Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pelatih Top yang Tak Pernah Bermain Sepak Bola Profesional

Football5Star.com, Indonesia – Mayoritas pelatih-pelatih top di dunia biasanya merupakan seorang mantan pemain sepak bola profesional. Bahkan beberapa di antaranya merupakan pemain kelas dunia.

Seperti contoh Zinedine Zidane yang merupakan pemain terbaik dunia 1998, sekarang menjadi pelatih top yang meraih kesuksesan bersama Real Madrid. Atau seperti Carlo Ancelotti, Pep Guardiola, Diego Simeone dan Antonio Conte, yang memiliki karier yang bagus sebagai pemain dan pelatih.

Ada juga pelatih top yang memiliki karier yang buruk sebagai pemain walaupun sempat bermain di klub profesional seperti Jose Mourinho dan Juergen Klopp.

Tapi juga banyak pelatih yang dulunya tidak pernah bermain sepak bola secara profesional atau bahkan memang bukan pemain sepak bola. Berikut daftarnya.

*Dalam daftar ini hanya ada pelatih yang saat ini masih aktif, jadi Anda tidak akan menemukan Arrigo Sacchi.

Andre Villas-Boas

thestimes.co.uk

Villas-Boas merupakan salah satu dari sedikit pelatih yang masa mudanya sama sekali tak pernah menjadi pesepak bola. Bahkan karier pelatih Villas-Boas bisa dibilang dimulai secara keberuntungan. Pada usia 16 tahun, Villas-Boas, tak sengaja tinggal di apartemen yang sama dengan Sir Bobby Robson yang pada saat itu melatih Porto.

Sir Bobby akhirnya menyuruh Villas-Boas untuk mengambil lisensi kepelatihan. Pada usia 19 tahun, dia sudah mendapatkan lisensi Pro UEFA. Karier kepelatihan Villas-Boas dimulai ketika dia menjadi asisten pelatih bagi Jose Mourinho di Chelsea dan Inter.

Villas-Bios melatih beberapa klub seperti Porto, Chelsea, Tottenham, dan Zenit. Dia memenangkan beberapa Trofi bersama Porto termasuk Liga Europa di tahun 2011 dan juga semua trofi lokal bersama Zenit. Saat ini Villas-Boas melatih Olympique Marseille.

Leonardo Jardim

gunnerstown.com

Sama seperti Villas-Boas, Jardim sama sekali tak pernah menjadi pesepak bola. Di usia 27 tahun dia memulai karier kepelatihannya saat menjadi asisten pelatih klub lokal Portugal, AD Camacha pada tahun 2003.

Jardim baru bisa melatih klub besar pada 2011 saat melatih SC Braga. Tahun berikutnya dia melatih raksasa Yunani Olympiacos dan membawa klubnya meraih gelar double domestik.

Tapi karier Jardim mulai dikenal saat dia membawa AS Monaco menghentikan dominasi Paris Saint-Germain di Ligue 1 musim 2016-17.

Brendan Rodgers

twitter.com/lcfc

Brendan Rodgers sempat bermain bersama timnas junior Irlandia Utara. Dia bermain bersama tim muda Reading di usia 18 tahun. Sayang dia memiliki kelainan genetik pada lututnya yang menyebabkan dia harus pensiun di usia 20 tahun tanpa pernah bermain untuk tim utama Reading.

Rodgers sebenarnya masih bermain setelah itu, tapi hanya dengan beberapa klub amatir non-liga sambil dia juga menjabat sebagai pelatih muda Reading. Pada 2004, Rodgers diundang oleh Jose Mourinho ke Chelsea untuk menjadi kepala pelatih muda dan dua tahun kemudian dia menjadi pelatih tim kedua Chelsea.

Karier Rodgers mulai bersinar saat berhasil membawa Swansea promosi ke Premier League. Dia mulai dikenal saat hampir membawa Liverpool menjad juara pada musim 2013-14. Rodgers mendapatkan trofi top flight pertama saat melatih Celtic sejak 2016-2019 dengan total meraih 7 trofi. Saat ini dia melatih Leicester City.

Julian Nagelsmann

twitter.com/rbleipzig_en

Nagelsmann sempat bermain di usia muda bersama 1860 Munich dan FC Augsburg. Tapi cedera lututnya membuat dia harus pensiun dini. Setelah itu dia kuliah mengambil jurusan administrasi bisnis dan Sports Science sebelum dia bekerja bersama Thomas Tuchel di Augsburg.

Di usia 28 tahun, Nagelsmann melatih Hoffenheim pada Oktober 2015 yang menjadikan dia pelatih termuda sepanjang sejarah Bundesliga. Pada musim 2016-17, dia membawa Hoffenheim masuk ke Liga Champions untuk pertama kalinya.

Saat ini Nagelsmann melatih RB Leipzig dan berhasil membawa Timo Werner dan kawan-kawan masuk ke babak perempat final Liga Champions untuk pertama kalinya.

Maurizio Sarri

juventus.com

Sarri hanya pernah bermain di level amatir bersama klub lokal Tuscany, Figline. Sarri juga bekerja sebagai pegawai bank di Siena sambil melanjutkan kariernya sebagai pesepak bola amatir.

Sarri sebenarnya sudah memulai melatih sejak usia 30 di tahun 1990 dengan melatih klub amatir Stia di divisi kedelapan Italia. Karier kepelatihan Sarri terus merangkak naik dari melatih klub divisi kedelapan sampai ke Serie D 10 tahun kemudian. 5 tahun setelah itu dia berhasil menjadi pelatih klub Serie B, Pescara.

Tapi, karier Sarri baru memuncak 24 tahun setelah memulai kariernya sebagai pelatih setelah dia membawa Empoli promosi ke Serie A. Dia akhirnya bisa melatih klub besar, Napoli, di tahun 2015. Sarri mendapatkan trofi major pertamanya bersama Chelsea yakni Liga Europa pada tahun 2019.

Musim ini Sarri melatih klub terbaik di Italia, Juventus, 28 tahun setelah dia memulai karier kepelatihannya dengan melatih klub divisi kedelapan Italia.

Andre Villas-BoasBrendan RodgersJulian NagelsmannKamu Pasti Gak Tahu!leonardo jardimMaurizo Sarri