Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Legenda yang Jadi Nama Penghargaan di Luar Spanyol

Football5Star.com, Indonesia – Penghargaan dengan nama seorang legenda adalah hal biasa di Spanyol. Pichichi, Zarra, Zamora yang jadi penghargaan tahunan diambil dari nama pemain-pemain Legendaris LaLiga. Pichichi adalah sebutan bagi Alberto Moreno, sementara Zarra dari Telmo Zarra dan Zamora dari Ricardo Zamora.

Di luar Spanyol, penggunaan nama legenda untuk penghargaan tertentu ternyata tak kalah banyak. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 legenda yang dijadikan nama penghargaan di luar Spanyol. Beberapa di antaranya kamu pasti gak tahu.

Ferenc Puskas

Ferenc Puskas diabadikan FIFA untuk penghargaan bagi gol terindah sejak 2009.
Getty Images

Ferenc Puskas adalah gol. Legenda Hungaria ini memang luar biasa. Bersama Budapest Honved, dia mencetak 358 gol dalam 350 laga. Bagi Real Madrid, dia melesakkan 156 gol dalam 180 laga. Sementara itu, untuk timnas Hungaria, dia membukukan 84 gol dalam 85 caps.

Pada 2009, FIFA mengabadikan nama Puskas untuk penghargaan bagi gol terindah yang dipilih melalui voting online. Anugerah Puskas ini diberikan bersamaan dengan pemilihan pemain dan pelatih terbaik. Pada edisi pertama, Anugerah Puskas didapatkan Cristiano Ronaldo.

Lev Yashin

Lev Yashin jadi nama penghargaan kiper terbaik versi France Football.
Getty Images

Nama Lev Yashin sudah dikenal sebagai salah satu legenda sepak bola terbesar. Salah satu yang membuat dia dikenang adalah statusnya sebagai satu-satunya kiper peraih Ballon d’Or. Dia mengukir prestasi bersejarah itu pada 1963.

Pada 2019, ketika membuat beberapa katergori tambahan yang menyertai Ballon d’Or, France Football memilih nama Lev Yashin untuk trofi kiper terbaik. Pada perhelatan pertama, Alisson Becker dari Liverpool jadi pemain pertama yang meraih Trofi Yashin.

Fritz Walter

Fritz Walter jadi nama penghargaan pemain-pemain muda terbaik di Jerman sejak 2005.
Getty Images

Fritz Walter bisa dikatakan sebagai superstar pertama Jerman. Dialah kapten sekaligus pemain penting saat Die Mannschaft juara Piala Dunia 1954. Bersama Kaiserslautern, dia juga melegenda dengan 357 gol dalam 364 pertandingan.

Pada 2005, nama Fritz Walter diabadikan untuk penghargaan bagi talenta-talenta muda di Jerman. Bukan trofi, melainkan Medali Fritz Walter. Penghargaan itu diberikan untuk empat kategori, yakni pemain putra U-17, U-18, dan U-19, serta pemain putri.

Raymond Kopa

Raymond Kopa jadi nama penghargaan pemain muda terbaik versi France Football.
Getty Images

Raymond Kopa jadi bagian penting kesuksesan Stade Reims, Real Madrid, dan timnas Prancis pada dekade 1950-an. Gelandang serang yang disebut Marca sebagai Napoleon Kecil itu antara lain menjuara Piala Champions tiga kali beruntun. Secara pribadi, pada 1958, dia merebut Ballon d’Or.

Pada 2018, France Football menggunakan nama pria yang meninggal pada setahun sebelumnya itu sebagai penghargaan baru bagi pemain muda terbaik yang mendampingi Ballon d’Or. Trofi Kopa untuk kali pertama direbut oleh pemain dari negara Kopa, yakni Kylian Mbappe.

Landon Donovan

Landon Donovan jadi nama penghargaan pemain terbaik MLS sejak 2015.
sports.yahoo.com

Landon Donovan adalah pemain legendaris Amerika Serikat dan Major League Soccer (MLS). Saat pensiun pada Desember 2014, dia tercatat sebagai pemain tersubur dengan 144 gol dan assist terbanyak sebanyak 139 assist. Saat ini, baru rekor golnya yang mampu dilewati pemain lain.

Atas dasar itu, MLS mengabadikan nama Landon Donovan untuk penghargaan bagi pemain terbaik MLS. Hal itu dilakukan mulai 2015. Secara pribadi, Donovan pernah sekali menjadi pemain terbaik MLS, yakni pada 2009 bersama Los Angeles Galaxy.