Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Rekam Jejak Dua Jenderal Staf Khusus PSSI

Football5star.com, Indonesia – Alasan untuk memperkuat kepengurusan, pihak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengangkat dua staf khusus yang merupakan dua purnawiraan TNI Angkatan Darat (AD).

Keduanya adalah Mayjen TNI (Purn) Leonardus JP Siegers dan Mayjen (Purn) Andogo Wiradi. Bagi sebagian besar publik sepak bola Indonesia mungkin terdengar asing dengan nama keduanya.

Tanda tanya besar tentu ada di benak publik sepak bola Indonesia soal kemampuan, kapasitas, dan kapabilitas dua jenderal ini menjadi staf khusus PSSI. Apalagi, tugas keduanya seperti yang disebutkan PSSI untuk memperkuat kepengurusan.

Artinya, kedua jenderal ini nantinya akan memberikan masukan kepada ketum dan pengurus PSSI untuk mengurai masalah sepak bola nasional seperti soal kebelangsungan kompetisi Liga 1 2020 di tengah pandemi corona saat ini.

Apakah keduanya akan maksimal dan membuat PSSI semakin kuat secara organisasi? Publik tentu menunggu kinerja kedua Jenderal ini. Berikut rekam jejak dua jenderal staf khusus PSSI

Beda Satuan

Mayjen TNI (Purn) Leonardus JP Siegers lahir di Makassar pada 20 Agustus 1956 sedangkan Mayjen (Purn) Andogo Wiradi kelahiran Ngawi pada 14 Juli 1958. Andogo merupakan lulusan akmil 1981 sedangkan Leonardus merupakan seniornya yang lulus dari akmil 1978.

Antara

Keduanya pun memiliki satuan yang berbeda. Jika Leonardus merupakan satuan Artileri Pertahanan Udara, Andogo berasal dari kesatuan Infanteri (Kopassus). Saat keduanya berpangkat Kolonel, Leonardus ditunjuk menjadi Danrem 102/Panju Panjung sedangkan Andogo saat berpangkat kolonel menjadi Danrem 074/Warastatama.

Pengalaman menjadi staf khusus

Menjadi staf khusus bukan jabatan baru bagi keduanya. Leonardus JP Siegers pernah menjabat sebagai staf khusus Panglima TNI. Pada Mei 2013, ia kemudian mutasi menjadi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kasad.

Sedangkan Andogo juga pernah menjabat sebagai staf khusus Panglima TNI. Sama seperti Leonardus, ia juga pernah menjabat sebagao Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Panglima TNI. Selain itu, pria yang masa dinasnya berakhir pada 2016 ini juga pernah menjadi Deputi V/Bid. Analisis Data & Informasi Strategis Kantor Staf Kepresidenan yang saat itu dipimpin oleh Luhut Binsar Panjaitan.

Jejak di politik

Saat Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) lalu, nama Andogo sempat mencuri perhatin publik. Ia bersama puluhan purnawiraan Jenderal TNI membentuk kesatuan bernama Cakra 19 yang memberikan dukungan untuk calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Rekam Jejak Dua Jenderal Staf Khusus PSSI
harapanrakyatonline

Politik memang jadi pilihan Mayjen Andogo setelah pensiun. Dikutip dari tagar.id, namanya pun masuk dalam kepengurusan DPP Golkar masa bakti 2019-2024 di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto.

Jejak di Olahraga

Nama Mayjen (Purn) Andogo Wiradi juga memiliki rekam jejak di olahraga. Ia sempat mejadi Ketua Umum Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI PRO). Pada 2015, UTI Pro sempat menyelenggarakan Turnamen Kukkiwon Cup I yang diikuti 1500 taekwondoin dari 34 propinsi di di lapangan tenis Indoor Gelora Bung Karno.

Sedangkan Mayjen (Purn) Leonardus seperti dikutip dari halaman PSSI disebut pernah menjadi bagian dari PSM Makassar di era 70-an. Artinya Leonardus pernah satu tim dengan legenda PSM seperti Anwar Ramang yang menjadi kapten, Yance Lilipali, Ronny Pattinasarany, hingga Malawing.

Kental nuansa militer

Dengan diangkatnya kedua jenderal ini, maka kepengurusan PSSI dibawah pimpinan Mochamad Iriawan sangat kental dengan nuansa militer. Sebelum Leo dan Andogo masuk sebagai pengurus PSSI periode 2019-2023, sudah ada tiga pensiunan Jenderal TNI AD yang masuk di dalamnya.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Rekam Jejak Dua Jenderal Staf Khusus PSSI
pssi.org

Pertama ada nama Cucu Somantri, wakil ketum PSSI yang juga eks direktur PT LIB. Lalu ada nama Sonhadji, lulusan Akmil 1984 ini menjadi anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2019-2023. Dia juga mengisi posisi Komisaris PT LIB, dan mengundurkan diri bersamaan dengan Cucu.

Terakhir ada nama Isaac Marcus Pattipeilohy. Isaac Marcus Pattipeilohy bertugas sebagai Wakil Ketua Komite Etik PSSI. Dalam karier militer, dia menyandang pangkat Mayor Jenderal. Ia berasal dari satuan polisi militer.