Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Kelompok Fan Ini Benci Pemilik Klubnya

Football5star.com, Indonesia – Tugas pemilik klub sepak bola tidak lah gampang. Mereka bukan hanya dituntut membawa timnya berprestasi atau sekadar mendatangkan pemain bintang saja.

Lebih dari itu, bos-bos ini harus mampu membuat para suporter mencintai mereka. Mendukung segala kebijakan yang mereka buat.

Tuntutan ini tentu tak bisa dilaksanakan oleh semua pemili klub. Cara mereka bekerja terkadang tidak sejalan dengan apa yang diyakini fan. Sekali pun mereka mampu membawa trofi juara, itu bukan jaminan fan akan mencintai mereka seutuhnya.

Football5star telah merangkum 5 kelompok fan yang membenci pemilik klub kesayangannya:

  • Kebencian Mendarah Daging Fan United pada Glazer
manchester united-malcolm glazer
BBC

Satu kelompok fan yang patut dicontoh adalah fan Manchester United. Sejak awal klubnya diambil alih keluarga Glazer hingga saat ini, mereka konsisten membenci sang taipan.

Cerita berawal saat Malcolm Glazer membeli Manchester United 2003 silam. Kucuran dana sebesar 265 juta pounds yang dikeluarkan Glazer membuat para suporter murka.

Mereka tidak rela klub kesayangannya dibeli dari uang hasil utang sang bos. Apalagi ia mencantumkan aset klub sebagai agunan. Cara Glazer ini membuat MU dan fan bertanggung jawab untuk melunasi utang dan membayar bunganya.

Puncak dari kebencian ini pun membuat para suporter membentuk sebuah klub yang bernama FC United of Manchester. Mereka juga selalu mengenakan syal kuning-hijau di setiap laga MU sebagai bentuk protes pada sang pemilik.

  • Pertarungan Fan Hull dan Pemiliknya
hull city-supporters direct scotland
supporters direct scotland

Cerita berbeda datang dari klub Divisi Championship Inggris, Hull City. Pemilik klub, Assem Allam, dengan serta-merta ingin mengganti nama klub tersebut.

Ia ingin mengubah nama klub dari Hull City menjadi Hull Tigers. Ia berdalih pergantian nama ini bagus untuk masa depan. Kebijakan ini pun mendapat pertentangan dari fan klub berjuluk The Tigers.

Mereka tidak terima Assem Allam mengubah identitas klub yang sudah berdiri sejak 1904 itu. Masalah ternyata tidak sampai di situ. Fan kian geram dengan kebijakan baru keluarga Allam.

Sejak 2016 lalu, pihak direksi telah menghapus sistem tiket musiman. Puncak kemarahan mereka terjadi Agustus 2016. Sebelum melakoni laga kandang Premier League, para fan membentangkan spanduk protes dan menuntut keluarga Allam melepas sahamnya dari Hull City.

  • Pengkhianatan James Pallotta pada Roma
Getty Images

Tidak mudah untuk orang luar Italia mendapatkan cinta fan di sana. Ini pula yang dialami James Pallotta di AS Roma. Sejatinya Pallotta adalah pengusaha berdarah Italia. Tapi sudah sejak kecil ia pindah ke Amerika Serikat.

Saat pertama kali mengambil alih AS Roma, James Pallotta memunculkan harapan baru. Neraca keuangan yang lebih sehat, proyek stadion baru, hingga prestasi di masa depan. Semua itu membuat fan terkesima dengan proyek besar sang pengusaha.

Tapi seiring berjalannya waktu, fan mulai muak dengan kinerja Pallotta. Mereka pun merasa terus dikhianati oleh janji manis sang presiden. Yang paling menyakitkan tentu ketika Francesco Totti tidak dibutuhkan lagi AS Roma hingga menyatakan pensiun 2017 lalu.

Semusim berselang, giliran Daniel De Rossi yang didepak. Dua momen ini membuat fan habis kesabaran. Mereka kemudian membentangkan spanduk raksasa yang berbunyi ‘singkirkan Pallotta”.

Bukannya mencairkan suasana, sang presiden justru memantik kebencian baru. Ia menyebut para fan sebagai orang idiot karena melakukan protes yang tidak tepat sasaran.

  • Strategi Buruk Kroenke di Arsenal
fan arsenal protes kroenke-itv
itv

Arsenal selama ini dikenal sebagai klub yang selalu menelurkan talenta-talenta hebat. Tapi disaat bersamaan, mereka juga akrab dengan cap tim yang selalu melepas pemain-pemain bintang.

Sudah tak terhitung pemain-pemain bintang yang dilepas Arsenal. Strategi ini ternyata berasal dari pemilik klub, Stan Kroenke. Ia dianggap sebagai dalang kegagalan The Gunners dalam beberapa tahun terakhir.

Tidak hanya itu, Kroenke juga dicap hanya mencari keuntungan semata. Selain menjual pemain bintang, ia membanderol harga tiket kandang sangat mahal. Sebagai informasi, tiket kandang Arsenal adalah yang paling mahal di Premier League.

Hampir setiap musim fan menuntut Kroenke untuk keluar. Mulai dari aksi di luar stadion Emirates, hingga melalui chant-chant yang selalu mereka kumandangkan di stadion.

  • Mike Ashley dan Kemarahan Fan Newcastle
fans newcastle protes-daily mail
Daily Mail

Bukan cuma fan Manchester United dan Hull City yang menentang pemiliknya. Fan Newcastle United juga sudah habis kesabaran melihat kepemimpinan Mike Ashley.

Mereka membenci Mike Ashley yang tak becus mengurus Newcastle. Manajemen klub yang buruk, ditambah strategi transfer yang gagal membuat fan sudah habis kesabaran pada sang presiden yang sudah memimpin sejak 2007 silam.

Sudah cukup sering mereka melontarkan amarah pada Ashley saat mengawal Newcastle berlaga di St James Park. Puncak kekecewaan fan pun ditunjukkan tahun lalu.

Ribuan suporter memboikot laga kandang melawan Arsenal. Disaat bersamaan mereka juga mengeluarkan pernyataan sikap untuk menuntut Mike Ashley keluar.

Impian para fan untuk melihat pengusaha 56 tahun hengkang sepertinya akan menjadi kenyataan. Pasalnya Ashley sedang mencari investor baru untuk mengakuisisi The Magpies.