Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain yang Dilepas Klub dengan Cara Tak Layak

Football5star.com, Indonesia – Tiap pemain pasti selalu mendambakan adanya pengakuan dari klub yang mereka bela. Saat harus meninggalkan tim yang dibela, pemain tentu menginginkan perlakuan layak.

Namun tak sedikit klub yang justru mengambil kebijakan kurang mengenakkan saat sudah tak lagi membutuhkan jasa seorang pemain. Ungkapan habis manis sepah dibuang bisa diterima sejumlah pemain profesional di klub yang pernah mereka bela.

Berikut 5 pemain yang dilepas klub dengan cara tak layak dan pasti kamu tidak tahu! Ini ulasannya untuk pembaca setia Football5star.com

Brede Hangeland

Pada 2015 menjadi tahun suram bagi mantan kapten Fulham, Brede Hangeland. Ia diputusk kontrak oleh klub yang telah dibelanya selama 6,5 tahun melalui pesan yang dikirimkan ke email pribadinya. Padahal, Hangeland saat itu masih memiliki kontrak berdurasi 1 tahun.

Fulham saat itu memang berada di situasi genting. Mereka terdegradasi ke Divisi Championship. Hangeland bahkan mengatakan bahwa cara manajemen memutus kontrak dirinya sangat tidak layak.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain yang Dilepas Klub dengan Cara Tak Layak
goal.com

“Pemutusan kontrak terjadi ini tanpa pemberitahuan sebelumya. Saya akan memahami jika mereka ingin memecat saya, tapi tentu lebih baik jika melalui proses komunikasi yang baik. Ini sangat memalukan,” kata Hangeland seperti dikutip Football5star.com dari Mirror, Sabtu (18/4/2020).

“Saya telah mendedikasikan kerja keras dan loyalitas saya selama 6,5 tahun bersama klub. Saya bahkan sempat menyandang ban kapten selama beberapa musim. Saya sangat kecewa, ini adalah perlakuan yang sangat menyedihkan,” pungkasnya.

Diego Costa

Pemain kelahiran Brasil, 7 Oktober 1988 itu ialah salah satu pilar kesuksesan The Blues meraih dua tropi Liga Inggris pada musim 2014-15 dan 2016-17. Namun dedikasinya berakhir dengan cara yang menyedihkan.

Juni 2016, Costa menerima kabar mengejutkan bahwa dirinya tak masuk dalam rencana kerja tim di musim berikutnya, melalui sebuah pesan singkat (SMS) sang pelatih, Antonio Conte.

Diego Costa masih memendam dendam kesumat terhadap mantan pelatihnya di Chelsea, Antonio Conte. Ia masih tak terima dengan perlakukan Conte - Football5star - Goal.com
goal

“Telepon seluler saya berdering, menerima SMS dari Conte. Ia menuliskan bahwa saya tak masuk dalam rencana kerjanya musim depan. Menurutnya, perilaku saya tahun ini tak baik,” kata Costa seperti dilaporkan AS.

“Saya mencoba konsultasi hal ini ke beberapa pejabat klub, faktanya pelatih memang tak lagi menginginkan saya. Saya masuk daftar jual di bursa transfer nanti, dan siap bermain untuk klub lain. Pelatih telah mengusir saya dan tak ada pilihan, saya harus pergi,”

Joe Allen

Hal menyakitkan juga dialami oleh Joe Allen dari Liverpool. Kepada Telegraph, Joe mengisahkan bagaimana ia seperti bangun dari mimpi ketika tahu bahwa The Reds telah melepasnya melalui sebuah pesan singkat.

Joe mengaku terheran-heran ketika salah seorang temannya mengirimkannya ucapan selamat melalui SMS, karena ia mendapat informasi jika dirinya telah resmi dijual ke Stoke City.

joe allen,liverpool,liga inggris

“Saya menerima SMS dari seorang teman. Ia mengucapkan selamat untuk transfer yang saya tak paham apa yang sebenarnya sedang terjadi. Anda pun pasti akan kecewa saat status Anda dalam sebuah klub dalam ketidakpastian, dipertahankan atau dijual,” kisah Joe.

“Fakta ini memang aneh, meski kerap terjadi. Tapi saya tahu, tak ada hal yang manis dan indah dalam sebuah perpisahan,” ucap pemain asal Wales tersebut.

Tony Hibbert dan Leon Osman

Apa yang dialami oleh Hibbert dan Osman mungkin pantas disebut sebagai pengkhiatan yang ironis. Keduanya lahir dan besar sebagai ‘putra daerah’ yang mendedikasikan kariernya untuk Everton sejak kecil. Namun loyalitas mereka berakhir secara tragis.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain yang Dilepas Klub dengan Cara Tak Layak
dailymail

Hibber dan Osman ibarat Steven Gerrad di Liverpool. Statistik menyebutkan bahwa jika digabungkan keduanya telah melakoni penampilan sebanyak 700 caps. Namun jasa mereka dipandang sebelah mata oleh klub berjuluk The Toffees.

Keduanya diputuskan kontrak melalui sebuah pesan singkat yang dikirimkan pihak klub ke keluarga mereka. Manajemen Everton bahkan tak berani untuk menyampaikan keputusan pahit itu kepada keduanya dan memilih untuk memberitahukan kepada keluarga untuk diterukan kepada Hibbert dan Osman.