Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Fakta Mengerikan dari Markas Klub Baru Witan Sulaiman

Football5star.com, Indoensia – Kota Surdulica tentu awalnya sangat asing bagi orang Indonesia. Kota berlokasi di Serbia Selatan, 3,5 tahun ke depan bakal jadi tempat tinggal bagi bintang muda negeri ini, Witan Sulaiman.

Surdulica merupakan kota yang menjadi markas klub Super Liga Serbia, FK Radnik. Tidak seperti kota Belgrade yang dianggap sebagai kota sepak bola, kota ini bisa dikatakan sebagai kawasan tua di Serbia. Di kutip Football5star.com dari oocities, Kamis (20/2/2020) kota ini sendiri sudah ditempati sejak zaman prasejarah oleh orang Gipsi.

Surdulica juga salah satu kota terkecil di Serbia. Sebagai gambaran, kota ini hanya memiliki luas setegah dari luas kota Mojokerto, yang merupakan kota terkecil di Indonesia. Dengan luas hanya 8,58 kilometer persegi, Surdulica memiliki banyak cerita dan hal menarik, tidak hanya soal FK Radnik namun juga dinamika kota ini dari zaman ke zaman.

Witan Sulaiman Radnik Surdulica Serbia
@dusan_ph

Hadirnya orang baru, Witan Sulaiman di kawasan ini tentu saja akan langsung jadi konsumsi publik masyarakat di sana. Bagaimana tidak, sensus di 2011 lalu menyebutkan penduduk kota ini hanya sekitar 20 ribu jiwa saja atau lebih dari setengah penduduk kota Sabang, Aceh yang hanya 30 ribu jiwa.

Sayangnya, publik Indonesia kesulitan mencari informasi mengenai perkembangan Witan di FK Radnik. Sebagai negara yang paling doyan dengan konsumsi informasi lewat sosial media, akun resmi klub ini begitu pasif. Tidak seperti saat Egy Maulana Vikri resmi ke Lechia Gdansk.

Terlepas dari itu semua, kota ini ternyata memiliki cerita dan hal menarik yang pastinya kamu pasti gak tahu! Berikut 5 hal menarik tentang kota Surdulica untuk pembaca setia Football5star

Kota Ladang Besi

Menilik dari sejarahnya, kota ini sejak awal memang jadi lokasi yang cukup strategis untuk tempat menanam kapas, komoditi utama masyarakat Balkan kuno. Tak mengherankan jika kemudian kota ini menjadi incaran banyak kerajaan di Eropa, seperti kerajaan Romawi.

Pada abad pertengahan, kota ini banyak ditinggali oleh orang-orang dari Dardan dan Romawi. Selain perkebunan kapas, di abad pertengahan kota ini menjadi daya tarik karena ditemukan ladang biji besi. Di abad ke-15, menurut catatan dari Constantine the Philosopher, Surdulica masuk menjadi bagian kerajaan Turki.

Pada era pemerintahaan kerajaan Turki, kota ini menjadi desa pertambangan. Situasi yang dikemudian hari membuat posisi Surdulica menjadi rebutan banyak negara dan kerajaan.

Rumah Jagal bagi Orang Serbia

Tidak hanya bangsa Romawi dan Turki yang pernah menguasai daerah ini. Pada 1941, bangsa Bulgaria juga sempat menduduki kawasan ini. Di era pendudukan bangsa Bulgaria ini, masyarakat kota Surdulica mengalami masa suram. Banyak penduduk kota yang tewas, jadi korban perkosaan dan dibawa ke Bulgaria sebagai budak.

Bahkan saat era Perang Dunia I, orang Bulgaria sempat menjadikan kawasan ini sebagai rumah jagal bagi orang Serbia. Ribuan orang Serbia menurut catatan oocities diangkut ke Surdulica dan dihukum mati. Mayat-mayat orang Serbia dihanyutkan begitu saja ke sungai Vrla, sungai yang melewati Surdulica City Stadium, markas FK Radnik.

Kamu Pasti Gak Tau! 5 Hal yang Bikin Merinding dari Kota Surdulica, Markas Klub Witan Sulaiman
counterpunch.org

“Pada awalnya, orang Bulgaria membunuh orang Serbia dengan senapan, kemudian mereka menggunakan senjata, dan kemudian dengan popor senapan dan benda tumpul lainnya.” tulis sejarahwan Serbia, Dr Johan Hadzi Vasiljevic.

Baru setelah Perang Dunia II, kota ini mulai bangkit. Kota ini sempat menjadi pemasok utama onderdil mobil merk Zastava. Perusahaan ini bangkrut pada Mei 2017 dan kepemilikannya diambil alih oleh Fiat, perusahaan otomotif Italia yang juga jadi penyokong utama bagi Juventus.

Tragedi Berdarah di 1999

Salah satu bagian perjalanan sejarah kota ini yang begitu kelam terjadi pada April 1999. Saat konflik multietnis pecah di kawasan Balkan pasca pecahnya negara Yugoslavia, kota ini sempat menjadi target bom pasukan NATO.

Pada bulan tersebut, kota kecil ini jadi tempat pertempuran pasukan NATO dengan tentara Serbia. Menurut catatan pemerintah setempat pada era tersebut, kota Surdulica menjadi tempat di Serbia yang memiliki presentase masyarakat sipil yang tewas paling banyak.

Kamu Pasti Gak Tau! 5 Hal yang Bikin Merinding dari Kota Surdulica, Markas Klub Witan Sulaiman
politically

Pada serangan kedua pasukan NATO pada 27 April 1999, bom jatuh ke pusat kota dan menewaskan sembilan orang, tiga diantaranya adalah anak-anak. Bahkan pada 31 Mei, pasukan NATO juga menghujani bom ke rumah sakit khusus paru-paru di kota ini. Lebih dari 15 orang tewas pada tragedi ini.

Ingatan warga kota tentang pedihnya era Perang Dunia I dan II membayangi saat peristiwa berdarah itu terjadi.

Marga Milic

Menurut catatan yang dipublikasikan pada 1919 di Prancis, salah satu kelompok masyarakat yang mendirikan kota ini ialah orang-orang dengan marga Milic. Keluarga Milic dianggap sebagai masyarakat asli kota ini juga diakui oleh Jovan Jovanović Zmaj, seorang penyair terkenal Serbia.

Yang menari kemudian, dari sejumlah tokoh ternama dari marga Milic, ada juga sejumlah pemain sepak bola. Namun tidak semuanya saat ini berkewarganegaraan Serbia. Ada nama Antonio Milić, pemain muda Serbia yang saat ini berkarier di Rayo Vallecano.

Lalu ada nama Hrvoje Milić, eks winger Fiorentina yang saat ini berstatus sebagai pemain di klub Liga Iran, Esteghlal. Serta ada nama eks striker Red Star dan Besiktas, Đorđe Milić.

Dipimpin dokter spesialis

Kota Surdalica saat ini dipimpin seorang wali kota perempuan yang berlatar belakang dokter spesialis neurologi, Aleksandra Popovic. Wali kota berusia 44 tahun ini dianggap sebagai salah satu politisi perempuan terbaik di Serbia. Ia tak memiliki rekam jejak negatif di karier politiknya.

Sebelum menjabat sebagai seorang wali kota, Popovic ialah anggota parlemen dari Partai Sosialis Serbia. Sebagai wali kota, Popovoc juga memiliki kepedulian pada sepak bola khususnya klub FK Radnik.

Pada Januari lalu, FK Radnik mendapat tiga penghargaan dari wali kota. Radnik dianggap kantor wali kota sebagai klub olahraga pelopor dan terpopuler di Surdalica. Selain itu, dua penggawa muda FK Radnik, Milan Stamenkovic dan Veselin Gasic dianggap sebagai atlet paling menjanjikan.