Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain yang Bersinar di MLS, Tetapi Gagal di Eropa

Football5Star.com, Indonesia – Biasanya, pemain-pemain sepak bola top Eropa mereka akan pergi liga-liga di luar Eropa seperti MLS pada penghujung karirnya. Sebut saja David Beckham, Thierry Henry, David Villa, atau yang paling terbaru Zlatan Ibrahimovic.

Tetapi juga ada beberapa pemain yang bisa dibilang gagal saat bermain di Eropa. Hal ini yang memungkinkan dia pindah ke MLS pada saat masih berada pada usia emasnya. Berikut Football5Star.com sajikan daftarnya.

Sebastian Giovinco

Pro Soccer USA

Sebastian Giovinco merupakan salah satu talenta terbaik Italia pada masanya. Giovinco merupakan produk akademi Juventus dan bermain disana selama 6 musim. Dia sempat dipinjamkan ke Empoli pada tahun 2007, dan ke Parma selama dua musim 2010-2012.

Performa Giovinco sebenarnya tidak buruk-buruk banget. Dia sempat mengalami musim yang brilian pada saat memperkuat Parma pada musim keduanya dengan mencatatkan 15 gol dari 36 laga. Karena hal itulah pada musim selanjutnya, dia langsung menjadi starter untuk Juve dengan mencetak 7 gol dari 31 laga di Serie A. Tapi setelah itu, performanya langsung menurun drastis, bahkan di musim terakhirnya bersama Bianconeri 2014-15, dia hanya bermain 7 laga saja di Serie A.

Tetapi karir Giovinco langsung melejit kembali pada saat dia bergabung dengan klub MLS, Toronto FC. Dalam 4 musimnya (2015-2018) bersama klub asal Kanada itu, dia mencatat total 83 gol dari 142 laga. Dengan catatan itu dia saat ini menjadi Top Skor sepanjang sejarah Toronto FC. Giovinco juga mengubah Toronto dari klub yang tidak pernah lolos ke babak Play Off MLS, menjadi Juara MLS Cup dan Supporters Shield pada tahun 2017. Mereka bahkan sempat masuk Final Liga Champions CONCACAF pada 2018 tetapi dikalahkan oleh klub Mexico Guadalajara pada babak final.

Obafemi Martins

The Spokesman

Obafemi Martins merupakan salah satu wonderkid terbaik pada saat dia bermain untuk Inter. Pada tiga musim terakhirnya bersama Inter, dia mencatatkan 46 gol dari 126 laga. Tetapi walaupun performanya cukup impresif bagi seorang penyerang berusia 20 tahun. Dia tetap dijual oleh Inter karena pada saat itu, Inter baru mendatangkan dua penyerang kelas dunia, Zlatan Ibrahimovic dan Hernan Crespo. Barulah setelah itu karir Martins menukik tajam.

Dia sempat tetap menjadi starter bersama Newscastle, tapi setalah itu dia melalang buana ke Wolfsburg, Rubin Kazan, Birmingham dan Levante. Mayoritas karirnya lebih sering berada di bangku cadangan. Barulah pada tahun 2013 karirnya berubah setelah dia bergabung dengan klub MLS, Seattle Sounders.

Dalam 3 musimnya bersama Seattle, dia mencatatkan 43 gol dari 83 laga, dan dia mengantarkan Seattle menjuarai Supporters’ Shield untuk pertama kalinya pada 2014. Dia juga membawa Seattle menjuara US Open Cup di tahun yang sama. Dia juga masuk ke nominasi 3 besar MLS MVP dan masuk ke MLS Best XI pada tahun tersebut.

Carlos Vela

ESPN

Carlos Vela saat ini bersama Los Angeles FC menjelma menjadi salah satu penyerang yang paling menakutkan di MLS. Musim lalu dia berhasil mencetak 38 gol dari 36 laga bersama LAFC, dan membawa LAFC menjadi juara Supporters’ Shield pada tahun kedua klub itu didirikan. Vela juga menjadi pemain terbaik dan top skor MLS pada tahun yang sama.

Padahal pada saat dia bermain di Eropa, karir dia tidak terlalu cemerlang. Dia hanya mencetak total 5 gol dari 4 musimnya di Premier League bersama Arsenal dan West Brom. Karir Vela sempat membaik pada saat dia pergi ke Real Sociedad pada tahun 2011. Tetapi dalam 4 musim terakhirnya di La Liga, dia gagal mencetak gol lebih dari dua digit angka.

Josef Martinez

These Football Times

Josef Martinez bermain bersama klub Serie A Torino selama 2,5 musim (2014-2016) sebelum dia pindah ke klub MLS Atlanta United. Bersama Torino dia cuma mencetak 7 gol dari 58 laga di Serie A. Statistik yang buruk untuk seorang penyerang. Sebelum di Torino, dia sempat bermain bersama klub Swiss, Young Boys. Performanya sama buruknya. Dia hanya mencetak 4 gol dari 37 laga di Liga Swiss.

Tapi bersama Atlanta United, dalam 3 musim (2017-2019) dia total mencetak 88 gol dari 100 laga. Sebuah performa yang berbading terbalik dengan performanya di Eropa. Dia juga membawa Atlanta menjuarai MLS Cup pada 2018 dan US Open Cup pada 2019. Martinez juga berhasil menjadi pemain terbaik dan top skor MLS pada 2018, dan masuk ke MLS Best XI selama 3 musim beruntun (2017-2019).

Bradley Wright-Philips

Pro Soccer USA

Bradley Wright-Philips merupakan anak dari legenda Arsenal, Ian Wright dan adik dari mantan pemain Chelsea, Shaun Wright-Philips. Tetapi karir Bradley tidak secemerlang ayah atau kakaknya. Sama seperti kakaknya, dia merupakan produk akademi Manchester City.

Tetapi setelah itu kakaknya pindah ke Chelsea dan menjuarai Premier League. Bradley malah tidak pernah tampil di Premier League setelah dia pindah dari Manchester City. Selama 9 musim dia hanya bermain di Championship (Divisi 2 Inggris) dan League One (Divisi 3) bersama 4 klub yang berbeda. Barulah setelah dia pindah ke klub MLS, New York Red Buls pada tahun 2013, karir sepak bolanya berubah.

Dia bermain di NY Red Bulls selama 9 musim. Dengan total bermain 240 laga dan mencetak 126 gol. Dia juga menjuarai Supporters’ Shield sebanyak 3 kali (2013,2015,2018) dan menjadi top skor MLS dua kali (2014, 2016). Dengan catatan golnya itu, dia juga menjadi top skor sepanjang masa New York Red Bulls

Bradley Wright-PhilipsCarlos VelaJosef MartinezKamu Pasti Gak Tahu!Major League SoccerMLSObafemi MartinsSebastian Giovinco