Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Klub yang Pernah Bangkrut dan Bangkit Lagi

Football5star.com, Indonesia – Klub-klub Eropa terus berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Tak segan-segan, semua cara mereka lakukan agar bisa mencapai target dan memuaskan fannya.

Mendatangkan banyak pemain bintang adalah salah satu cara yang mereka lakukan agar target bisa dicapai. Dan untuk mendatangkan pemain bintang nan mahal, sang pemilik dan kekuatan finansial klub merupakan faktor yang sangat penting.

Jika kekuatan finansial mumpuni tapi sang pemilik cukup pelit dalam menggelontorkan dana, tentu akan percuma. Begitu pula sebaliknya. Maka tak heran jika dua faktor ini sangat penting dalam sebuah klub.

Kendati demikian, ketika dua faktor itu berjalan searah, belum tentu juga masa depan klubnya terang benderang. Ambisi besar yang tak sesuai kekuatan finansial tak jarang berdampak buruk pada klubnya sendiri.

Biasanya, untuk memenuhi ambisi dan gengsinya, pemilik klub kerap mengandalkan utang untuk membeli pemain bintang atau pun keperluan lainnya. Dari sini pula masalah baru muncul. Klub akan mengalami krisis finansial dan bahkan bisa berujung kebangkrutan.

Dan kali ini, Football5star telah merangkum lima klub yang pernah bangkrut dan mampu bangkit kembali:

  • Parma
Parma, Serie A, Pengaturan Skor, football5star
@1913parmacalcio,

Medio 90-an Parma menjadi pusat perhatian dunia. Selain hilir mudik di kompetisi Eropa, mereka juga menjadi salah satu klub penantang empat besar di Serie A. Hal yang sama juga terjadi di bursa transfer.

Hampir semua pemain-pemain bintang Liga Italia pernah berseragam Parma. Mulai dari Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Juan Sebastian Veron, Lillian Thuram, Matias Almeyda, hingga Hernan Crespo.

Akan tetapi, kekuatan uang Parma berangsur memburuk. Mereka gagal membayar utang klub. Puncaknya pun terjadi 2015 lalu. Pada musim tersebut manajemen yang dipimpin Tommaso Ghirardi sudah tak sanggup membayar para pemain.

Jangankan untuk membayar pemain, menggaji para karyawan pun manajemen sudah kelagapan. Situasi ini bahkan memaksa Alessandro Lucarelli dkk harus mencuci baju dan sepatunya sendiri.

Pada akhirnya, klub asal Emilia Romagna dinyatakan bangkrut oleh otoritas Italia. Mereka pun harus menata ulang klub dari awal dan harus mengawali kompetisi dari Serie D, strata terendah di sepak bola Italia.

Keadaan juga memaksa Il Ducali harus mengganti nama klub. Jika dulu mereka bernama AC Parma, kini klub yang bermarkas di Stadion Ennio Tardini bernama Parma Calcio 1913. Bereinkarnasi dengan nama baru, Parma secara perlahan bangkit. Dan sejak musim lalu mereka telah kembali ke Serie A, tempat di mana semestinya mereka berada.

  • Glasgow Rangers
Alfredo Morelos - Rangers - Steven Gerrard - Liverpool - Daily Record
Daily Record

Siapa yang menyangka jika klub sebesar Glasgow Rangers juga tersandung masalah keuangan yang pelik. Rangers dinyatakan bangkrut oleh Badan Liga Skotlandia (SFL) pada 2012-2013 lalu karena gagal membayar utang sebesar 33 juta pounds.

Sejatinya nasib Rangers masih bisa aman andai klub peserta Premier League Skotlandia lainnya melakukan voting terkait nasib klub yang bermarkas di Stadion Ibrox. Ketika itu mereka hanya membutuhkan delapan suara dari 12 klub untuk mengamankan posisinya.

Namun, apa daya, mayoritas klub Skotlandia menolak proposal yang diajukan Rangers. Mereka pun akhirnya resmi dinyatakan bangkrut dan harus mengawali kompetisi musim selanjutnya dari Scottish Third Division, kasta terendah dalam piramida liga Skotlandia.

Kendati kehilangan segalanya, tetap saja Rangers terlalu kuat untuk bermain di divisi tiga. Mereka langsung promosi ke divisi dua setahun kemudian. Dan pada akhirnya Rangers kembali bangkit dan meramaikan lagi Premier League Skotlandia sejak 2016 lalu dan langsung menjadi pesaing utama lagi bagi musuh bebuyutan, Glasgow Celtic.

  • Napoli
tuttomercatoweb

Napoli pernah menjadi kekuatan menakutkan di Italia. Mereka pernah memiliki pemain terbaik dunia saat itu, Diego Maradona, dan beberapa pemain lain seperti Gianfranco Zola, Ciro Ferrara, dan Alemao.

Setelah era keemasan itu, prestasi Napoli perlahan meredup. Hal tersebut tak lepas dari strategi transfer mereka yang kerap melepas pemain bintang. Belakangan diketahui bahwa cara tersebut untuk menutupi neraca keuangan klub yang terpuruk.

Setelah beberapa tahun limbung, I Partinopei akhirnya karam pada 2004. Mereka dinyatakan bangkrut karena gagal membayar utang sebesar 70 juta euro. Status ini pun membuat mereka gagal memenuhi yarat administrasi untuk bermain di Serie B musim 2004-2005.

Tapi saat ini, Napoli sudah bangkit kembali sejak diambil alih pengusaha TV Italia, Aurelio De Laurentiis. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir mereka menjadi penantang Juventus dalam perebutan scudetto.

  • Fiorentina
fiorentina-tuttomercatoweb
tuttomercatoweb

Klub-klub Italia sepertinya punya masalah akut dalam hal keungan klub. Bagaimana tidak, kebangkrutan bukan hanya dialami Parma dan Napoli. Klub tradisional lainnya seperti Fiorentina juga harus merasakan pahitnya jatuh ke jurang keterpurukan.

Seperti halnya Napoli, Fiorentina juga memiliki utang 70 juta euro yang gagal dibayar pada 2002 silam. Hal tersebut pun membuat La Viola harus bermain di Serie B. Dan yang lebih parah lagi, klub yang pernah diperkuat Gabriel Batistuta harus berganti nama menjadi Florentia Viola. Beruntung, setahun berselang mereka kembali menyematkan nama Fiorentina di dada.

Keterpurukan La Viola akhirnya berakhir saat klub diambil alih keluarga Della Vale. Secara perlahan Della Vale membangkitkan Fiorentina hingga kembali ke kasta tertinggi Liga Italia. Bahkan mereka sempat tampil di Liga Champions dan lolos sampai perempat final musim 2007-2008.

  • AEK Athena
aek athena-agonasport
agonasport

Kebangkrutan tidak hanya melanda klub-klub kuda hitam saja. Klub besar juga tidak bisa menghindar dari masalah yang satu ini. Tidak percaya? Tanyakan saja pada raksasa Yunani, AEK Athena.

Penggelapan pajak yang dilakukan AEK Athena 2012 lalu membuat mereka hancur. Keadaan diperparah dengan situasi ekonomi Yunani yang saat itu mengalami krisis moneter. Imbasnya pun langsung terasa pada AEK yang dinyatakan bangkrut setahun kemudian.

AEK pun harus memulai petualangan baru dari kasta kedua Liga Yunani. Tapi klub ibu kota tak butuh waktu lama untuk bangkit. Bahkan hanya dalam kurun waktu dua tahun setelah dinyatakan bangkrut mereka sukses menjuarai Piala Liga.

Dan sejak 2015-2016 AEK Athena sudah kembali meramaikan Liga Super Yunani dan merengkuh gelar juara liga musim 2017-2018 lalu. Dan musim ini anak asuh Massimo Carrera berada di peringkat ketiga di bawah Olympiakos dan PAOK Salonika.