Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain dari “Antah-berantah” yang Pernah Main di Serie A

Football5star.com, Indonesia – Kompetisi Serie A Italia termasuk salah satu kompetisi sepak bola terbaik di dunia. Tak heran cukup banyak pesepak bola dari seluruh dunia berbondong-bondong untuk merasakan karier di Serie A.

Tercatat ada 104 negara yang menyumbangkan para pemainnya berkarier di Serie A Italia. Negara kuat sepak bola seperti Brasil, Argentina, dan Prancis jadi negara yang memiliki banyak pemain yang berlaga di Italia.

Minus Indonesia, dan negara lain di kawasan Asia Tenggara lain seperti Thailand, Singapura, atau Kamboja, negara-negara kecil yang tak memiliki sepak bola kuat ternyata pernah menyumbang pemainnya bermain di Serie A.

Kamu pasti gak tahu! 5 pemain yang pernah berlaga di Serie A Italia ini ternyata berasal dari negara ‘Antah-berantah’. Kira-kira siapa saja mereka? Berikut ulasannya:

Henok Goitom

Kamu pernah mendengar negara bernama Eritrea? Tentu tak banyak yang mengetahui negara yang berlokasi di kawasan bagian timur laut Afrika ini. Meski begitu, Eriteria pernah menyumbang pemain mereka bermain di Serie A Italia.

Ialah Henok Goitom, pemain kelahiran Swedia berdarah Eriteria yang pernah bermain untuk tim Udinese pada musim 2003 hingga 2007. Sayangnya pemain berposisi striker ini hanya melakoni 1 pertandingan dan mencetak 1 gol.

Padahal 1 gol yang dicetak Goitom dicetaknya saat jadi pemain pengganti saat melawan Inter pada 19 Februari 2005. Golnya di menit akhir pertandingan menyelamatkan Udinese dari kekalahan dari Inter.

Hasil itu tak membuat puas Udinese. Ia pun kemudian dipinjamkan ke klub Spanyol Murcia pada 2005 hingga dilepas permanen pada 2007. Saat itu, pemain yang pernah membela tim U-21 Swedia tersebut berkarier di AIK Fotboll.

José Machin

Selanjutnya ada eks pemain AS Roma, José Machin. Dari mana asal Machin? Pemain berposisi gelandang ini berasal dari Guinea Khatulistiwa. Di mana yak kira-kira letak negara tersebuta? Negara ini terletak di Afrika Tengah.

Machin yang sempat berlatih di akademi La Masia ini pada 2015 pindah ke AS Roma. Pemain berposisi gelandang serang ini lebih banyak dipinjamkan oleh Roma ke sejumlah klub seperti Lugano, Brescia, Parma.

Pada musim 2018/19, pemain berusia 23 tahun ini dilepas Roma ke Pescara. Di akhir 2019, Parma merekrutnya. Namun kemudian, Parma meminjamkan Machin ke klub Monza di musim ini.

Grégoire Defrel

Striker milik AS Roma yang saat ini berstatus pemain pinjaman di Sassuolo, Grégoire Defrel juga salah satu pemain dari ‘antah berantah’ di Serie A.

Meski striker berusia 28 tahun ini kelahiran Meudon, Prancis. Defrel merupakan kewarganegaraan, Martinique. Negara di mana Martinique? Negara kepulauan ini berstatus departemen lautan Prancis yang berlokasi di laut Karibia.

Martinique berstatus negara yang memiliki tim nasional dan Defrel menjadi salah satu pemain andalannya. Pada ajang Piala Emas 2019, Defrel membela Martinique di kompetisi ini.

Karier Defrel sendiri dimulai dari akademi Parma. Ia promosi ke tim utama Parma pada 2011. Sempat dipinjamkan ke Fogia, Defrel sempat dipinjamkan ke Sassuolo pada 2015. Musim ini Defrel jadi pemain pinjaman di Sassuolo dari AS Roma.

Andrew Gravillon

Selanjutnya ada bek Inter Milan, Andrew Gravillon. Bek berusia 22 tahun ini merupakan pemain berkewarganegaraan Guadeloupe, salah satu negara di kawasan Karibia.

Gravillon memulai kariernya di akademi Inter Milan pada 2014. Inter lalu melepasnya pada 2017 ke klub Benevento. Dua kali bermain untuk Benevento, Gravillon hijrah ke Pescara.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain dari Antah-berantah yang Pernah Main di Serie A
Football Italia

Penampilannya bersama Pescara pada musim 2018/19 membuat Inter kembali merekrtunya. Sayangnya Inter kembali menjadikan Gravillon sebagai pemain pinjaman.

Tercatat sudah ada tiga klub yang dibela Gravillon dengan status pemain pinjaman. Ada Pescara, Sassulo, dan di musim ini ia bermain untuk Ascoli.

Mohamed Kallon

Terakhir ada mantan striker Inter Milan di era 90-an dan awal 2000-an, Mohamed Kallon. Berasal dari mana Kallon? Pemain yang saat ini berstatus sebagai pelatih ini berasal dari negara kecil Afrika, Sierra Leone.

Kallon datang ke Inter Milan pada 1995 dari klub Swedia, Spånga. Namun di awal kedatangannya ke Inter, Kallon dipinjamkan ke sejumlah klub seperti Bologna dan Genoa. Pada 1999, Inter melepasnya ke Reggina.

Justru di klub ini Kallon tunjukkan kualitasnya sebagai penyerang handal. Satu musim membela Reggina, Kallon mencetak 11 gol. Ia lalu hijrah ke Vicenza dan pada 2001 kembali bergabung ke Inter Milan.

Empat musim membela Inter, Kallon mencatatkan 14 gol dari 44 penampilan. Pada 2004, Kallon memutuskan pindah ke AS Monaco. Ia akhirnya gantung sepatu di tim yang ia buat di kampung halamannya bernama, FC Kallon pada 2016.