Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Sedarah yang Tak Pernah Satu Klub

Football5star.com, Indonesia – Kehangatan sepak bola tidak hanya tergambar dari hubungan ayah dan anak di lapangan hijau, atau pemain yang dikemudian hari akan menghadapi mantan pelatihnya dengan posisi yang sama. Tapi juga kemunculan pemain sedarah di lapangan.

Cukup banyak pemain sedarah yang sama-sama meniti karier di dunia si kulit bundar. Sebut saja nama-nama seperti si kembar Frank de Boer dan Ronald de Boer, Hamit Altintop serta Halil Altintop, ataupun Ronald Koeman maupun Erwin Koeman.

Ketiga pemain sedarah di atas pernah bermain dalam satu klub. Di sisi lain, masih banyak kakak-beradik yang juga menjadi pesepak bola namun tak pernah merasakan bermain di klub yang sama.

Maka dari itu Football5star telah merangkum lima pemain sedarah yang tak pernah berada dalam satu klub

  • Filippo Inzaghi dan Simone Inzaghi
Filippo Inzaghi, SImone Inzaghi, Italia
telesport.al

Siapa yang tidak kenal dengan Inzaghi bersaudara. Kakak-beradik ini mengawali cerita pemain sedarah yang tak pernah berada dalam satu klub. Kendati sama-sama lulusan akademi Piacenza, mereka tak pernah bermain bersama.

Filippo yang tiga tahun lebih tua muncul pertama kali bersama Piacenza 1991 silam. Sedangkan Simone dua tahun kemudian. Dari Piacenza, sang kakak pindah ke beberapa klub seperti Parma, Verona dan Atalanta. Namanya kemudian dikenal sebagai bomber mematikan bersama Juventus serta AC Milan.

Sedangkan Simone mengalami beberapa kesulitan karena harus mengalami beberapa kali pinjaman ke Carpi, Novara, dan kembali lagi ke Piacenza. Baru saat berseragam Lazio 1999 silam namanya mulai diperhitungkan.

Kendati tak pernah bermain di klub yang sama, Filippo dan Simone pernah sama-sama merasakan seragam timnas Italia. Momen itu terjadi dari tahun 2000 hingga 2003. Namun, nasib sang adik tidak sebaik kakaknya. Ia hanya melakoni tiga caps bersama Gli Azzurri.

Romantika Inzaghi bersaudara masih berlanjut hingga saat ini. Mereka sama-sama melanjutkan karier sebagai pelatih. Filippo sekarang menangani Benevento, sementara Simone setia di Lazio.

  • Gonzalo Higuain Federico Higuain
gonzalo higuain-federico higuain-flickr
Flickr

Hampir sama dengan Inzaghi bersaudara, Gonzalo Higuain dan Federico Higuain juga berasal dari akademi yang sama. Mereka sama-sama lulusan River Plate. Namun, takdir membawa mereka ke jalan yang berbeda.

Ketika Gonzalo yang lebih muda sukses menembus Eropa dengan memperkuat Real Madrid, Napoli, AC Milan, Chelsea, hingga Juventus, nama Federico justru tenggelam. Sempat merasakan panasnya Liga Turki bersama Besiktas 2007 lalu, ia akhirnya kembali ke Argentina setahun kemudian.

Federico memperkuat beberapa klub seperti Independiente, Godoi Cruz, Colon, dan Nueva Chicago. Tapi kepulangannya itu tidak berujung manis. Pemain yang berposisi sebagai gelandang harus melanglang buana ke Amerika Serikat untuk berkostum Columbus Crew dan kini berseragam DC United.

  • Si Kembar Callejon
jose callejon-sportskeeda
sportskeeda

Siapa yang menyangka jika bintang Napoli, Jose Callejon, memiliki saudara kembar. Dia adalah Juanmi Callejon dan berposisi sebagai striker. Walau kembar, nasib keduanya sangatlah bertolak belakang.

Sama-sama produk akademi Castilla, Juanmi tak pernah merasakan kostum Real Madrid. Los Blancos langsung melepasnya ke Real Mallorca 2008 lalu. Sedangkan Jose yang sempat dipinjamkan ke Espanyol pernah kembali ke Santiago Bernabeu dan mencatatkan 77 penampilan dengan koleksi 20 gol.

Saat ini Jose Callejon mampu mempertahankan konsistensinya di Napoli. Dia juga pernah merasakan seragam timnas Spanyol sebanyak lima kali. Adapun Juanmi yang terus berpindah-pindah dari satu klub ke klub yang lain harus terlempar ke Arab Saudi untuk membela Al-Ettifaq.

Juanmi juga pernah merasakan kompetisi Liga Bolivia dengan memperkuat Bolivar selama tiga musim. Saat ini Juanmi sudah kembali ke Spanyol dengan membela klub divisi tiga, Marbella FC.

  • Michael dan Brian Laudrup
michael laudrup-brian laudrup-nordisk football
Nordisk Football

Klan Laudrup bisa dibilang sebagai penguasa sepak bola di Denmark. Bagaimana tidak ada lima Laudrup yang semuanya berkarier sebagai pesepak bola. Tapi dari lima tersebut hanya Michael dan Brian Laudrup yang paling dikenal.

Maklum saja, Michael dan Bryan adalah simbol kehebatan Denmark saat menjuarai Piala Eropa 1992 silam. Bersama Peter Schmeichel di bawah mistar gawang mereka mengalahkan tim kuat Jerman dengan skor 2-0 di partai puncak.

Akan tetapi kebersamaan Michael dan Bryan ini tidak berlanjut di tingkat klub. Michael yang lebih tua empat tahun lebih dulu menancapkan taji di panggung Eropa. Lulusan akademi Brondby memperkuat beberapa klub besar seperti Juventus, Lazio, Barcelona, dan Real Madrid. Ia juga sempat hijrah ke Jepang dengan kostum Vissel Kobe sebelum akhirnya pensiun di Ajax Amsterdam 1998 silam.

Sebagaimana sang kakak, Bryan juga dikenal sebagai pemain bergelimang gelar. Total 11 trofi berhasil ia persembahkan untuk klub-klub yang pernah dibela seperti AC Milan, Bayern Munich, Chelsea, Brondby, dan Rangers.

Bryan Laudrup kemudian mengikuti jejak Michael dengan memperkuat Ajax setahun setelah sang kakak pensiun. Ia juga memutuskan pensiun di Amsterdam Arena pada 2000 silam.

  • Christian Vieri dan Massimiliano Vieri
christian vieri-massimiliano vieri-gossip
gossip.it

Nama terakhir adalah Christian Vieri dan Massimiliano Vieri. Sejauh ini kita lebih mengenal Christian dibanding Massimiliano. Maklum saja, sang kakak lebih sering bermain di klub-klub besar.

Walau begitu, sesungguhnya awal karier Massimiliano lah yang lebih mentereng. Dia adalah produk akademi Juventus. Sedangkan Christian berasal dari klub Australia, Marconi Stallions. Awal kariernya juga tidak begitu gemilang karena beberapa kali dipinjamkan ke klub medioker seperti Santa Lucia, Prato, dan Pisa.

Baru ketika berseragam Atalanta 1995 silam namanya dikenal publik Italia. Ia kemudian menuai sukses bersama klub-klub besar seperti Juventus, Lazio, Atletico Madrid, dan Inter Milan. Christian juga merasakan seragam timnas Italia sebanyak 49 kali dan membukukan 23 gol.

Sementara Massimiliano, startegi peminjaman Juventus membuatnya terus meredup. Kontraknya bahkan sempat diputus Si Nyonya Tua 2005 silam sampai akhirnya ditampung Triestina yang saat itu berlaga di Serie B. setelah itu praktis karier sang adik lebih banyak di Serie B dan Serie C dengan memperkuat klub-klub seperti Arezzo, Novara, Lecco, dan Prato.