Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Hal Mencengangkan dari Atalanta

Football5star.com, Indonesia – Atalanta jadi klub paling mengejutkan musim ini, terutama di Liga Champions. Tampil untuk pertama kali sepanjang sejarah klub, mereka langsung menembus 16 besar.

Kejutan-kejutan yang terus dipancarkan Atalanta tak pelak membuat mereka kini bukan lagi dikenal sebagai tim semenjana. Melainkan klub yang bisa mengalahkan siapa saja.

Anggapan ini tidaklah berlebihan. Kehebatan anak asuh Gian Piero Gasperini tidak hanya terjadi di Liga Champions saja. di Liga Italia, sudah tiga tahun terakhir mereka jadi momok menakutkan untuk klub-klub yang lebih mapan semisal Juventus, AS Roma, Inter Milan, AC Milan, atau Lazio.

Makin tingginya daya tarik yang ditawarkan klub berjuluk La Dea membuat banyak orang ingin tahu lebih jauh terkait mereka. Bukan hanya soal rekor, capaian, atau jumlah gol yang mereka cetak ditiap pertandingan.

Kita, sebagai pecinta sepak bola, tentu ingin mengetahui lebih dalam soal Atalanta yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya. Untuk itu, Football5star sudah merangkum 5 hal mencengangkan dari klub asal Bergamo tersebut.

  1. Lambang yang Menggambarkan Seorang Wanita
atalanta-pinterest
Pinterest

Salah satu hal yang menimbulkan tanda tanya soal klub satu ini adalah lambangnya. Ya, lambang Atalanta jauh dari kesan maskulin. Lambang mereka justru seorang wanita berambut panjang.

Tentu saja ini bukan berarti pendiri klub yang berdiri 1907 silam adalah seorang wanita. Sebagai informasi, Atalanta didirikan oleh empat orang pria bernama Eugenio Urio, Giovanni Roberti, Alessandro Forlini, serta Gino Amati dan Ferrucio Amati

Adapun logo perempuan berdasarkan nama klub, Atalanta. Atalanta adalah nama seorang perempuan dalam mitologi Yunani. Dalam kisahnya, ia seorang yang sangat handal dalam olahraga lari. Hampir tidak ada orang yang mampu melampaui kecepatannya.

2. 3 Kali Ganti Logo Klub

atalanta logo-design football
Design Football

Seperti klub-klub pada umumnya, logo yang tertera di dada Atalanta sudah mengalami beberapa perubahan. Pada awal berdirinya klub, logo tersebut hanya kombinasi warna hitam, biru, dan putih.

Tidak ada pula gambar siluet perempuan seperti sekarang. Dulu lambang klub hanya memiliki perisai di sekelilingnya. Sedangkan di bagian atas terdapat tulisan nama klub.

Siluet perempuan baru ada pada medio 1960-an. Tapi ketika itu bentuknya belum seperti sekarang. Saat itu logo perempuan dalam lambang mereka digambarkan sedang berlari. Gambar ini merupakan perwujudan dari kisah Atalanta yang seorang pelari handal dalam kisah mitologi Yunani.

3. Penghasil Talenta Terbaik di Italia

Atalanta - Valencia - Antonio Percassi - Calciomercato
Calciomercato

Inter Milan, AC Milan, Juventus, AS Roma, hingga Lazio, bisa mondar-mandir di papan atas Serie A selama ini. Urusan keuangan klub pun mereka tidak kekurangan apa pun. Tapi terlepas dari itu semua, belum tentu mereka bisa memanfaatkan akademinya.

Kita semua tahu klub-klub mapan itu punya akademi terbaik di Italia. Tapi mereka tidak sehebat La Dea yang bisa memanfaatkan talentanya sendiri di tingkat profesional.

Kehebatan akademi Atalanta tidak baru berlangsung satu atau dua dekade terakhir saja. Tapi sudah lama mereka dikenal sebagai penghasil talenta terbaik di Italia. Dahulu ada nama-nama semacam Carlo Ceresoli, Gaetano Scirea, hingga Roberto Donadoni. Sedangkan era sekarang ada Riccardo Montolivo, Giampaolo Pazzini, Mattia Caldara, Giacomo Bonaventura, hingga Davide Zapacosta.

4. Label Warga Kehormatan untuk Gasperini

@Atalanta_BC

Banyak cara yang dilakukan sebuah tim untuk menghargai jasa para pahlawannya. Mulai dari membuatkan patung, memensiunkan nomor punggung, hingga memberi jabatan mentereng di tubuh manajemen.

Tapi cara tersebut tidak dilakukan Atalanta. Mereka punya cara sendiri yang lebih paripurna. Adalah sang pelatih, Gian Piero Gasperini yang menjadi orang paling beruntung di dunia.

Bagaimana tidak, kesuksesannya bersama La Dea dalam beberapa musim terakhir membuatnya ditasbihkan sebagai warga kehormatan Bergamo. Ini merupakan penghargaan tertinggi kepada warga yang diberikan wali kota Bergamo. Menariknya, Gasperini bukanlah orang asli Bergamo, melainkan Turin.

5. Rekor, Rekor, Rekor, dan Rekor

fiorentina vs atalanta
@Atalanta_BC

Klub asal Bergamo sampai saat ini memang belum meraih gelar apa pun. Tapi untuk urusan rekor, mereka lebih baik dari Inter Milan maupun AC Milan dalam dua musim terakhir.

Paling utama tentu keberhasilan menembus Liga Champions untuk pertama kalinya musim ini. Hebatnya lagi, dalam satu ajang ini mereka bisa saja membuat hat-trick rekor. Lolos pertama kali ke 16 besar, Papu Gomez dkk berpeluang menembus perempat final perdananya setelah mengantongi kemenangan 4-1 atas Valencia di leg pertama 16 besar.

Di luar itu, klub asal Bergamo juga panen rekor lain. Untuk pertama kalinya sejak 1960 silam, mereka sukses mencetak 63 gol hanya dalam 22 pertandingan. Dan untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub, La Dea dua kali mencetak tujuh gol dalam sebuah pertandingan pada musim yang sama.