintah.

“Ini bukan sepakbola. Ini perang, orang tewas di depan mata kami,” kata pemain Al-Ahly Mohamed Abo Treika.

“Saya pikir kerusuhan ini bukan karena sepakbola. Para perusuh itu bukan fans sepakbola,” kata mantan pemain Al-Ahly Hani Seddik kepada BBC.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More