Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Muslim yang Pernah Main di Liga Israel

Football5star.com, Indonesia – Kompetisi sepak bola di Israel baru digulirkan secara profesional pada 1999. Liga Israel atau yang disebut Ligat ha’Al diikuti oleh 14 klub peserta dan juga menggunakan sistem degradasi.

Maccabi Haifa jadi klub yang paling banyak meraih gelar sebanyak 7 kali. Liga Israel sendiri beberapa tahun lalu sempat jadi sorotan karena menjadi kompetisi sepak bola yang memiliki pelanggaran rasial cukup tinggi.

Di Liga Israel sendiri, pemain yang memiliki darah Arab dan beragama Islam akan jadi sasaran ujaran dan tindakan rasial dari para suporter klub. Meski begitu, faktanya ternyata ada pemain muslim yang pernah bermain di Liga Israel. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya:

Bibras Natkho

Gelandang berusia 32 tahun kelahiran, Kfar Kama, Israel, Bibras Natkho adalah salah satu pesepak bola muslim yang bermain di Liga Israel. Ia mengawali kariernya di akademi Hapoel Tel Aviv.

Pada 2006, Natkho mendapat kontrak profesional dari Hapoel. Lima musim membela Hapoel, Bibras Natkho melakoni 91 pertandingan dan mencetak 5 gol. Permainannya di lapangan tengah membuat namanya dipanggil membela timnas Israel dan ia jadi kapten muslim pertama.

Pada 2004, ia masuk sebagai bagian dari tim U-17 Israel. Pada 3 Maret 2010, Natkho melakoni laga debutnya di tim senior Israel saat melawan Rumania di laga persahabatan. Saat ini, Natkho membela klub Serbia, Partizan.

Walid Badir

Selanjutnya ada pesepak bola bernama Walid Badir yang berkarier di Liga Israel. Ia memiliki keturunan Arab dan memeluk agama Islam. Pada 1987, ia berkarier di akademi Hapoel Kafr Qasim.

Pada 1992, ia mendapat kontrak profesional pertamaya bersama Hapoel Petah Kiva. Pemain berposisi sebagai gelandang ini lalu sempat merasakan bermain di Liga Inggris dengan bergabung ke Wimbledon pada 1999-2000.

Dua tahun sebelum membela Wimbledon, Badir mendapat kepercayaan untuk membela timnas Israel. Ia jadi penggawa timnas Israel sampai 2007 dan sudah melakoni 72 pertandingan serta mencetak 12 gol.

Beram Kayal

Gelandang bertahan kelahiran Jadeidi-Makr, Israel, Beram Kayal adalah pemain muslim yang pernah berkarier di Liga Israel. Tim besar Maccabi Haifa jadi klub profesional pertamanya di sepak bola.

Ia bermain di Maccabi Haifa selama lima musim dan turut menyumbangkan dua gelar Liga Israel pada klub tersebut. Pada 2010, ia hijrah ke Celtic dan bermain lima musim di klub Skotlandia tersebut.

Saat itu, gelandang berusia 32 tahun tersebut menjadi pemain pinjaman di klub Inggris, Charlton Athletic. Statusnya sendiri masih jadi pemain untuk klub Brighton & Hove Albion.

Dzhabrail Kadiyev dan Zaur Sadayev

Selanjutnya ada striker asal Rusia, Dzhabrail Kadiyev dan geladang Chechen, Zaur Sadayev. Keduanya adalah pesepak bola muslim yang pernah merasakan kerasanya kompetisi liga Israel. Pada 2013, mereka dipinjamkan klubnya, Terek Grozny ke Beitar Jerusalem.

Kehadiran Kadiyev dan rekannya, Zaur Sadayev langsung mendapat penolakan dari suporter Beitar yang memang dikenal sebagai suporter rasis. Kelompok suporter Beitar bernama La Familia langsung menunjukkan sikap rasial begitu keduanya tiba.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Muslim yang Pernah Main di Liga Israel

Dikutip dari the Washington Post, kelompok La Familia ini membakar markas klub saat merekrut kedua pemain tersebut. Faktanya, sebelum 2013, Beitar merupakan satu-satunya klub Israel yang tidak pernah merekrut pemain Muslim. Sesuai dengan slogan La Familia untuk Beitar, “Beitar Selamanya Murni.”

Tekanan demi tekanan datang kepada kedua pemain ini. Tak heran jika Kadiyev hanya bermain satu kali saja untuk Beitar sedangkan Sadayev menjalani 7 pertandingan dan mencetak 1 gol.