Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain yang Tidak Hormati Mantan Klub

Football5star.com, Indonesia – Bagi semua pemain, menghadapi mantan klub akan menjadi momen yang takkan mereka lupakan. Apalagi jika klub tersebut telah berjasa dalam karier mereka.

Maka tak ayal jika banyak dari pemain ini enggan berselebrasi ketika membobol gawang mantan klubnya. Tapi bukan berarti tidak ada pemain yang tanpa dosa berselebrasi di hadapan para penggemar yang pernah memujanya.

Aksi mereka usai mencetak gol ini tentu akan menimbulkan kebencian dalam benak fan. Bahkan para suporter tidak sungkan untuk menghina para pemain yang sebelumnya pernah dielu-elukan.

Kali ini Football5star telah merangkum lima pemain yang tidak menghormati mantan klubnya dengan berselebrasi ketika mencetak gol:

  • Leonardo Bonucci

Entah apa jadinya Leonardo Bonucci jika tidak pernah bermain untuk Juventus. Sebelumnya karier sang bek terkatung-katung bersama Inter Milan dan beberapa klub semenjana seperti Pisa, Genoa, dan Treviso.

Leonardo Bonucci kemudian digaet Juventus dari Bari pada 2010 lalu dan menjadi sosok tak tergantikan di jantung pertahanan. Tujuh tahun di Turin, pemain berusia 33 tahun secara kontroversial pindah ke AC Milan 2017 lalu.

Momen yang ia nantikan pun terjadi pada pekan ke-20 Serie A musim 2017-2018. Untuk pertama kali ia kembali ke Stadion Allianz sebagai musuh. Bonucci pula yang menyamakan kedudukan lewat sundulan pada babak pertama.

Dan tanpa rasa bersalah, ia berselebrasi di hadapan Juventini bersama rekan setimnya. Aksinya itu kemudian mengundang amarah dari fan yang sepanjang laga meneriakinya. Uniknya, semusim kemudian pemain jebolan akademi Inter itu kembali ke Juventus.

  • Emanuel Adebayor

Hingga saat ini, Emanuel Adebayor bisa dibilang sebagai mantan yang paling dibenci fan Arsenal. Bagaimana tidak, ia melakukan selebrasi secara berlebihan ketika membobol gawang The Gunners.

Momen tersebut terjadi pada musim 2009-2010 saat pertama kali ia berkostum Manchester City. melawan Arsenal untuk pertama kalinya, Emanuel Adebayor yang diturunkan sebagai starter berhasil mencetak gol ketiga City pada menit ke-80.

Tanpa basa-basi, pemain asal Togo berlari sekencang mungkin ke arah tribun fan Arsenal dan berselebrasi di hadapan mereka. Aksi pemain yang kini merumput di Paraguay bersama Olimpia pun mendapat kecaman dari fan tamu. Beberapa di antara mereka pun melemparinya dengan berbagai benda.

  • Zlatan Ibrahimovic

Tiga musim berseragam Inter Milan, Zlatan Ibrahimovic adalah tumpuan utama di lini depan. Gelontoran 66 gol yang dibikin berbuah lima trofi untuk klub kota mode. Namun, musim terakhirnya di sana tidak berjalan baik.

Zlatan Ibrahimovic terlibat perselisihan dengan fan Inter hingga membuatnya hengkang 2009 lalu. Sempat berlabuh di Barcelona, bintang Swedia akhirnya kembali ke Milan. Tapi kali ini ia memperkuat rival sekota Inter, yakni AC Milan.

Dan ketika Derby della Madonnina musim 2011-2012 berlangsung, Ibrahimovic menjadi pusat perhatian fan La Beneamata. Ia mendapat kesempatan mencetak gol saat I Rossoneri mendapat hadiah penalti.

Ibrahimovic yang tampak tenang mendapat gangguan dari mantan rekannya di Inter, Julio Cesar. Namun, ia tidak terganggu dan berhasil mencetak gol. Dengan gayanya yang dingin, pemain berjuluk Ibrakadabra berselebrasi dengan menatap fan I Nerazzurri yang ada di Curva Nord. Tak sampai di situ, dirinya juga membalas perlakuan Julio Cesar.

  • Danny Welbeck

Danny Welbeck bisa dikatakan sebagai pemain yang tak tahu cara balas budi untuk mantan klubnya. Anggapan ini setidaknya terlihat saat dia menghadapi Manchester United pada musim 2015-2016.

Welbeck yang merupakan lulusan akademi United dan berada di tim utama Setan Merah selama empat musim, tega membobol gawang yang telah membesarkan namanya itu. Lebih parah lagi ia mencetak gol di Old Trafford dan merayakannya dengan suka cita.

Tanpa memikirkan perasaan suporter Manchester United, pemain yang kini berseragam Watford merayakan gol tersebut dengan emosional hingga membuatnya dicemooh seisi Old Trafford. Sadar dengan apa yang dilakukan, sang bomber kemudian meminta maaf beberapa hari setelahnya.

  • David Luiz

David Luiz punya cerita yang hampir serupa dengan Leonardo Bonucci. Dia pernah memperkuat Chelsea dari 2011 hingga 2014. Dalam kurun waktu tersebut ia sukses mempersembahkan beberapa gelar untuk The Blues.

Memasuki bursa transfer musim panas 2014 lalu, ia secara mengejutkan meninggalkan Stamford Bridge untuk bergabung ke Paris Saint-Germain. Dan pada musim 2014-2015 itu ia sudah harus kembali ke Stamford Bridge pada 16 besar Liga Champions sebagai pemain PSG.

Leg kedua 16 besar itu pun menjadi sangat emosional untuk bek asal Brasil. Pasalnya ia mencetak gol ke gawang Petr Cech di hadapan publik The Blues. Namun, bukan berarti ia tidak merayakan gol tersebut.

David Luiz merayakan golnya dengan sukacita bersama rekan barunya. Uniknya, dua musim kemudian ia kembali dibeli The Blues dan kembali dipuja publik Stamford Bridge. Tapi sejak awal musim ini, pemain kribo ini justru membelot ke klub tetangga, Arsenal.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More