Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Tersukses Asia di Bundesliga

Football5star.com, Indonesia – Bundesliga adalah kompetisi yang ramah untuk pemain-pemain Asia. Tak pelak, banyak pemain benua kuning yang mengadu nasib di sana.

Pemain-pemain Asia di Bundesliga tidak hanya berasal dari kawasan Asia Timur seperti Korea Selatan dan Jepang. Ada kalanya Liga Jerman dibanjiri pemain-pemain yang berasal dari Iran.

Dalam satu dekade terakhir, pemain Jepang dan Korea Selatan merajai Liga Jerman. Nama-nama tenar seperti Shinji Kagawa dan Son Heung-Min adalah segelintir bintang yang mampu membuktikan kualitasnya.

Selain dua nama yang telah hengkang dari Bundesliga itu, ada banyak pemain Asia lain yang menuai sukses di sana. Dan Football5star telah merangkum lima pemain Asia tersukses di tanah Bavaria:

  • Shinji Kagawa
Cetak gol indah saat Dortmund kalahkan Augsburg, Kagawa lewati rekor Okazaki.
Firo

Nama Shinji Kagawa tentu sudah tidak asing lagi di telinga ketika. Kagawa tidak hanya dikenal oleh pendukung Bundesliga atau Borussia Dortmund saja. Tapi juga para pecinta sepak bola dunia.

Shinji Kagawa datang ke Jerman pertama kali pada 2010 lalu. Ketika itu dia didatangkan Dortmund dari klub Jepang, Cerezo Osaka secara cuma-cuma. Bisa dibilang, pemain asal Jepang adalah talenta Asia paling sukses di Jerman.

Bagaimana tidak, ia berhasil meraih dua trofi Bundesliga dan dua DFB Pokal. Torehan ini pula yang membuatnya bergabung ke klub raksasa Inggris, Manchester United 2012 lalu. Tapi kecintaannya pada tanah Jerman membawanya kembali dua tahun kemudian.

Jika ditotal, pemain yang kini merumput bersama Real Zaragoza mengukir 48 penampilan di Bundesliga. Kontribusinya juga sangat membanggakan dengan mencetak 41 gol serta 37 assist.

  • Son Heung-Min
mopo.de

Seperti halnya Shinji Kagawa, pamor Son Heung-Min juga menanjak ketika dirinya bermain di Liga Jerman. Bedanya, Son sudah berada di Jerman saat masih remaja. Ya, dia sudah digaet Hamburg SV saat masih berumur 16 tahun.

Kariernya bersama Hamburg menanjak pesat hingga membuat Bayer Leverkusen menggaetnya 2013 lalu dengan nilai 10 juta euro 2013 lalu. Kendati tak mampu meraih gelar, Son Heung-Min adalah ujung tombak utama Leverkusen dengan mencetak 29 gol dari 87 penampilan.

Performanya yang terus menanjak membuat Tottenham Hotspur berani membayarnya tiga kali lipat pada 2015. Dan sekarang dia merupakan salah satu talenta terbaik Asia yang berkiprah di Eropa.

  • Mehdi Mahdavikia
Pinterest

Nama ketiga datang dari tanah Persia. Sebelum Bundesliga tersihir oleh kehebatan Shinji Kagawa dan Son Heung-Min, kasta tertinggi sepak bola Jerman sudah lebih dulu dimanjakan oleh talenta hebat Iran bernama Mehdi Mahdavikia.

Mehdi Mahdavikia pertama kali datang ke Jerman 1999 silam. Saat itu ia memperkuat Bochum selama semusim. Setelah itu pemain berposisi bek kanan memperkuat beberapa klub Bundesliga lainnya seperti Hamburg SV dan Eintracht Frankfurt.

Delapan tahun di Jerman, Mahdavikia membuat 255 penampilan. Sebagai bek, torehan golnya cukup membanggakan. Ia sukses mengemas 29 gol dan mengkreasikan 55 assist. Untuk urusan trofi, pria yang kini menjabat sebagai pemilik klub Iran, KIA FA, memenangkan gelar Piala Liga Jerman bersama Hamburg 2004 silam.

  • Makoto Hasebe
Makoto Hasebe kecewa Eintracht Frankfurt kebobolan di kandang oleh Chelsea pada leg I semifinal Liga Europa.
uefa.com

Jika banyak pemain akan meninggalkan Liga Jerman ketika datang banyak tawaran menggiurkan, hal tersebut justru tidak dilakukan mantan kapten timnas Jepang, Makoto Hasebe. Dia sudah tiba di Jerman pada 2008 dengan memperkuat Vfl Wolfsburg.

Dan di sana pula Makoto Hasebe meraih kejayaan dengan memenangkan trofi Bundesliga pada musim pertamanya di sana. Lima musim di Wolfsburg, gelandang bertahan kemudian pindah ke FC Nuremberg.

Tapi di sana ia gagal mengulang performa menawan. Hasebe kemudian memilih Eintrach Frankfurt sebagai klubnya hingga sekarang. Dan di Frankfurt pula pemilik 305 laga di Bundesliga meraih gelar kedua dengan memenangkan DFB Pokal musim 2017-2018.

  • Cha Beom-Keun
WorldFootball

Entah apa jadinya Korea Selatan jika tidak memiliki talenta sefenomenal Cha Beom-Keun, Dia lah pemain Korea pertama yang bermain di klub Eropa. Sudah sejak 1978 Cha Beom-Keun menginjakkan kakinya di Jerman dengan memperkuat SV Darmstadt 98.

Jerman bisa dibilang sebagai rumah kedua legenda Korea Selatan itu. Dia tidak hanya mengembangkan kariernya di sana, tapi juga mengakhiri karier di sana pada tahun 1989 silam.

Memperkuat tiga klub seperti Darmstadt, Eintracht Frankfurt, dan Bayer Leverkusen, dia adalah pengoleksi 308 pertandingan. Puncak kesuksesannya terjadi saat berseragam Frankfurt dengan memenangi DFB Pokal 1980-1981 serta Piala UEFA 1979-1980.