Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain yang Pensiun Dini Akibat Sakit

Football5star.com, Indonesia – Tidak gampang menjadi pesepak bola. Seorang pemain dituntut memiliki fisik yang ideal dan kesehatan yang mumpuni. Jika dua hal itu tidak dimiliki, bukan tidak mungkin mereka akan menemui kegagalan.

Satu hal yang paling menakutkan dari pesepak bola yang tidak dianugerahi kesehatan mumpuni adalah ancaman pensiun dini. Ancaman ini sudah terbukti menyudahi karier beberapa pemain.

Bahkan tidak sedikit dari mereka yang harus mengakhiri karier di usia yang masih sangat muda. Kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan membuat mereka menyudahi mimpi untuk menjadi pesepak bola. Baik itu karena sakit jantung, kanker, atau jenis penyakit lainnya.

Football5star telah merangkum 5 pemain yang terpaksa pensiun dini akibat penyakit yang dia derita:

  • Abdelhak Nouri
Frenkie de Jong Gabung Barcelona atas Saran Abdelhak Nouri
Voetbal International

Dunia dikejutkan oleh tragedi mengerikan yang menimpa pemain masa depan Ajax Amsterdam, Abdelhak Nouri. Dalam sebuah pertandingan pramusim 2017 lalu, Nouri tergeletak tak sadarkan diri saat melawan Werder Bremen.

Sontak kejadian ini membuat semua pihak khawatir. Ia jatuh dan tidak sadarkan diri beberapa menit. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, pemain berdarah Maroko mengidap kerusakan otak yang parah. Lebih menyedihkan lagi, penyakit tersebut bersifat permanen dan bisa berdampak pada organ tubuh lainnya.

Tim dokter mengatakan mustahil untuk Nouri bisa melanjutkan karier. Akhirnya ia memutuskan pensiun dini saat usianya baru menginjak 18 tahun. Setelah menjalani operasi dan mengalami koma dua tahun lalu, pemain satu angkatan Matthijs de Ligt dan Frenkie de Jong akhirnya sadarkan diri untuk pertama kali pada Jumat (27/3/2020).

  • Kerlon
kerlon-marca
Marca

Brasil adalah gudang talenta luar biasa di dunia sepak bola. Salah satu bintang yang digadang-gadang akan menjadi legenda adalah kerlon. Anggapan ini kian kuat setelah Inter Milan menggaetnya 2009 silam.

Namun, masalah administrasi memaksanya dipinjamkan ke Chievo. Di sana lah pemain yang dikenal memiliki dribling mematikan tampil gemilang. Sayang, saat namanya mulai menjulang, kondisi kesehatannya menurun drastis.

Rentetan cedera tak henti-hentinya menimpa kerlon. Ia kemudian hengkang ke beberapa tim lain sebelum akhirnya kalah oleh cedera. Tak sanggup lagi melawan cedera misterius itu, Kerlon pun memutuskan pensiun di usia ke-29 tahun.

  • Assane Gnoukouri
assane gnoukouri
Inter.it

Bukan cuma Kerlon pemain Inter Milan yang punya nasib tragis. Assane Gnoukouri juga harus ikhlas tak bisa menikmati kariernya lebih lama. Bersama Inter, namanya sudah dikenal saat berusia 18 tahun 2015 lalu.

Performanya pun dianggap luar biasa, apalagi ia sempat dimainkan pada laga Derby della Madonnina ketika itu. Musim berikutnya, Gnoukouri menjalani masa peminjaman ke Udinese. Dan di sanalah mimpi buruk berawal.

Dokter menemukan kelainan di jantungnya. Ia pun harus menjalani beberapa kali pengobatan. Tapi keadaan pemain berdarah Pantai Gading tidak juga membaik. Kondisi ini membuatnya tidak bermain lagi sejak 2017.

  • Fabrice Muamba
fabrice muamba-bolton-telegraph
Telegraph

Laga Tottenham Hotspur vs Bolton Wanderers di Stadion White Hart Lane 2012 lalu menjadi malapetaka. Bintang tim tamu, Fabrice Muamba tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri. Riuh suporter saat itu seketika berubah sunyi.

Pemain Tottenham Hotspur dan Bolton merasa cemas. Tak sedikit pula dari mereka merasa ketakutan dan tak sanggup melihat sang kolega. Setelah mendapat perawatan intesif, Muamba dinyatakan memiliki penyakit jantung.

Kendati kondisinya makin membaik, Muamba tak pernah bisa bermain lagi. Ia akhirnya memutuskan pensiun Agustus 2012. Keputusan ini memang sangat berat mengingat banyak yang memprediksi bahwa ia akan menjadi penggawa timnas Inggris di masa depan.

  • Felice Natalino
felice natalino-inter
Getty Images

Nama Felice Natalino digadang-gadang sebagai kapten masa depan Inter Milan. Anggapan tersebut tidaklah berlebihan mengingat dia sudah mengemban ban kapten di tim U-19 I Nerazzurri.

Natalino kemudian promosi ke tim senior musim 2010-2011 dan merasakan debut saat melawan Parma di kompetisi Liga Italia. Pelatih Inter ketika itu, Rafael Benitez, kembali mempercayakan posisi bek tengah untuknya di ajang bergengsi Liga Champions.

Namun, karier Felice Natalino tidak berlangsung lama. Setelah dipinjamkan ke beberapa klub, ia terpaksa mengakhiri karier di usia 20 tahun karena memiliki masalah jantung. Untuk menghormati sang pemain, La Beneamata kemudian mengangkatnya sebagai Direktur tim Primavera Inter.